Tanaman Sayur Hidroponik

Pernahkah membayangkan memiliki kebun sayur yang akan memberikan keuntungan setiap bulan?

Apalagi dengan lahan yang terbatas juga bisa memberikan hasil?  Pasti akan sangat menyenangkan bukan?  Yups kita akan bisa mendapatkannya melalui budidaya tanaman sayuran hidroponik.

Keuntungan Hidroponik

Benarkah bisa demikian?

Tentu saja bisa, karena seperti yang kita ketahui budidaya tanaman sayuran hidroponik memiliki keunggulan :

1) panen lebih cepat,

2) buah lebih atau hasil panen lebih banyak,

3) tanaman juga lebih segar.

4) bisa dilakukan dilahan terbatas.

Yang lebih menarik lagi adalah, tanaman sayuran hidroponik bisa ditanaman dengan kombinasi teknis vertikultur sehingga dalam area lahan yang sempit tetap bisa diproduksi.

Kenapa Hidroponik Bisa Panen Cepat?

Apa siy yang menyebabkan tanaman hidroponik panen lebih cepat dan hasil lebih berlimpah?

Ini terjadi karena nutrisi yang diberikan kepada tanaman hidroponik benar-benar diperhatikan dengan seksama sehingga kebutuhan tumbuh kembang tanaman dapat tercukupi.

Maka tidak akan mengherankan apabila hasil panennya akan lebih berlimpah.

Apalagi jika dikombinasi dengan green house yang dapat melindungi tanaman dari serangan cuaca luar ekstrim, tentu saja akan lebih bagus hasil panennya.

Lantas, apa saja jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik?

Mari kita bahas satu persatu.

Jenis Sayuran Hidroponik Yang Memiliki Nilai Jual Tinggi

  1. Selada/lettuce

Selada termasuk sayuran yang utama dalam dunia pendamping lalapan.  Sayuran ini akan sangat segar disajikan di meja makan bersanding dengan aneka lauk yang enak-enak.

Bisa dikatakan lalapan tanpa selada seperti ada yang kurang lengkap.

Nah yang seru lagi, harga jual selada juga cukup tinggi, antara 1000 – 2500 per ikat yang berisi 1-2 buah tanaman selada.

Tanaman Hidroponik Selada

Tanaman Hidroponik Selada

Hmmm sudah bisa dihitung kan kalau bisa menanam seribu tanaman selada, berapa hasil penjualan yang bisa kita dapatkan dalam waktu produksi sekitar 30 hari saja…..

  1. Cabe

Tanaman cabe bisa dikatakan tanaman yang paling tinggi nilai ekonominya.  Apalagi pada saat harganya melambung…wah wah jangan dikira …. bahkan daging sapi saja harganya bisa di bawah harga cabe per kilogramnya.

Cabe Hidroponik

Cabe Hidroponik

Seringkali tingginya harga cabe ini terjadi ketika pasokan jumlah cabe di pasaran sedikit, sedangkan permintaan cabe tidak pernah turun.  Akhirnya berlakulah hukum pasar, dimana permintaan tinggi dan persediaan sedikit, maka harga akan naik.

Apa siy yang menyebabkan tanaman cabe gagal panen?  Tidak lain dan tidak bukan adalah adanya serangan hama/penyakit tanaman atau karena adanya cuaca ekstrim sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik.

Keadaan tersebut akan lebih baik ketika cabe di tanam dengan menggunakan sistem hidroponik dalam green house.  Maka faktor-faktor lingkungan dapat lebih terkontrol sehingga cabai akan tumbuh dengan lebih baik.

Selain itu, penanaman cabe hidroponik dalam green house juga dapat dilakukan sepanjang musim.  Baik itu musim hujan, musim kemarau ataupun musim pancaroba.  Dia akan tetap tumbuh dengan baik.

Kebayangkan jika di saat panen cabe rendah, namun kita memiliki barangnya…..tentu saja jualan kita akan cepat diserbu oleh pembeli, berarapun harganya.

Baca Juga :Tanaman Cabe Merah

  1. Kol

Tanaman Kol yang di tanam di lahan terbuka sering kali mengalami kerusakan akibat serangan hama dan penyakit. Tanaman ini termasuk jenis sayuran yang rentan dan memiliki banyak musuh.  Oleh karenannya akan lebih aman di tanam di dalam green house dengan sistem hidroponik….stay save kol….hahahaha….

Kol Hidroponik

Kol Hidroponik

  1. Kentang

Adakah yang pernah berjalan-jalan ke dataran tinggi Dieng?  Itu adalah tempat dimana tanaman kentang banyak dibudidayakan oleh petani. Dataran tinggi Dieng termasuk daerah sentra produksi kentang.

Tidak semua tempat bisa menghasilkan kentang, karena syarat tumbuhnya yang memang sangat ketat.  Kentang baru dapat berproduksi dengan bagus ketika suhu udara lingkungannya rendah.

Dan ini baru dapat di capai di dataran-dataran tinggi seperti Dieng.

Ketika kentang di tanam di tempat yang suhunya tinggi, maka umbinya tidak akan dapat berkembang dengan baik dan besar.  Maka dapat dipastikan bahwa hasilnya kurang memadai.

Bagaimana dengan kentang yang ditanam di green house hidroponik?

Kentang Hidroponik

Kentang Hidroponik

Tentu saja bisa dilakukan.  Suhu ruangan dalam green house bisa di atur, pemberian nutrisi tanaman bisa di lakukan melalui pupuk cair, maka kentang akan dapat tumbuh lebih baik di lingkungan ini. (Baca Juga : Kentang Hidroponik)

Bagaimana dengan harga kentang?

Ini sudah tidak perlu ditanyakan lagi.  Selain permintaan masyarakat tinggi, kentang juga banyak dibutuhkan oleh industri-industri makanan ringan.

Terdapat pabrik-pabrik makanan ringan yang membutuhkan kentang dalam jumlah banyak dan kontinyu.  Ini tentu akan menjadi pasar yang menarik bukan?

Baca Juga : Segarnya Tanaman Buah Hidroponik

  1. Kacang panjang

Siapa siy yang tidak kenal dengan kacang panjang?  Sayuran dengan warna hijau dan berbentuk panjang ini sering kita jumpai dalam menu sehari-hari.  Bisa di olah menjadi pecel, atau dijadikan sayuran tumis yang lezat.

Kacang Panjang Hidroponik

Kacang Panjang Hidroponik

  1. Tomat

Bulat, segar, berwarna merah atau oranye cerah …..itulah buah tomat.  Termasuk ke dalam golongan tanaman sayuran buah.  Sayuran tapi bentuknya seperti buah….itu makanya masuk ke bentuk tanaman sayuran buah.

Tanaman tomat memiliki rasa asem-asem yang segar.

Cocok untuk kombinasi sayuran atau untuk lalapan.  Dan sama seperti cabe, tanaman tomat juga memiliki permintaan yang tidak pernah turun namun produksinya sering mengalami kendala sehingga gagal panen.

Atau panen dengan kondisi kurang baik.

Tomat Hidroponik perlu di beri penyangga

Tomat Hidroponik perlu di beri penyangga

Masa-masa produksi rendah inilah yang nanti akan mendongkrak harga tomat menjadi sangat tinggi.  Meski kadang ketika panen raya harganya bisa jatuh, tidak lain dan tidak bukan biasanya karena memang tomat tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Menanam tomat dengan cara hidroponik dapat meningkatkan kualitas buahnya agar tidak mudah membusuk.  Cara ini dapat mencegah kerugian karena tomat cepat membusuk.  Dengan kualitas yang lebih baik, maka harga tomatnya juga akan tinggi.

  1. Bayam Merah

Bayam merah diketahui memiliki fungsi baik untuk kesehatan.  Karena warna daunnya yang merah di sinyalir memiliki kandungan zat besi yang berguna untuk pembentukan darah.  Maka tanaman bayam merah bisa menjadi alternatif makanan penambah darah.

Banyak yang menyukai tanaman ini, namun tidak banyak yang membudidayakannya.  Biasanya orang menanam bayam hijau, tidak bayam merah.

Bayam Merah Hidroponik

Bayam Merah Hidroponik

Selain karena benihnya yang sulit dicari, bayam merah juga belum terlalu dikenal oleh masyarakat.

Karena jumlahnya yang tidak banyak itulah, maka harga bayam merah lebih tinggi dibandingkan dengan bayam hijau.

Disamping itu, masa panennya yang cepat juga akan memberikan keuntungan yang cepat ketika kita menanamnya.

Budidaya hidroponik bayam merah bisa dilakukan dengan sistem NFT, aeroponik atau hidroponik substrat.

Baca Juga : Cara Berkebun Hidroponik

  1. Jagung manis

Tekstur rasanya manis ketika dikonsumsi.  Tanaman jagung ini dipanen pada saat masih muda supaya bulir jagung belum terlalu matang dan keras.

Jika ditanam menggunakan sistem hidroponik, maka tanaman jagung manis akan memberikan hasil yang tinggi.  Hidroponik yang tepat adalah hidroponik substrat menggunakan pasir yang telah di sterilisasi.

Jagung Manis Hidroponik

Jagung Manis Hidroponik

Harga jual per buah bisa sampai 2000 -2500 rupiah.  Dan dalam satu pohon bisa menghasilkan hingga 4 buah jagung.  Berapa hasil yang ingin kita dapatkan?  Tinggal di kalikan dengan jumlah tanaman jagung yang kita tanam.

Baca Juga : Petunjuk Cara Menanam Hidroponik Sederhana Dengan Teknik NFT

  1. Wortel

Sebelumnya tanaman wortel hanya di tanam dengan sistem budidaya konvensional.  Namun untuk tanaman wortel yang besar-besar dengan benih impor akan lebih tepat jika di tanam dengan sistem hidroponik.

wortel hidroponik

wortel hidroponik

Agar hasil panen wortelnya dapat lebih bagus dan besar-besar.  Tanaman wortel hidroponik biasanya ditanam dengan teknik aeroponik.

Yaitu cara budidaya hidroponik yang memberikan nutrisi kepada tanaman dengan cara menyemprotkan cairan langsung ke akar tanaman.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *