Tanaman Hortikultura

Pengertian Hortikultura

Tanaman hortikultura adalah tanaman yang berbasis budidaya kebun.

Tapi, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini tanaman hortikultura tak hanya lingkup tanaman kebun, tapi juga sudah masuk dalam dunia pembibitan, perbenihan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut tanaman dengan budidaya kebun.

Hortikultura merupakan bagian dari agronomi. Namun, berbeda dari agronomi, hortikultura justru memfokuskan peranan budidaya pada jenis tanaman buah, bunga, sayuran, obat-obatan, dan lansekap atau yang kita sebut taman.

Berikut ini ada penjelasan mengenai klasifikasi, manfaat, ciri dan budidaya tanaman hortikultura tersebut.

Baca Juga : Harga Tanaman Buah Tin

Klasifikasi Tanaman Hortikultura

Seperti yang telah kita ketahui, tanaman hortikultura membaginya ke dalam beberapa klasifikasi. Ini digunakan untuk memudahkan pembagian jenis budidaya hortikultura dalam pengembangannya.

Klasifikasi tanaman hortikultura terbagi kedalam kategori :

  • Tanaman buah-buahan

Tanaman buah-buahan bisa dikategorikan sebagai tanaman yang menghasilkan buah yang bisa dikonsumsi oleh manusia.

Tanaman buah ini penting bagi kehidupan manusia karena mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bisa jadi tidak ditemukan di jenis makanan lainnya.

Kebun Apel

Kebun Apel

Kandungan vitamin-vitamin dan mineral masing-masing buah akan berbeda, sehingga manfaatnya untuk kesehatan juga akan berbeda-beda.

Karena pentingnya peranan tanaman buah ini, maka perlu upaya budidaya yang memang sesuai supaya target produksi bisa tetap tercapai.

Target produksi yang tercapai artinya adalah bisa mendapatkan hasil dengan jumlah yang cukup serta memiliki kualitas yang baik.

Untuk itulah diperlukan upaya-upaya teknis budidaya yang mendukung tujuan tersebut.

Contoh tanaman buah yang banyak diperlukan oleh masyarakat adalah : Durian, Rambutan, Nanas, Mangga, Jambu, Jeruk, dan lain sebagainya.

  • Tanaman sayur

Tanaman sayur dibutuhkan oleh setiap masyarakat untuk konsumsi sehari-hari menemani nasi sebagai makanan pokok.

Kebutuhan akan sayur mayur semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Kebun sayur

Kebun sayur

Karena itu tentu saja bisa dibayangkan, berapa banyak sayuran yang perlu dipanen setiap hari untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Jenis-jenis sayuran yang setiap hari dibutuhkan antara lain : kangkung, bayam, kubis, kacang-kacangan, sawi, dan lain-lain.

  • Tanaman hias

Meskipun kebutuhannya tidak sebesar kebutuhan tanaman sayur, tetapi tanaman hias juga penting bagi kehidupan masyarakat.

Adanya tanaman hias, maka nilai keindahan lingkungan akan meningkat.

Kebun Tanaman Hias

Kebun Tanaman Hias

Tentu saja dengan lingkungan yang semakin indah, maka tingkat kebahagiaan masyarakat juga akan meningkat.  Yang paling penting adalah bisa membantu mengurangi tingkat stres terutama pada masyarakat perkotaan.

Karena kebutuhannya yang semakin hari semakin meningkat itulah maka tanaman hias juga masuk ke dalam tanaman hortikultura yang perlu dibudidayakan di kebun.

  • Tanaman obat

Kesadaran akan kesehatan berbasis bahan-bahan alami semakin meningkat dari hari ke hari.  Masyarakat saat ini akan banyak yang menjadikan metode pengobatan alami sebagai rujukan menjaga kesehatan.

Kebun Tanaman Obat

Kebun Tanaman Obat

Itu sebabnya tanaman obat dan herbal semakin banyak dibutuhkan.

Tingginya kebutuhan tersebut menjadikan tanaman obat pun perlu untuk dibudidayakan di kebun.

  • Landskap arsitektur

Sering juga di sebut dengan bidang pertamanan.

Hortikultura kategori ini merupakan kombinasi antara tanaman hias dengan aneka ornamen batu dan bahan alami lainnya untuk dijadikan sebagai taman yang indah di pandang.

Sama seperti kebutuhan akan tanaman hias, kebutuhan akan lansdscape pertamanan juga semakin meningkat dari hari ke hari.

Gambar Taman Dari Aneka Tanaman Hias

Gambar Taman Dari Aneka Tanaman Hias

Ciri-Ciri Tanaman Hortikultura

Selanjutnya adalah ciri tanaman hortikultura itu sendiri.

Beberapa ciri-ciri dari tanaman ini adalah  :

  • produksi tanaman yang musiman alias tidak selalu ada sepanjang tahun.

Misalkan durian, rambutan yang hanya terjadi beberapa bulan dalam setahun.

  • dibeberapa jenis tanaman hortikultura hanya cocok untuk di tanam di beberapa daerah saja.

Contohnya jeruk bali, mangga garut, markisa medan dan nanas palembang masuk dalam klasifikasi tanaman hortikultura yang hanya cocok ditanam di daerah-daerah tersebut.

  • mengandung nilai estetika, jadi harus memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • dikenal cepat busuk karena menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.

Budidaya Tanaman Hortikultura

Budidaya tanaman hortikultura dilakukan dengan tahapan :

  • Persiapan lahan

Persiapan lahan merupakan tahap awal yang penting untuk menanam hortikultura.

Bagaimana persiapan lahan diperlukan akan tergantung pada:

  1. Jenis tanaman yang akan dibudidayakan, ukuran tanaman, serta umur panennya
  2. Teknik budidaya yang akan dilakukan.  Apakah menggunakan sistem organik, hidroponik ataukah konvensional
  3. Luasan lahan yang akan digunakan

Persiapan lahan ini juga bisa menggunakan cara modern atau konvensional.  Masing-masing cara memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Pembibitan

Pembibitan ini dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang nantinya akan dibudidayakan.

Ini juga bisa disebut sebagai proses perbanyakan tanaman.

Cara memperbanyak tanaman bisa dilakukan dengan dua cara yakni generatif (menggunakan biji) dan vegetatif yang menggunakan bantuan tangan manusia.

Di lingkup vegetatif sendiri masih dibagi ke dalam beberapa teknik yaitu : cangkok, stek batang, runduk, stek daun, okulasi dan sambung pucuk (enten).

Namun yang menjadi favorit biasanya cangkok dan stek batang karena cara yang digunakan tergolong tidak terlalu susah.

Jika cangkok, jenis tumbuhan yang bisa digunakan adalah tanaman berkayu, sedangkan stek batang biasanya digunakan ketika menemui jenis batang yang usianya sudah cukup tua dan bisa dilakukan stek.

Mana yang akan digunakan?  Lakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis tanaman.  Karena berbeda jenis tanaman yang dibudidayakan maka kebutuhannya juga akan berbeda-beda.

  • Penanaman bibit

Bibit tanaman yang telah dipersiapkan, apabila telah cukup umur, bisa di tanam di lahan.  Penanaman akan sangat baik jika dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam.

Pemilihan waktu tersebut dilakukan dengan pertimbangan untuk mengurangi tingkat kerusakan bibit akibat panasnya sinar matahari.

  • Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan melakukan pemupukan, penyiangan, dan pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.

Tentu saja bagaimana cara melakukannya akan tergantung dari jenis tanaman yang diusahakan.

  • Panen

Ini adalah masa yang ditunggu-tunggu oleh setiap petani ketika menanam tanaman.

Panen dilakukan dengan mengambil daun, buah, batang atau akar tanaman sesuai dengan jenis tanaman yang dibudidayakan.

Tapi, rata-rata semua budidaya di Indonesia menggunakan langkah-langkah di atas.

Baca juga : Budidaya Tanaman Cabe Di Indonesia

Manfaat Tanaman Hortikultura

Tentunya, tanaman hortikultura yang biasa ditemui setiap hari memiliki manfaat yang sangat berguna tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tapi juga memiliki manfaat yang berguna bagi kelangsungan perekonomian.

Manfaat Bagi Petani

Bagi petani, manfaat tanaman hortikultura tentu sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.

Nilai jual tanaman hortikultura asli Indonesia yang terbilang sepadan dengan usaha yang dilakukan, tentu meningkatkan sumber penghasilan petani.

Belum lagi, bisa menambah devisa negara karena setiap negara tentu bersaing mendapatkan produk unggulan pertanian.

Kesempatan lowongan kerja jelas akan terbuka lebar, karena holtikultura setiap tahun selalu dikembangkan dalam segmentasi berbeda.

Manfaat Bagi Masyarakat

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, tanaman hortikultura sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan gizi dan makanan.

Tanpa adanya tanaman hortikultura maka kesehatan masyarakat tidak akan terjamin.

Selain kebutuhan makanan, tanaman hortikultura juga bisa memberikan nilai keindahan yang bisa meningkatkan nilai kebahagiaan masyarakat sekaligus menurunkan tingkat stress masyarakat.

Efek Negatif Pengembangan Hortikultura

Tak pelak, meski memiliki manfaat, tanaman ini juga punya dampak negatif, seperti ada campuran zat kimia yang masuk ke dalam tanaman karena proses budidaya.

Meningkatnya tingkat kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan-bahan obat dan pupuk kimiawi oleh petani.

Kerusakan lingkungan ini akan terjadi apabila usaha budidaya tanaman dilakukan secara intensif tanpa memperhatikan kondisi lingkungan serta upaya penyeimbang dan penyehatannya.

Salah satu cara untuk menyeimbangkan kesehatan lingkungan misalnya dengan penggunaan pupuk-pupuk organik untuk mengembalikan kondisi tanah.

Mengurangi penggunaan pestisida dan obat-obat kimiawi pada tanaman, dan cara-cara lainnya.

Penutup

Kesimpulannya adalah sebelum berbisnis tanaman hortikultura, alangkah baiknya untuk mempelajari secara runtut dan mendalam tentang budidaya dan bisnis tanaman hortikultura.

Langkah ini perlu dilakukan agar bisa meminimalisir segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *