Rahasia Khasiat Dan Budidaya Cabe Jawa part 2

Tulisan ini adalah lanjutan tulisan sebelumnya berjudul Rahasia Khasiat Dan Budidaya Cabe Jawa part 1.

Karena khasiat cabe jawa telah di bahas di tulisan sebelumnya, maka tulisan ini akan berisi tentang budidaya tanaman cabe jawa.

Kebun cabe jawa

Kebun cabe jawa

Cara Budidaya Cabe Jawa Agar Hasil Tanaman Berlimpah

Untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang optimal, tanaman cabe jawa perlu didukung dengan teknologi budidaya yang baik.  Pengembangan budidaya tanaman cabe jawa meliputi kegiatan pokok penyiapan benih atau bibit, penyiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.

  1. Pembibitan Cabe Jawa

Budidaya cabai jawa ini akan dimulai dari proses awal yaitu memperoleh bibit.  Pada umumnya tanaman cabe jawa dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik generatif (biji) atau vegetatif (stek batang).

Perbanyakan tanaman cabe jawa dengan menggunakan benih atau biji biasanya menghasilkan tanaman yang tidak seragam dan berbunga lebih lambat.

Cara lain agar hasil yang diperoleh seragam dan cepat berbunga adalah dengan cara stek batang.  Hasil bibit stek akan memiliki karakter yang sama seperti induknya.  Sehingga apabila induk yang dipilih adalah induk yang berbuah lebat, maka anakannya juga akan memiliki sifat yang sama.

Keunggulan lain stek batang adalah pada akhirnya batang akan dapat membentuk akar dan tunas baru.

Cabang yang akan dijadikan sebagai indukan stek dipilih dengan persyaratan sebagai berikut :

  • Telah mencapai usia 6 bulan – 3 tahun, terawat baik, tidak terserang hama dan penyakit tanaman.
  • Dipilih cabang yang sudah tua, pertumbuhannya subur, lurus, sehat dan sudah setengah mengayu
  • Umur fisiologis tanaman stek sebaiknya 6 bulan yang ditandai dengan daun-daunnya berwarna hijau tua, tidak menunjukkan gejala-gejala abnormal dan tanda-tanda terserang hama dan penyakit. Cabang berwarna hijau kecoklat-coklatan, tidak terlalu tua ataupun muda.  Diameter cabang sekitar 0,6 cm – 1,2 cm.

Cara melakukan stek :

  • Ambil batang yang akan dijadikan stek (telah memenuhi syarat di atas)
  • Cabang terpilih di potong dengan gunting pangkas atau pisau yang tajam sepanjang 30 cm – 40 cm atau mengandung 3 -4 ruas
  • Bagian ujung cabang yang terlalu muda dibuang dan daun-daun penumpu pada bagian pangkal stek dibuang dengan hati-hati. Tujuan pembuangan daun ini adalah untuk mengurangi penguapan yang berlebihan
  • Sebelum stek disemai, bekas potongan diberi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Contoh ZPT misalnya Rootone F 0,7% atau direndam dalam air kelapa 25% selama 12 jam.
  • Tancapkan stek di media semai yang telah disediakan sedalam 4 – 5 cm atau ditimbun 1 ruas. Setiap polibag isi dengan 1 stek.
  • Letakkan polibag yang telah ditanami batang stek di dalam sungkup plastik
  • Sirami stek yang telah di tanam tersebut hingga tanah cukup basah.
  1. Penanaman bibit

Bibit stek cabe jawa yang telah tumbuh dapat ditanam ke lahan ketika memenuhi syarat :

  • Umur bibit 3-4 bulan sejak di semai
  • Pertumbuhannya sehat dan kuat
  • Tinggi tanaman telah mencapai 5 – 7 ruas, berwarna hijau dan ruasnya gemuk-gemuk
  • Bibit bebas dari serangan hama dan penyakit

Tanam bibit yang telah memenuhi syarat tersebut di atas di lahan yang telah disiapkan dengan jarak tanam 1 x 2 m.

  1. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan memiliki tujuan :

  • untuk memperbaiki struktur tanah,
  • memperbesar persediaan air tanah,
  • memperbaiki peresapan tanah,
  • mempercepat pelapukan,
  • memperbaiki aerasi dan kehidupan mikroba tanah serta
  • mempermudah perkembangan akar

Waktu pengolahan tanah yang tepat adalah 2 minggu sebelum tanam bibit.  Caranya, mula-mula tanah dicangkul sedalam 30 cm – 40 cm, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari.

Gali lubang tanah yang akan ditanami stek sedalam 50 x 50 x 60 cm, masukkan pupuk kandang sebagai persiapan tanam.

  1. Penanaman Bibit

Waktu tanam yang baik adalah awal musim hujan.  Namun untuk daerah yang memiliki persediaan air cukup, bibit dapat ditanam kapan saja.  Proses penanaman bibit adalah sebagai berikut :

  • Siram tanah di dalam polybag pembibitan hingga basah
  • Keluarkan bibit dari polybag hati-hati bersama dengan akar dan tanahnya. Lebih mudah jika polybag di sobek bagian sampingnya
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan
  • Urug dan padatkan dengan tanah hingga posisi batang tegak lurus
  • Siram air di sekitar pangkal batang atau perakaran tanaman agar dapat langsung kontak dengan air tanah

Baca Juga : Menanam Cabe Unggul Dari Benih

  1. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman meliputi proses :

  1. Pengairan / penyiraman

Penyiraman atau pengairan dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah dan menghindari kekurangan air oleh tanaman yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu.  Untuk awal penyiraman, gunakan gayung atau gembor.  Lakukan penyiraman di sekitar batang tanaman hingga tanah cukup lembab dan basah.  Lakukan 1 – 2 sehari sesuai dengan kondisi tanah dan lingkungan.

  1. Penyulaman

Bibit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya kerdil segera ganti dengan tanaman yang sehat.  Tujuannya adalah jumlah tanaman per satuan luas tetap.

  1. Penyiangan

Bibit yang berusia 15 – 30 hari setelah tanam biasanya masih rentan dengan persaingan melawan gulma atau rumput liar. Oleh karenanya perlu dilakukan penyiangan supaya pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Penyiangan dilakukan dengan mencabut tanaman rumput liar yang tumbuh di sekeliling bibit cabe jawa

  1. Pemupukan

Bibit yang telah berumur sebulan mulai membutuhkan pupuk untuk mempercepat pertumbuhannya.  Pupuk yang dibutuhkan adalah urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 1 : 1 : 1 sebanyak 1.500 g/ tanaman.  Lakukan pemupukan 4 bulan sekali untuk hasil yang optimal.

  1. Pemasangan mulsa

Pemasangan mulsa memiliki tujuan untuk mengurangi laju penguapan tanah terutama pada musim kemarau.  Manfaat lainnya adalah untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma.  Jika mulsa yang digunakan akan tanaman memberi unsur N maka dapat menambah ketersediaan unsur tersebut untuk tanaman.

  1. Pemasangan tanaman panjat

Tanaman cabe jawa termasuk tanaman yang merambat, oleh karenanya memerlukan tempat untuk tumbuh dalam bentuk vertikal.  Tanaman yang dapat dijadikan sebagai tanaman panjat cabe jawa antara lain dadap duri.

  1. Pemangkasan

Agar tanaman bisa menghasilkan buah cabe jawa yang banyak, maka perlu dilakukan pemangkasan sebanyak 3 kali setahun.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman perlu di tanggulangi agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

  1. Panen

Cabe jawa dapat dipanen sepanjang tahun.  Buah yang dipanen adalah buah yang telah tua.  Ciri-cirinya adalah berwarna kekuning-kuningan hingga agak kemerah-merahan.  Petik tangkai buah satu persatu dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *