Tanaman Kopi

Kopi termasuk jenis minuman non alkohol yang memiliki fans fanatik.  Idola-idola kopi ini akan menyeduhnya setiap hari.  Akan terasa belum lengkap harinya sebelum menyeduh kopi, itu pendapat para penggemar kopi.

Bagi penggemarnya, kopi bisa menjadi moodbuster yang efektif.  Kombinasi dari rasa pahit, sedikit asam (dibeberapa jenis kopi), dan manis akan menjadi perpaduan rasa nikmat yang bisa membangkitkan lagi mood yang sempat turun.

Baca Juga : Kopi Luwak Halalkah? Ini Dia Penjelasannya

Sejarah Tanaman Kopi Di Indonesia

Ingin tahu kan dari mana kopi berasal?

Ternyata tanaman kopi yang menghasilkan biji kopi tidak berasal dari Indonesia.  Tanaman kopi yang banyak di tanam oleh petani Indonesia adalah benih yang berasal dari Benua Afrika.

Jenis kopi Arabika pertama masuk ke Indonesia.  Di abad ke 17, tanaman ini masuk kemudian banyak dikembangbiakkan di daerah Jawa Barat dan Jakarta.  Setelah di Jawa Barat dan Jakarta berkembang baik, barulah tersebar ke seluruh Indonesia.

Hingga abad ke 18 kopi Arabika masih menjadi kopi yang banyak di tanam oleh petani, namun memasuki abad ke 19 terjadi serangan penyakit Karat Daun yang menyebabkan banyak tanaman Kopi Arabika ini mati.  Kopi Arabika yang selama adalah tanaman yang ditanam di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut saja yang mampu bertahan hidup.  Karena ternyata penyakit ini tidak tahan terhadap suhu dingin.  Serangan penyakit karat daun ini menyebabkan populasi kopi Arabika menyusut drastis.

Baca Juga : Budidaya Tanaman Kopi

Adanya serangan penyakit yang ganas tersebut membuat para ahli berpikir keras mencari tanaman kopi yang tahan terhadap penyakit ini.  Dan ditemukanlah fakta bahwa ternyata Kopi Robusta memiliki sifat tahan terhadap penyakit karat daun.

Selain kuat terhadap serangan penyakit karat daun, kopi Robusta juga memiliki syarat tumbuh yang lebih ringan dibandingkan kopi arabika.  Dan juga memiliki produktivitas tanaman yang lebih tinggi.

Dengan adanya sifat-sifat unggul itulah kemudian kopi Robusta lebih banyak berkembang di tanah air.

Mengenal Tanaman Kopi

Sebelum kita membudidayakan kopi, tentu saja kita harus mengenal lebih dekat, seperti apa tanaman kopi itu.

Akar.  Tanaman kopi memiliki perakaran dangkal.  Di dalam tanah akar kopi hanya tumbuh di area 0 – 30 cm saja.  Itu sebabnya tanaman ini akan sangat tergantung dengan kondisi kesuburan tanah lapisan atas saja.

Batang dan Cabang.  Tanaman kopi termasuk tanaman yang tumbuh tegak ke atas (ortotropok) dan tumbuh ke samping (plagiotropik).

Daun.  Daun tanaman kopi tumbuh berpasangan dan berhadapan.  Stomata masing-masing jenis kopi memiliki perbedaan yang kemudian menjadi alat untuk mengidentifikasi jenis kopi.

Baca Juga : Jenis-Jenis Kopi Luwak Di Indonesia

Bunga dan Buah.  Bunga kopi terbentuk pada ketiak-ketiak daun dari cabang.  Pada setiap ketiak daun akan terdapat 4 – 5 tandan.  Masing-masing tandan terdiri atas 3 – 5 bunga.  Sehingga dengan demikian, maka setiap ketiak akan dapat dibentuk antara 12 – 25 bunga.  Atau dengan kata lain 24 – 50 bunga per dompolannya.

Buah Kopi Robusta Yang Telah Matang

Buah Kopi Robusta Yang Telah Matang

Bunga tanaman kopi berwarna putih.  Yang berbeda dari Kopi Arabika dan Kopi Robusta adalah di jumlah kelopak bunganya.  Untuk kopi robusta, mahkota bunga yang dimiliki berjumlah 3-8 helai.  Sedangkan kopi arabika jumlah mahkota bunganya 5 helai.

Panjang tangkai putik kopi robusta melebihi benang sarinya.  Sedangka kopi arabika memiliki benang sari yang lebih panjang daripada putiknya.

Untuk proses penyerbukannya, kopi arabika bisa menyerbuk sendiri (self Pollinator).  Kopi Robusta memerlukan penyerbukan silang (Cross Pollinator).

Bunga pada tanaman kopi biasanya akan muncul ketika tanaman sudah berumur 3 tahun.  Sedangkan buahnya akan muncul ketika usia pohon mencapai 4 tahun.

Buah kopi akan masak dalam waktu antara 9 bulan sampai 1 tahun.  Untuk Kopi Robusta proses pemasakan buah kopi memerlukan waktu 10-11 bulan.  Sedangkan kopi arabika 9-10 bulan.

Iklim Yang Cocok Untuk Tanaman Kopi

Tanaman kopi akan dapat tumbuh dengan baik pada daerah-daerah yang terletak antara 20 derajat LU dan 20 derajat LS.  Karena Indonesia terletak di 5 derajat LU dan 10 derajat LS maka sebenarnya sangat cocok untuk budidaya tanaman kopi.

Faktor iklim yang banyak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kopi adalah : ketinggial tempat (elevasi), temperatur, dan curah hujan.

Baca Juga : Mengenal dan Menikmati Kopitiam Yang Tersohor

Ketinggian tempat yang dibutuhkan oleh Kopi Arabika untuk tumbuh dengan baik termasuk terhindar dari serangan karat daun adalah 800 – 1500 m di atas permukaan laut.  Sedangkan kopi robusta bisa tumbuh di ketinggian 0 – 1000 m di atas permukaan laut, namun optimal di ketinggian 400 – 800 m di atas permukaan laut.

Makin tinggi elevasi akan semakin lambat pertumbuhan kopinya dan semakin lama masa non produktifnya.  Elevasi juga akan mempengaruhi besarnya biji kopi.  Untuk tempat yang  lebih tinggi, ukuran buah kopinya akan semakin besar.

Suhu optimal pertumbuhan kopi adalah 17 – 21 derajat celcius untuk kopi arabika dan 21-24 derajat celcius untuk kopi robusta.

Curah hujan yang mempengaruhi pertumbuhan kopi adalah curah hujan yang memiliki interval distribusi agak lama.  Tanaman kopi memerlukan masa agak kering selama kurang lebih 3 bulan. Terutama untuk jenis kopi robusta, tanaman ini karena memerlukan penyerbukan silang justru sangat tergantung pada fase cuaca kering ini.

Curah hujan yang paling baik untuk tanaman kopi adalah 2000 – 3000 mm per tahun.  Biji kopi yang dihasilkan dari perkebunan kopi di daerah kering maka rendemen kopinya akan lebih tinggi.

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *