Tanaman Hortikultura

Tanaman hortikultura adalah tanaman yang berbasis budidaya kebun.

Tapi, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini tanaman hortikultura tak hanya lingkup tanaman kebun, tapi juga sudah masuk dalam dunia pembibitan, perbenihan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut tanaman dengan budidaya kebun.

Hortikultura merupakan bagian dari agronomi. Namun, berbeda dari agronomi, hortikultura justru memfokuskan peranan budidaya pada jenis tanaman buah, bunga, sayuran, obat-obatan, dan lansekap atau yang kita sebut taman.

Berikut ini ada penjelasan mengenai klasifikasi, manfaat, ciri dan budidaya tanaman hortikultura tersebut.

Baca Juga : Harga Tanaman Buah Tin 2018

Klasifikasi, Ciri, Manfaat dan Budidaya Tanaman Hortikultura

  1. Klasifikasi Tanaman Hortikultura

Seperti yang telah kita ketahui, tanaman hortikultura membaginya ke dalam beberapa klasifikasi. Ini digunakan untuk memudahkan pembagian jenis budidaya hortikultura dalam pengembangannya.

Klasifikasi tanaman hortikultura terbagi kedalam empat kategori, yakni yang pertama tanaman buah-buahan yang meliputi pohon dan keanekaragaman morfologinya.

Yang kedua adalah tanaman hortikulura sayur-sayuran.

Ketiga adalah tanaman hias yang berguna sebagai estetika keindahan lingkungan sekitar.

Dan yang terakhir adalah landskap arsitektur yang digunakan untuk elemen-elemen tertentu agar menghasilkan pemandangan yang indah.

Gambar Taman Dari Aneka Tanaman Hias

Gambar Taman Dari Aneka Tanaman Hias

  1. Ciri Tanaman Hortikultura

Selanjutnya adalah ciri tanaman hortikultura itu sendiri.

Beberapa ciri-ciri budidaya tanaman ini adalah produksi tanaman yang musiman alias tidak selalu ada sepanjang tahun.

Misalkan durian, rambutan yang hanya terjadi beberapa bulan dalam setahun.

Baca Juga : Berbagai Macam Tanaman Hias Bunga Yang Mempesona

Ciri-ciri lainnya meliputi beberapa klasifikasi ada yang memiliki jenis tanah yang hanya cocok untuk beberapa daerah saja.

Contohnya jeruk bali, mangga garut, markisa medan dan nanas palembang masuk dalam klasifikasi tanaman hortikultura yang hanya cocok ditanam di daerah-daerah tersebut.

Ciri-ciri lainnya adalah mengandung nilai estetika, jadi harus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ciri yang terakhir tanaman hortikultura yaitu dikenal cepat busuk karena menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.

  1. Budidaya Tanaman Hortikultura

Budidaya tanaman hortikultura bisa dilakukan dengan dua cara yakni generatif (menggunakan biji) dan vegetatif yang menggunakan bantuan tangan manusia.

Di lingkup vegetatif sendiri masih dibagi ke dalam beberapa teknik yaitu : cangkok, stek batang, runduk, stek daun, okulasi dan sambung pucuk (enten).

Namun yang menjadi favorit biasanya cangkok dan stek batang karena cara yang digunakan tergolong tidak terlalu susah.

Jika cangkok, jenis tumbuhan yang bisa digunakan adalah tanaman berkayu, sedangkan stek batang biasanya digunakan ketika menemui jenis batang yang usianya sudah cukup tua dan bisa dilakukan stek.

Tapi, rata-rata semua budidaya di Indonesia menggunakan langkah-langkah di atas.

Baca juga : Budidaya Tanaman Cabe Di Indonesia

  1. Manfaat Tanaman Hortikultura

Tentunya, tanaman hortikultura yang biasa ditemui setiap hari memiliki manfaat yang sangat berguna tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tapi juga memiliki manfaat yang berguna bagi kelangsungan perekonomian.

Bagi petani, manfaat tanaman hortikultura tentu sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.

Nilai jual tanaman hortikultura asli Indonesia yang terbilang sepadan dengan usaha yang dilakukan, tentu meningkatkan sumber penghasilan petani.

Belum lagi, bisa menambah devisa negara karena setiap negara tentu bersaing mendapatkan produk unggulan pertanian.

Belum lagi, kesempatan lowongan kerja jelas akan terbuka lebar, karena holtikultura setiap tahun selalu dikembangkan dalam segmentasi berbeda.

Tak pelak, meski memiliki manfaat, tanaman ini juga punya dampak negatif, seperti ada campuran zat kimia yang masuk ke dalam tanaman karena proses budidaya serta kerugian petani yang bisa datang secara tiba-tiba jika musim kemarau berkepanjangan melanda dan sanitasi air sangat kurang.

Jadi, sebelum berbisnis tanaman hortikultura, alangkah baiknya untuk mempelajari secara runtut dan mendalam agar bisa meminimalisir segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Dan tidak kalah penting juga harus melakukan diversifikasi macam tanaman hortikultura.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *