Zakat Pertanian

Zakat Pertanian merupakan zakat yang wajib dibayarkan oleh petani yang memanen hasil pertaniannya. Bagi Anda yang beragama Islam pasti tahu aturan ini bukan?

Setiap petani yang memanen hasil pertaniannya selalu memilliki kewajiban untuk membayarkan zakat pertanian yang diperoleh.

Beberapa tujuan dari zakat tersebut adalah mengumpulkan hartanya dan terpenuhi tugas kasnya.

Hasil dari membayar zakat dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan.

Zakat juga akan meninggikan derajat manusia.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk membayar zakat dari hasil pertanian yang Anda peroleh.

Zakat Pertanian

Zakat Pertanian

Aturan Zakat Pertanian dalam Islam

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang keempat.

Orang Islam tentunya tahu hal tersebut.

Zakat sendiri memiliki arti membersihkan dan menyucikan, seperti yang terdapat dalam firman Allah yang menjelaskan bahwa ketika Anda memiliki rejeki hendaknya disisihkan untuk bersedekah dan beramal, seantiasa bisa menjadi pembersih dan penyuci amal.

Dalam Islam jenis zakat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu zakat fitrah dan zakat maal (harta).

Zakat fitrah sendiri wajib dibayarkan pada awal bulan Ramadhan sampai terbitnya matahari sebelum shalat Idul Fitri.

Untuk besarannya telah ditentukan yaitu 3,5 liter/2,5 kilogram makanan pokok.

Zakat maal adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari hasil-hasil mata pencaharian seseorang yang berupa benda atau barang. Zakat Pertanian dalam Islam terbagi-bagi menurut hasil pemerolehannya, yakni sebagai berikut

Zakat Pertanian Padi

Hasil bumi dari padi wajib mengeluarkan zakat jika sudah mencapai nishab (jumlah minimal) sebesar 5 wasaq (650 kg). Adapun zakat pertanian padi terdiri dari tiga macam, yaitu:

  1. Apabila pengairannya berasal dari alam (hujan/mata air), maka kadar zakat pertanian tadah hujan tersebut sebesar 10%.
  2. Untuk hasil panen padi yang separuh penanamannya mengAndalkan air hujan/mata air dan sisanya menggunakan biaya, maka besaran zakatnya sebesar 7,5%.
  3. Kemudian untuk hasil panen padi yang pengairannya menggunakan tenaga manusia/binatang, maka zakatnya sebesar 5%.

Setelah dipanen, maka padi tersebut wajib ditakar terlebih dahulu, kemudian apabila telah mencapai nishab barulah dizakati sesuai dengan metodenya.

Zakat Pertanian Sawah Sewa

Zakat Pertanian Sawah Sewa harus dibayarkan sebagai berikut:

  1. Sawahnya digadaikan ke orang lain

Apabila pemilik tidak mendapat hasil bumi, maka zakatnya tidak dengan hasil bumi. Yang perlu dizakati adalah uang hasil sewanya, syaratnya uang tersebut telah mencapai nishab dan melalui 1 haul. Acuannya adalah nilainya setara harga emas 85 gram/24 karat atau 595 gram perak.

2. Sawahnya menyewa ke orang lain

Apabila lahan pertaniannya menyewa ke orang lain maka cara pembayaran zakatnya dikurangi uang sewa terlebih dahulu. Sisanya itu yang wajib Anda zakati. Untuk besaran pembayarannya sesuai dengan metode pengairan dan telah mencapai nishab.

Zakat Pertanian Sayur

Zakat Pertanian Sayur tidak terkena zakat karena tidak memenuhi syarat dikeluarkannya zakat. Hasil bumi yang wajib dizakati adalah yang merupakan makanan pokok seperti beras (Indonesia), gandum (Timur Tengah), kurma (Timur Tengah), Jagung, serta makanan pokok yang lainnya.

Sayuran tidak terkena zakat karena tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, begitu pula dengan buah-buahan.

Hasil-hasil dari pertanian wajib mengeluarkan Zakat Pertanian setelah petani memanen hasil pertaniannya. Perlu diingat, syarat membayar zakat tersebut yaitu beragama Islam :

  • merdeka,
  • kepemilikan sendiri seutuhnya,
  • cukup nisab,
  • tanamannya merupakan tanaman asasi yang tahan disimpan lama, dan
  • juga tanamannya hasil usaha manusia/bukan tanaman liar.

Tidak sulit bukan penghitungan pajak pertanian ini?

Namun bila ternyata masih ada yang belum dipahami bisa bertanya pada badan amil zakat terdekat atau kepada tokoh agama Islam yang dijumpai.

Tentu saja dengan membayar zakat kita akan merasa tenang dan rezeki yang kita miliki juga akan semakin berkah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *