Tahu Lebih Banyak Tentang Pupuk Kompos

Pupuk kompos ini penting bagi pertumbuhan tanaman.  Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, maka dia perlu di beri pupuk kompos.  Ingin tahu tentang pupuk kompos lebih jauh?  Yuks simak terus tulisan di bawah

Baca Juga : Memahami Pertanian Organik Di Indonesia

Pengertian Pupuk Kompos

Sering mendengar bukan berarti kita mengenal dengan baik.  Apa siy sebenarnya pupuk kompos itu?

Yups,  pupuk kompos dan pupuk kandang termasuk jenis pupuk organik, yaitu pupuk yang terbuat dari bahan organik yang mengalami proses penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Proses perubahan bahan organik menjadi pupuk kompos ini ada yang menggunakan bahan tambahan ada juga juga yang terjadi secara alami.

Bahan tambahan yang digunakan untuk membuat pupuk kompos disebut sebagai aktivator.  Beberapa jenis aktivator ini diantaranya adalah PROMI (Promoting Mikrobes), Orgadec, Superdec, EM4, SuperFarm, atau yang lain-lainnya.

gambar pupuk kompos organik

gambar pupuk kompos organik

Sedangkan proses alami yang dibiarkan berjalan biasanya memanfaatkan cacing tanah untuk mendapatkan vermicompost.

Proses pembuatan pupuk kompos

Dilihat dari prosesnya, pembuatan pupuk kompos organik ada yang bersifat aerobik atau anaerobik.  Pembuatan kompos dengan sistem aerobik paling banyak digunakan karena mudah dan murah untuk dilakukan.  Sehingga tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit.  Proses penguraian akan dilakukan sendiri oleh mikroba dengan bantuan udara.

Sedangkan proses pembuatan pupuk kompos anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam proses dekomposisi bahan organik.

Baca Juga : Mengenal Pupuk Organik Yang Sering Digunakan

Jenis Pupuk Kompos

Pupuk kompos yang di hasilkan dari proses penguraian mikroba ini dapat terdiri dari dua macam, yaitu pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair.

Pupuk kompos padat yang sering dijumpai antara lain adalah :

  1. Kompos cacing (vermicompost), yaitu kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing. Yang menjadi pupuk adalah kotoran dari cacing tersebut.
  2. Kompos bagase, yaitu pupuk yang terbuat dari ampas tebu sisa penggilingan tebu dari pabrik gula.
  3. Kompos bokashi, yaitu pupuk kompos yang diolah menggunakan mikroorganisme pengurai seperti EM4, dll.

Manfaat Pupuk Kompos

Pupuk kompos memiliki manfaat untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian.  Baik dari segi biologis, kimia, ataupun fisika tanah.

Penggunaan pupuk kimia selama bertahun-tahun dan dilakukan secara terus menerus dapat mengakibatkan kerusakan tanah.

Dengan adanya penambahan pupuk kompos organik pada tanah pertanian yang rusak, maka struktur tanah akan menjadi lebih baik, tanah yang padat menjadi gembur serta memberikan makanan tambahan untuk tanaman.

Struktur tanah yang diberi pupuk kompos akan memiliki kandungan bahan organik tanah yang lebih baik serta mampu meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah.

Dengan kandungan bahan organik yang meningkat, maka mikroorganisme tanah akan bertambah dan mampu membantu tanaman menyerap unsur hara dari tanah sehingga kebutuhan tanaman akan nutrisi akan lebih tercukupi.

Baca Juga : Rahasia Membuat Pupuk Organik Cair Yang Membuat Tanaman Tumbuh Subur

Manfaat lain adanya mikroba aktif di dalam tanah adalah, ia akan mampu melindungi tanaman dari serangan penyakit tanaman, memberikan hasil tanaman yang lebih sehat, enak dan tahan lama.

Bahan Baku Pembuatan Pupuk Kompos

Pupuk Kompos terbuat dari semua material yang mengandung karbon dan nitrogen seperti kotoran hewan, sampah kehijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian ataupun yang lainnya.  Bahan-bahan tersebut banyak yang bisa kita temukan di sekitar

Proses Penguraian Pupuk Kompos

Proses pengomposan berjalan setelah bahan-bahan mentah dicampur.  Tahap pengomposan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan.

Selama tahap-tahap awal proses, oksogen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera di manfaatkan oleh mikroba mesofilik.

Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat, begitu juga dengan pH kompos.

Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu.  Mikroba yang aktif pada fase ini adalah mikroba termofilik, yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi.

Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2, uap air dan panas.

Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangusr-angsur mengalami penurunan.  Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek liat humus.

Baca Juga : Rahasia Meramu Pupuk Untuk Hidroponik

Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume biomassa bahan.  Pengurangan yang terjadi dapat mencapai 30-40% dari bobot awal.

Untuk mendapatkan pupuk kompos ini, kita bisa membuatnya sendiri atau membeli.  Harga pupuk kompos per karung tidaklah mahal, hanya berkisar Rp 5.000 – Rp. 15.000 tergantung jumlah dan jenisnya.

 

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *