Tanaman Singkong

Tanaman singkong memiliki nama yang banyak.  Ada yang menyebutnya ketela pohon atau ubi kayu. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Manihot esculenta.

Mulai dari tahun 1952 singkong mulai dikenal oleh masyarakat khususnya petani di Jawa.  Kalau asalnya sebenarnya dari Brazilia.

Alasan Petani Menanam Singkong

Petani senang menanam tanaman ini karena :

  1. Mudah di tanam bahkan di tanah tandus pun bisa tumbuh dan berbuah.
  2. Hasil panennya banyak meski ditanam di tanah tandus
  3. Memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat menjadi bahan pangan pengganti beras terutama pada musim paceklik
  4. Di daerah-daerah yang memang tanahnya tandus, singkong dijadikan tanaman utama penghasil makanan pokok (contoh : gunung kidul)
  5. Makanan olahan singkong banyak sehingga mudah di jual di pasar
  6. Daunnya bisa dimasak untuk sayuran
  7. Limbah singkong bisa untuk pakan ternak
  8. Industri banyak memerlukan singkong untuk membuat ethanol, gula cair, tepung, dll.

Tentang Tanaman Singkong

Termasuk ke dalam keluarga Euphorbiaceae.  Memiliki batang yang tegak dengan tinggi 1,5m-4m.

Bentuk batangnya bulat dengan diameter 2,5-4cm, berkayu dan bergabus.  Batang pohonnya berwarna coklat atau keunguan dan bisa bercabang ganda atau tiga.

Daun singkong termasuk daun majemuk menjadi dengan anak daun berbentuk elips yang berujung runcing.  Daunnya berwarna hijau muda, hijau kekuningan, dan hijau keunguan.  Memiliki tangkai daun yang panjang dengan warna merah, hijau, kuning atau kombinasi dari ketiganya.  Bunganya muncul di setiap ketiak percabangan.

Bunga betina tumbuh lebih dahulu dan matang pada saat tanaman berumur 3-4 minggu.  Bila tidak dibuahi dalam jangka waktu 24 jam, bunga akan layu dan gugur.

Bunga jantan akan matang dalam waktu sebulan kemudian, sehingga penyerbukannya akan terjadi menyilang.

Akar tanaman masuk ke dalam tanah dengan kedalaman 0,5 – 0,6 m.  Beberapa akar ini digunakan untuk menyimpan bahan makanan (karbohidrat).  Itu sebabnya buah singkong juga termasuk umbi batang.

Karena menjadi tempat penyimpanan, maka ukurannya akan terus membesar mengalahkan ukuran akar lainnya.

Akar yang besar inilah yang disebut dengan umbi singkong.  Warna umbi singkong coklat atau kelabu.

Kulit dalamnya berwarna kuning kemerahan dan putih, dengan warna daging kuning atau puth.

Umbi ini ada yang bertangkai panjang dan ada pula yang tidak bertangkai.  Bentuknya pun ada yang pendek bulat, ada pula yang kecil memanjang.

gambar tanaman singkong

gambar tanaman singkong

Hampir semua bagian tanaman singkong mengandung racun biru (HCN).  Namun di beberapa varietas yang berbeda kandungan HCN nya berbeda-beda.

Klasifikasi Singkong

Dari kandungan racun pada umbinya, singkong dapat dibedakan menjadi 3 kelompok

  1. Singkong dengan kadar racun rendah. Ciri-cirinya :

  • kurang dari 50mg/kg umbi
  • aman untuk dikonsumsi
  • rasa singkong manis
  1. Singkong dengan kadar racun sedang. Ciri-cirinya adalah :

  • kandungan racun 50 – 100 mg/kg umbi
  • aman untuk konsumbi bila telah diberi perlakuan khusus
  • rasa singkong agak pahit
  1. Singkong dengan kadar racun tinggi, dicirikan oleh :

  • kandungan racun lebih dari 100 mg/kg umbi
  • tidak akan untuk dikonsumsi, harus dibuat gaplek atau dibuat tepung terlebih dahulu
  • rasa singkong sangat pahit

Daun singkong juga mengandung HCN bahkan kadarnya lebih tinggi daripada yang tersimpan di umbi.

Namun menurut penelitian, HCN pada daun singkong akan ikut hilang ketika di rebus dan dibiarkan layu.

Sehingga akan aman ketika dikonsumsi dalam keadaan masak.

Baca : 10 Jenis Tanaman Pangan

Syarat Tumbuh Singkong

Agar dapat tumbuh dengan baik maka tanaman singkong memerlukan kondisi lingkungan yang ideal.  Meskipun dia bisa juga tumbuh di tempat yang tandus.

Baca Juga : Agribisnis Tanaman Pangan

Apa saja kebutuhan singkong untuk dapat tumbuh optimal?

  1. Mendapatkan sinar matahari yang cukup
  2. Ketinggian tempat 0 – 800 m diatas permukaan laut
  3. Tanah memiliki drainase yang baik. Tidak ada genangan air karena bisa menyebabkan umbi menjadi busuk
  4. Tanah tidak terlalu padat atau keras
  5. Curah hujan 760-2500 mm/th dengan bulan kering tidak lebih dari 6 bulan.

Cara Menanam Singkong

Pohon singkong termasuk tanaman yang dapat tumbuh di banyak tempat.  Termasuk di daerah tandus sekalipun.

Meskipun di daerah yang tandus hasil umbinya tidak sebesar ketika di tanam di daerah subur, namun singkong adalah tanaman alternatif yang bisa tumbuh di daerah dengan tingkat kesuburan rendah.

Lantas bagaimanakah cara menanam singkong itu?

  • Mempersiapkan lahan

Pohon singkong akan memberikan hasil umbi yang banyak apabila di tanam di tanah yang gembur.  Tanah yang gembur akan memberikan ruang bagi umbi singkong untuk dapat tumbuh optimal sehingga umbinya akan menjadi besar.

Untuk itu perlu dilakukan pencangkulan tanah yang akan di tanami singkong.

Proses pencangkulan dilakukan 2 kali untuk tanah yang masih keras dengan jarak 1 minggu agar kegemburan tanah cukup bagus.

Apabila penanaman dilakukan di musim hujan, maka perlu dibuat selokan untuk drainase agar tanaman singkong tidak terendam air.

  • Penanaman dan pemeliharaan singkong

Tanah yang telah digemburkan tersebut siap untuk ditanami singkong setelah dibiarkan 1 minggu setelah di dicangkul.

Tanam stek singkong yang telah disiapkan dengan cara menancapkan bagian bawah ke dalam tanah.  Jarak tanam singkong adalah 90-100 cm supaya tanaman mendapatkan cukup sinar matahari.

Setelah bibit singkong di tanam, seminggu kemudian di cek, apabila ada yang mati segera lakukan penyulaman atau di tanam dengan bibit yang baru.

Kebun singkong yang telah berumur 3 minggu, sudah saatnya perlu dilakukan penyiangan dengan cara mencabut rumput serta tanaman lain yang tumbuh di sekitar tanaman singkong.  Lakukan penyiangan 3 minggu berikutnya.

Mulai kurangi daun dan cabang ketika tanaman masuk ke bulan ke dua.  Tinggalkan saja 2 batang singkong yang kuat dan tumbuh berhadap-hadapan supaya dapat menangkap sinar matahari lebih banyak.  Ini adalah fase tanaman mulai membesarkan umbi, sehingga dengan mengurangi jumlah batang & daun maka konsetrasi makanan akan disalurkan ke bagian umbi.

  • Panen Singkong

Panen dilakukan setelah tanaman setidaknya berumur 9 bulan.  Akan tetapi, umur panen yang paling bagus adalah 12 bulan.  Pada usia ini, umbi kayu sudah cukup banyak dan buahnya besar-besar.

Potong batang terlebih dahulu sebelum di panen supaya memudahkan proses mencabut akarnya.  Gunakan pengungkit atau cangkul apabila tanaman sulit di cabut.

Gambar Singkong

Gambar Singkong

Kandungan Singkong

Ternyata singkong memiliki kandungan pati yang tinggi (mencapai 80%) dan gula (20%).  Sedangkan bahan lainnya adalah protein rata-rata 1,25%, lemak 0,29%, calsium 0,12%, Phosposr 0,16%, sodium 0,06% serta Magnesium 0,37%.

Tingginya kandungan pati pada umbi singkong inilah yang menjadikannya sebagai salah satu bahan baku industri yang potensial.

Manfaat Singkong

Sebagai tanaman yang sangat akrab dengan petani, singkong ternyata menyimpan begitu banyak manfaat untuk manusia.

Itu sebabnya, dia menjadi tanaman pangan alternatif yang paling banyak di tanam di Indonesia.

Apa saja sajakah manfaat singkong bagi manusia?

Manfaat singkong :

  • Menyediakan karbohidrat bagi manusia

Karbohidrat berguna sebagai sumber energi pada manusia.  Sumber energi ini nantinya akan digunakan untuk melakukan berbagai aktifitas sehari-hari.  Itulah kenapa singkong termasuk ke dalam bahan pangan alternatif.

Bahkan dibeberapa daerah yang tandus, singkong menjadi makanan pangan utama.  Dia dapat disimpan dalam bentuk gaplek sehingga tahan disimpan lama.

  • Untuk pengobatan dan bahan baku industri

Singkong dapat menghasilkan etanol yang sangat berguna dalam bidang kesehatan dan industri farmasi.  Etanol digunakan untuk sterilisasi serta untuk campuran pembuatan obat.  Kandungan etanol yang tinggi pada singkong menjadikannya banyak digunakan untuk bahan baku industri kesehatan dan farmasi.

  • Sebagai perekat

Tepung singkong atau aci dapat digunakan untuk membuat lem atau bahan perekat.  Ia memiliki daya lengket yang sangat penting untuk berbagai hal yang membutuhkan lem.

  • Pakan ternak

Selain bisa digunakan untuk manusia, singkong juga sangat baik untuk pakan ternak.  Sapi dan kambing yang cukup mengkonsumsi singkong akan memiliki bobot yang tinggi dan gemuk.  Mereka juga sangat menyukai umbi dan daun singkong ini.

  • Sebagai sayur pelengkap

Manfaat daun singkong, ia dapat digunakan sebagai sayur pelengkap.  Kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sangat baik untuk kesehatan.

Daun singkong mengandung protein yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *