Pupuk Organik

Pengertian Pupuk Organik

Pernahkah Anda mendengar apa itu pupuk organik? pasti pernah. Pupuk jenis ini pernah kita peajari semasa kita duduk dibangku Sekolah Dasar.

Banyak yang mengatakan bahwa pupuk organik merupakan salah satu jenis pupuk yang alami.

Karena pembuatannya yang berasal dari bahan-bahan alami yaitu sisa-sisa tanaman atau hewan yang diolah dengan tujuan untuk memberikan unsur hara kepada tanaman.

pupuk organik, pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk cair

pupuk organik yang di buat oleh petani

Sekaligus digunakan untuk memperbaiki segala sifat fisik, kimia, dan juga biologi tanah.

Untuk menerapkan pertanian organik, maka pupuk yang harus digunakan adalah pupuk organik.

Kelebihan Pupuk Organik

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pupuk organik ini adalah tidak akan merusak tanah dan juga biota yang ada di dalamnya.

Sehingga bagi para petani yang ingin memberikan pupuk kepada tanamannya sangat dianjurkan agar memilih pupuk ini dibandingkan pupuk anorganik atau pupuk kimia.

Kenapa?

Karena jika para petani lebih sering memilih menggunakan pupuk anorganik, mereka bisa merusak kondisi tanah yang ada.

Berikut ini beberapa macam pupuk organik berdasarkan jenisnya.

Jenis Pupuk Organik

Ini Dia Jenis Pupuk Organik Berdasarkan Jenisnya

Pada dasarnya sebelum membicarakan macam-macam pupuk organik berdasarkan jenisnya, perlu Anda ketahui terlebih dahulu bahwa pupuk yang satu ini memiliki dua macam bentuk.

Yang pertama adalah pupuk organik padat  dan yang kedua adalah pupuk organik cair.

Berdasarkan namanya saja, mungkin Anda sudah bisa membedakan apa yang membedakan keduanya.

Di Indonesia sendiri, para petani lebih banyak yang memilih pupuk padat, karena memang cara mengaplikasikannya lebih mudah dan tidak bergantung waktu.

Berbeda dengan pupuk cair, yang harus disemprotkan pada waktu-waktu tertentu agar penguapan dari cairan tersebut terjadi secara sempurna.

Nah, sekarang saatnya membicarakan pupuk organik berdasarkan jenisnya.

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk yang berasal dari sebuah proses dekomposisi atau penguraian mikroorganisme dari sisa-sisa tanaman yang ada.

Baik itu dari sisa sayuran di dapur atau sampak organik yang masih bisa diolah. Biasanya pupuk kompos sering digunakan untuk pupuk buah.

Baca Juga : Tahu Lebih Banyak Tentang Pupuk Kompos

  • Pupuk NPK Organik

Pupuk NPK organik merupakan pupuk organik buatan (baik itu cair atau padat), yang  mengandung unsur hara terutama nitrogen, fosfor, dan juga kalium.

Kandungan unsur dalam pupuk ini membantu dalam pertumbuhan tanaman mulai dari pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan akar dan tunas, dan juga pembungaaan sampai pembuahan.

Untuk harga pupuk NPK yang ada di pasaran bermacam-macam tergantung pada merek dan beratnya.

Daftar Harga Pupuk NPK Organik

No.Nama

Harga (rupiah)

Keterangan
1.NPK Elang Super15.000Berat 1 kg, kemasan curah
2.NPK Guano Kelelawar15.000Berat 1 kg, kemasan curah
3.Sunvit15.000Berat 5 kg

Pupuk Hidroponik Organik ini merupakan salah satu jenis pupuk penyembuh.

Mengapa demikian?

Karena pupuk yang satu ini bersifat menyeimbangkan. Dimana kandungannya bisa menutrisi lahan-lahan terbatas atau lahan kering yang notabene tidak bisa digunakan untuk proses cocok tanam.

Dengan aplikasi yang di atur khusus, pupuk hidroponik organik ini dapat memberikan makanan yang dibutuhkan tanaman yang ditumbuhkan di lahan kritis.

Sebenarnya jenis-jenis pupuk organik masih banyak, nanti bisa dijelaskan pada tulisan lainnya. Disini baru diberikan tiga penjelasan diantara banyaknya jenis pupuk organik yang bisa Anda gunakan untuk menutrisi tanaman Anda.

Namun, hal penting yang harus selalu diingat adalah bahwa yang alami lebih baik dibandingkan dengan apa-apa yang berbahaya seperti bahan-bahan kimia.

  • Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah jenis pupuk organik yang diperoleh dari proses penguraian kotoran ternak.

Jenis ternak yang kotorannya bisa dijadikan sebagai pupuk ini adalah sapi, kambing, ayam, babi, kuda dan kelinci.

Kotoran Sapi

Kotoran Sapi

Meskipun berasal dari kotoran ternak namun sebelum menggunakannya ke tanaman maka perlu di lakukan pengolahan terlebih dahulu.

Kenapa perlu di olah?

Agar kotoran tersebut terurai dengan baik.

Proses penguraian biasanya akan menghasilkan panas yang itu akan berbahaya bagi tanaman (terutama tanaman yang masih kecil).

Selain itu, kotoran ternak yang belum terurai juga akan sulit diserap oleh akar tanaman.  Sehingga akan tidak ada artinyalah dia diberikan ke tanaman.

  • Pupuk Organik Cair

Pupuk cair organik ini adalah pupuk organik dalam berwujud cair.  Proses pembuatannya pun berbeda dengan pupuk organik padat.

Ember Untuk Membuat Pupuk Organik Cair

Ember Untuk Membuat Pupuk Organik Cair

Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan pupuk organik cair ini silakan cek ke artikel Pupuk Organik Cair

Manfaat Pupuk Organik

Penggunaan pupuk buatan terlalu banyak dapat merusak tanah dan menurunkan hasil tanamanPenggunaan Pupuk kimia seperti pupuk urea tetap perlu di selingi dengan pupuk organik.

Seperti yang kita ketahui, secara umum manfaat yang dimiiki oleh pupuk urea adalah sebagai nutrisi yang penting dalam proses pertumbuhan vegetatif tanaman yang ada. Seperti pada daun, akar, batang, tunas dan juga bagian-bagian lainnya.

Akan tetapi kebutuhan itu bisa juga dipenuhi dengan menggunakan pupuk organik NPK yang juga memiliki kandungan unsur N seperti dalam pupuk urea.

Meskipun kebutuhan pupuk jika menggunakan pupuk organik lebih banyak, namun secara lingkungan dan jangka panjang akan memberikan manfaat yang lebih besar.

Tanah lebih sehat, tanaman bisa tetap menghasilkan dengan baik dan dalam jangka waktu yang lebih lama serta lebih enak rasanya.

Cara Membuat Pupuk Organik

Membuat pupuk organik sebenarnya tidaklah sulit.  Hanya dibutuhkan keuletan dan ketelatenan untuk bisa mendapatkan pupuk organik yang bagus.

Sebelum membuat pupuk organik ini, terlebih dahulu kita perlu mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.

Bahan-Bahan Pembuatan Pupuk Organik

Bahan-bahan yang diperlukan untuk bisa membuat pupuk organik antara lain :

  • Sekam padi
  • Bahan organik.  Bisa berupa sisa-sisa tanaman (akar, batang, daun).  Bisa juga dalam bentuk kotoran ternak seperti kotoran kambing, sapi, ataupun ayam
  • Bakteri pengurai, bisa menggunakan EM4
  • Bekatul
  • Larutan gula/molase

Proses Pembuatan Pupuk Organik

Setelah bahan yang diperlukan lengkap, maka langkah berikutnya adalah melakukan proses pembuatan yang dimulai dengan :

  • Merajang bahan-bahan organik yang berupa sisa-sisa tanaman. Potong-potong bagian-bagian sisa tanaman tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih mudah diurai oleh bakteri pengurai.
  • Campur bahan organik yang telah di potong-potong dengan sekam padi dan kotoran ternak
  • Aduk hingga tercampur merata
  • Buat molase dengan mencampurkan 1 tutup botol EM4 ke dalam larutan air gula
  • Masukkan bekatul ke dalam campuran air gula dan EM4 tersebut (namanya molase).  Aduk hingga merata
  • Siramkan larutan molase tersebut ke campuran bahan organik, sekam dan kotoran ternak secara merata.  Pastikan semua campuran terkena larutan molase tersebut
  • Tutup adukan yang telah disiram menggunakan molase dengan terpal supaya proses penguraian bahan organik menjadi pupuk dapat berjalan dengan baik
  • Cek kondisi campuran setiap hari.  Apabila ketika tangan di masukkan ke dalam campuran terasa panas, maka aduk campuran.  Balik bagian bawah campuran agar berada di atas, dan yang di atas masuk ke dalam.  Cara ini dilakukan agar proses penguraian berjalan dengan merata.
  • Lakukan proses pengecekan selama 7-14 hari.  Apabila campuran telah menjadi remah dan sudah tidak panas berarti proses penguraian telah selesai berlangsung dan pupuk organik telah jadi.
gambar pupuk kompos organik

gambar pupuk kompos organik

Setelah jadi, maka aplikasikan pupuk tersebut kepada tanaman yang membutuhkan.

Mungkin Anda juga menyukai

4 Respon

  1. Maret 1, 2018

    […] nutrisi air yang harus diberikan secara teratur, jangan lupa untuk pupuk sebaiknya menggunakan pupuk organik seperti kompos agar tanaman cabe tumbuh subur dan tak mengalami […]

  2. April 2, 2018

    […] Baca Juga : Mengenal Pupuk Organik Yang Sering Digunakan […]

  3. Mei 6, 2018

    […] Selain pemberian air, tanaman jagung juga memerlukan pupuk yang seimbang dalam pertumbuhannya.  Jika metode bertaninya adalah organik, maka pupuk yang diberikan adalah pupuk organik. […]

  4. Mei 12, 2018

    […] baku pembuatan pupuk organik bisa diperoleh dari sisa-sisa tumbuhan yang ada di sekitar, daun-daun tanaman yang jatuh, ataupun […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *