Pupuk

Pupuk – Kita semua sering mendengar pupuk diucapkan.  Baik oleh kita yang hobi bercocok tanam ataupun petani yang memang setiap hari pekerjaannya menanam.

Definisi

Sering mendengar bukan kita berarti kita paham apa artinya.  Sering kali kita tidak tahu dengan jelas, apa sebenarnya pupuk itu?

Yang kita tahu adalah pupuk digunakan untuk menyuburkan tanaman, semacam makanan untuk tanaman tumbuh dan berkembang.

Nah, jika itu pemahaman umum kita tentang pupuk, yuks kita lihat dan cek, apakah definisi yang kita pahami itu tepat atau tidak.

Wikipedia menyebutkan bahwa pupuk adalah material yang ditambahkan kepada tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.

Hmm, kalau dari definisi tersebut bisa dibilang pemahaman kita sudah tepat.

Karena pupuk adalah makanan untuk tanaman maka dia memiliki peran yang sangat penting dan krusial bagi tanaman itu sendiri.

Apa saja kah kegunaan pupuk bagi tanaman?

Kegunaan Bagi Tanaman

  1. Menyediakan unsur yang nantinya akan diolah dalam fotosintesis menjadi makanan
  2. Makanan yang diperoleh dari pengolahan fotosintesis tersebut digunakan tanaman untuk tumbuh
  3. Makanan juga digunakan tanaman untuk berproduksi atau menghasilkan

Luar biasa kan betapa pentingnya pupuk bagi tanaman.  Artinya tanpa pupuk maka tanaman tidak akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.  Apalagi dituntut untuk bisa berproduksi optimal, maka itu akan menjadi sesuatu yang lebih tidak mungkin lagi.

Baca Juga : Pupuk Untuk Hidroponik

Setelah kita mengetahui definisi pupuk dan kegunaannya bagi tanaman, tinggal kita cari tahu, apa saja jenis-jenis pupuk yang ada?

Jenis-Jenis Pupuk

Secara umum jenis pupuk dibagi menjadi 2 macam, yaitu pupuk buatan/sintesis atau pupuk alami/organik.

Bagaimana penjelasannya?  Mari kita simak lanjutannya.

  1. Pupuk Buatan

pupuk buatan adalah pupuk yang ada karena dibuat oleh manusia.  Proses pembuatannya dilakukan di dalam pabrik.

Pupuk buatan ini biasanya memiliki kandungan unsur yang spesifik dan sudah di formulasikan sesuai untuk kebutuhan spesifik tanaman.

Contoh-contoh pupuk yang ada karena dibuat (pupuk buatan) adalah Urea, Ponska, NPK, ZA, TS, dan lain-lain.

Proses yang dilakukan untuk membuat pupuk buatan ini adalah proses-proses kimiawi yang melibatkan banyak unsur lainnya.

Karena dibuat maka bagaimana komposisi unsur-unsur di dalamnya memang terukur dan bisa diketahui dengan pasti.

Oleh karenanya efektivitas pemberian pupuk buatan untuk tanaman biasanya tinggi.  artinya, dengan memberikan dosis tertentu sesuai petunjuk, maka perubahan di dalam tanaman akan langsung terlihat.  Yups, bisa dikatakan memiliki kemampuan untuk memberikan efek instan pada tanaman.

Namun demikian, setelah digunakan secara berulang kali biasanya pupuk buatan ini memberikan efek negatif kepada lingkungan.

Demikian efek negatif penggunaan pupuk buatan dalam jangka panjang :

  • Agar hasilnya optimal, pupuk buatan lebih cocok diterapkan pada tanaman unggul (benih unggul/hibrida). Efektifitasnya tidak terlalu bagus pada tanaman-tanaman benih lokal.
  • Tanah yang menggunakan pupuk buatan secara terus menerus akan kekurangan bahan organik tanah. Tanah yang kekurangan bahan organik tanah adalah tanah yang tandus.  Sehingga produktifitas tanaman juga akan berkurang jika di tanam di tanah tandus
  • Produksi tanaman hasil penggunaan pupuk buatan biasanya memiliki tingkat keawetan yang lebih rendah. Misalnya nasi yang dihasilkan dari beras yang ditanam oleh pertanian intensif akan lebih cepat basi.
  • Rasa hasil pertanian yang lebih hambar.

Selain efek negatif ada juga beberapa keungguan pupuk buatan ini, yaitu :

  • Budidaya tanaman bisa dilakukan dengan intensif
  • Waktu tanam dan produktifitas tanaman lebih tinggi. Hasil panen juga akan lebih banyak sehingga secara ekonomi menguntungkan
  • Karena komposisinya terukur maka bisa dipilih jenis pupuk mana yang akan digunakan untuk kondisi tanaman yang sedang ditanam
  1. Pupuk Alami/organik

Jika kita telah membahas tentang pupuk buatan, maka sekarang kita akan bercerita tentang pupuk alami atau pupuk organik.

Pupuk alami adalah pupuk yang telah di sediakan alam untuk tanah.  Biasanya berasal dari bagian-bagian tanaman yang telah lapuk atau membusuk.

Bisa juga berasal dari bagian tubuh binatang yang telah mati dan mengalami pembusukan.

Pupuk alami ini banyak ditemukan di hutan-hutan belantara yang memang ekosistemnya masih terjaga dengan baik.

Bagaimana jika kita ingin mendapatkan pupuk buatan tapi tidak tinggal di dekat hutan belantara?

Kita bisa membuatnya dalam bentuk pupuk organik.

Baca Juga : Pupuk Organik Cair

Pupuk organik ini didapatkan dengan mengolah bahan-bahan organik yang diberi perlakuan khusus sehingga proses penguraian berjalan dengan baik.  Dan pupuk organik punbisa dihasilkan.

Bahan baku pembuatan pupuk organik bisa diperoleh dari sisa-sisa tumbuhan yang ada di sekitar, daun-daun tanaman yang jatuh, ataupun sisa kotoran binatang.

Bahan-bahan ini diolah menggunakan bahan-bahan campuran seperti mikroba pengurai (misal EM4), dedak dan air tetesan gula (untuk bahan makanan mikroba) yang kemudian didiamkan beberapa saat hingga akhirnya bisa terurai dengan baik dan menjadi pupuk organik.

Jenis-jenis pupuk organik ini ada beberapa macam, diantaranya adalah :

  1. Pupuk Kandang

Pupuk kandang diperoleh dengan mengolah bahan-bahan sisa kotoran binatang ternak seperti kotoran sapi, kambing, ayam, kelinci, dll.

pupuk kandang

pupuk kandang

  1. Pupuk Kompos

Pupuk kompos bisa disebut juga pupuk yang bahan dasarnya diperoleh dari sisa-sisa tanaman seperti batang, akar dan daunnya.

Pupuk alami ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.  Mari kita lihat, apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan pupuk alami/organik :

  1. Mampu menjaga lingkungan/tanah dalam jangka panjang. Tanah yang sering dipupuk menggunakan pupuk organik/alami maka semakin lama kondisi tanahnya akan semakin baik.  Sehingga bisa juga disebut pupuk organik ini penyembuh tanah
  2. Adanya humus-humus yang berasal dari pupuk alami/pupuk organik bisa memberikan lingkungan hidup yang lebih baik bagi organisme-organisme tanah. Karena organisme tanah bisa hidup dengan baik didalam tanah, maka dapat dikatakan ekosistem tanah pun menjadi lebih hidup dan baik.
  3. Ekosistem tanah yang hidup dapat menjaga keseimbangan lingkungan

Kekurangan pupuk alami/pupuk organik :

  1. Komposisi bahan yang terkandung di dalamnya memiliki variasi yang besar dengan jumlah yang berbeda-beda. Kondisi ini memang agak menyulitkan jika ingin mengukur kebutuhan pupuk tanaman dengan tepat.  Yang bisa dilakukan adalah perkiraan
  2. Karena cara kerja pupuk alami/pupuk organik adalah menyembuhkan terlebih dahulu lingkungan tanah tempat tumbuh tanaman, maka seringkali efeknya terhadap produktifitas tanaman tidak dapat langsung terlihat.
  3. Efek pemberian pupuk terhadap tanaman tidak berlangsung instant, membutuhkan waktu yang lebih lama. Dan produktifitas tanaman juga akan berada dalam posisi sedang (belum optimal)

Penutup

Menggunakan pupuk buatan atau pupuk alami adalah pilihan karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Namun langkah terbaik untuk bisa mengoptimalkan kelebihan dari kedua jenis pupuk tersebut adalah menggunakan sistem pertanian yang LEISA (Low Eksternal Input Sustainable Agriculture).

Yang artinya menggunaan pupuk buatan dan organik dalam komposisi yang seimbang.  Disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman.

Mungkin Anda juga menyukai