Tanaman Buah Hidroponik

Budidaya tanaman dengan metode hidroponik ternyata tidak hanya bisa diterapkan pada sayuran, namun juga buah-buahan.

Tanaman buah hidroponik akan memiliki keunggulan seperti tanaman sayuran yang ditanam dengan cara hidroponik.  Apa sajakah keunggulan bertanam hidroponik?

Baca Juga : 5 Jenis Tumbuhan Hidroponik Yang Mudah Ditanam

Keunggulan budidaya buah dengan cara hidroponik

  1. Mengurangi adanya resiko serangan hama tanah karena media tanam yang digunakan tanpa tanah
  2. Tanaman yang di tanam akan lebih terkendali lingkungannya terutama pada hidroponik yang dibudidayakan di green house
  3. Fase pertumbuhan tanaman juga lebih mudah dikontrol sehingga hasil panennya akan lebih lebih cepat, lebih baik dan lebih banyak
  4. Meminimalkan serangan hama dan penyakit tanaman khsususnya pada budidaya hidroponik menggunakan green house

Adanya keunggulan-keunggulan tersebut tentunya menjadikan bertanam buah dengan cara hidroponik dapat menjadi pilihan.

Apa saja siy tanaman buah yang bisa di tanam dengan cara hidroponik?

Mari kita liat tulisan berikut ini….

5 Jenis Tanaman Buah Hidroponik Yang Laku Di Pasaran

  1. Melon

Si Hijau dengan daging buah yang manis, renyah dan segar ini bernama Melon.

Di bawa ke Indonesia sebelum tahun 80-an sebagai buah impor dan hanya dinikmati oleh masyarakat kelas atas.

Namun karena adanya batasan impor buah oleh pemerintah kala itu, maka banyak pengusaha agribisnis mulai menanam sendiri buah ini.

Tanaman Melon Hidroponik, tanaman buah hidroponik

Tanaman Melon Hidroponik

Pada saat ini, tidak hanya masyarakat kelas atas yang dapat mengkonsumsi melon, namun masyarakat kebanyakan juga banyak yang menyukai.

Sehingga dapat dikatakan bahwa permintaan buah melon ini banyak.

Agar hasil panen melon melimpah, bahkan tanaman ini juga dibudidayakan dengan sistem hidroponik.

  1. Jagung Manis

Tentu banyak yang tidak menyangka bahwa jagung manis bisa menjadi tanaman buah hidroponik.

Padahal justru dengan sistem hidroponiklah, jagung manis dapat berproduksi maksimal.

Meskipun membutuhkan perlakuan khusus yaitu pengaturan jarak tanam yang sesuai, namun secara umum budidaya jagung manis dengan sistem hidroponik tidaklah sulit.

  1. Semangka

Siapa siy yang tidak mengenal semangka?

Buah segar ini sepertinya hampir disukai oleh semua orang karena rasanya yang manis dan segar.  Cocok dihidangkan di acara-acara kumpul-kumpul, atau pun acara resmi.  Baik di luar ruangan ataupun acara indoor.

Hmm…segar dan manis, itu yang akan terbayang di benak semua orang jika mengingat tentang semangka.

Tetapi tahukah anda darimana semangka ini berasal?

Ternyata, semangka berasal dari tanah Afrika nun jauh disana.  Dia di kenal sejak 4000 tahun sebelum masehi.

Di Afrika ini, semangka ditanam di sepanjang tepian sungai Nil yang memang terkenal subur.

Dari tepian sungai Nil kemudian semangka menyebar ke Cina dan India hingga akhirnya sampai di Indonesia.

  1. Buah naga

Buah naga bisa dikatakan primadona baru yang sedang naik daun.  Meskipun baru dikenalkan ke masyarakat, ternyata sambutan masyarakat akan buah ini sangat bagus.

Sehingga permintaannya mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.  Tidak mengherankan jika harga buah ini cukup tinggi karena memang persediaannya yang masih kalah jauh bila dibandingkan dengan permintaannya.

Iklim Indonesia yang cocok membuat budidaya tanaman buah naga di Indonesia tidak mengalami kesulitan, termasuk juga dengan sistem budidaya hidroponik.  Sehingga kita juga dapat memiliki tanaman hidroponik buah naga.

  1. Nanas

Memiliki kulit berduri, berbuah manis atau asam, dan rasanya segar, itulah buah nanas.

Tanaman ini adalah tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan selatan.

Dan dibawa masuk ke Indonesia karena ternyata memang cocok dibudidayakan di sini.

Bukan termasuk tanaman musiman, nanas bisa dibudidayakan sepanjang tahun.

Bukan hanya di konsumsi langsung, nanas juga menjadi bahan baku utama untuk makanan olahan seperti selai, dodol  dan sirop.

Baca Juga : Menemukan Pot Hidroponik Di Sekitar Rumah Kita

Budidaya Tanaman Buah Hidroponik

Tanaman buah yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik akan lebih tepat jika menggunakan sistem hidroponik substrat.

Hidroponik substrat ini tidak menggunakan air sebagai media namun menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya tanah.

  • Media tanam

Media tanam hidroponik buah antara lain batu apung, pasir, serbuk gergaji atau gambut.  Media-media tersebut dapat menyerap nutrisi, air dan oksigen serta mendukung akar tanaman sehingga dapat berfungsi seperti tanah.

Sebelum digunakan media tersebut di strerilisasi agar mikro organisme pengganggu tanaman yang ada di dalam media tersebut mati.  Sterilisasi media tanam hidroponik dilakukan dengan menggunakan penguapan atau dengan bahan kimia.

Salah satu bahan kimia yang berguna untuk sterilisasi media adalah pemutih atau asam hidroklorida (klorin) yang biasa digunakan untuk membersihkan kolam renang.

Rendam media di dalam klorin selama 1,5 jam kemudian cuci menggunakan air tawar untuk menghilangkan sisa-sisa klorin yang ada sebelum digunakan sebagai media tanam.

  • Pengairan

Pengairan pada hidroponik tanaman buah dilakukan melalui pipa-pipa atau selang larutan yang di alirkan di samping akar tanaman.  Air yang mengaliri tanaman buah hidroponik melalui pipa-pipa tersebut juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Frekuensi dan jenis larutan pupuk yang diberikan disesuaikan dengan jenis tanaman, media tanam serta fase pertumbuhan tanaman.

  • Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk untuk tanaman buah hidroponik akan tergantung pada jenis tanaman dan fase pertumbuhan tanaman.  Selain juga perlu memperhatikan media tanam yang digunakan.

Untuk tanaman yang sedang fase vegetatif akan membutuhkan banyak unsur nitrogen agar pertumbuhan batang dan daunnya bisa lebih optimal.

Setelah memasuki fase generatif dan mulai muncul buah, maka nutrisi yang mendukung perkembangan buah dan mematangkan buah akan menjadi unsur yang utama diberikan pada tanaman.

Baca Juga : Rahasia Meramu Pupuk Untuk Hidroponik

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan batang dan daun yang memang mendukung pertumbuhan tanaman dan bisa menjadikan tanaman berbuah dengan maksimal.

Apabila tanaman memiliki terlalu banyak daun dan ranting yang tidak penting, biasanya buah yang tumbuh akan kecil dan rasanya tidak maksimal.  Untuk itu, diperlukan pemangkasan.

Pemangkasan juga dilakukan apabila ada batang yang membusuk atau terserang penyakit, maka kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

  • Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Meskipun di tanam di dalam ruang tertutup atau green house serta telah dilakukan sterilisasi media tanam, namun terkadang masih juga terdapat serangan hama dan penyakit tanaman.

Meskipun hal ini terjadi dalam tingkat yang lebih sedikit, namun kita perlu tetap berjaga-jaga.  Masing-masing jenis tanaman buah memiliki serangan hama dan penyakit tanaman yang berbeda-beda.

Oleh karenanya kita perlu mengetahui jenis setiap hama dan penyakit dari tanaman yang kita budidayakan, serta bagaimana cara menanggulanginya.

  • Panen

Tanaman buah hidroponik akan menghasilkan panen buah yang lebih cepat, lebih manis dan seragam.  Ini dikarenakan pupuk yang diberikan kepada tanaman lebih terkontrol.

Selain itu, buah yang dihasilkan juga akan lebih bersih dan segar.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *