Pupuk KCl

3 min read

Pupuk KCl

Pupuk KCL merupakan salah satu pupuk anorganik tunggal yang memiliki konsentrasi tinggi.

Mengandung 60 % K2O sebagai kalium klorida yang cocok digunakan di berbagai tanaman yang toleran terhadap unsur Clorida dan dan digunakan pada tanah dengan kadar Clorida yang rendah.

Pupuk ini tidak cocok digunakan untuk tanaman tembakau, kentang, wortel dan daun bawang karena memiliki sensitifitas terhadap unsur Clorida (Cl).

Pupuk KCl
Pupuk KCl

Manfaat Pupuk KCL

Pupuk ini memiliki beberapa manfaat bagi tanaman. Anda ingin tahu apa saja manfaatnya?

Berikut ini beberapa manfaat KCL untuk tumbuhan :

  1. Meningkatkan hasil panen

Dari berbagai penelitian tentang pupuk KCL menunjukkan bahwa pupuk ini dapat meningkatkan hasil panen. Kandungan Clorida dalam pupuk ini sangat penting bagi berbagai tanaman.

  1. Dapat meningkatkan kualitas hasil panen

Tidak hanya hasil panennya saja yang meningkat tetapi kualitas hasil panen juga meningkat. Ketika kualitas hasil panen juga meningkat itu sangat bagus dan bisa dibilang Anda berhasil.

  1. Memperkuat batang pada tumbuhan

Tanaman yang memiliki batang kokoh dan kuat itu bisa dibilang tanaman yang bagus. Kandungan Clorida (Cl) pada pupuk ini dapat membuat batang pada tanaman menjadi kokoh dan kuat.

  1. Memaksimalkan kinerja enzim

Kandungan yang terdapat di dalam pupuk jenis KCL dapat membantu proses translokasi dari hasil fotosintesis tanaman dan dapat memaksimalkan system kerja enzim ke seluruh bagian tumbuhan.

  1. Lebih tahan terhadap penyakit

Kandungan kalium di dalamnya membuat pupuk KCL mampu mencukupi kebutuhan tumbuhan untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit lainnya. Sehingga akan menjadikan hasil panen meningkat.

Jenis Pupuk KCL

Pupuk ini merupakan jenis pupuk anorganik yang memiliki unsur hara kalium yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Secara kimiawi pupuk ini lebih dikenal dengan kalium klorida. Ia mempunyai warna merah atau putih serta dapat larut dalam air.

Di negara Indonesia pupuk ini terbagi menjadi dua jenis yaitu pupuk KCl 80 dan pupuk KCl 90.

  • Jenis pupuk KCl 80 memiliki kandungan kalium (K20) antara 52 % sampai 60 % dengan warna merah
  • Jenis pupuk KCl 90 memiliki kandungan kalium sebesar 90 % sehingga pupuk ini memiliki warna putih. Namun jenis pupuk yang satu ini sangat sulit untuk ditemukan.

Anda yang menginginkan tanaman yang tumbuh dengan tegak dan subur dapat menggunakan jenis pupuk jenis KCl 80 yang mudah ditemukan. Tetapi jika di tempat Anda ada jenis pupuk jenis KCl 90 maka dapat mencoba untuk menggunakannya.

Pupuk KCL organic

Ketersediaan pupuk KCl yang terbatas dan semakin mahalnya harga pupuk ini membuat petani bingung. Sehingga perlu diketahui tentang pupuk KCl organic untuk tanaman. Anda dapat membuat pupuk organic sendiri dengan memanfaatkan sabut kelapa yang tidak terpakai.

Dengan menggunakan pupuk organic ini biayanya relative murah, dan bahan serta alatnya juga mudah didapat.

Namun kandungan KCl yang terbuat dari organic tidak sebagus dengan pupuk kimia KCl. Tetapi dengan aplikasi berulang-ulang tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan hasil yang bagus dan berkwalitas.

Baca Juga : Pupuk Urea

Cara Membuat Pupuk KCl organik

Bahan yang digunakan untuk membuatnya yaitu:

  • 25 kg sabut kelapa
  • 40 liter air
  • 1 drum

Untuk cara membuatnya:

  • Bersihkan sabut kelapa dari kulitnya kemudian masukkan sabut kelapa yang sudah dibersihkan ke dalam drum
  • Setelah itu isi drum dengan air sampai penuh
  • Tutup drum dengan rapat dan biarkan selama 2 minggu dalam keadaan tertutup
  • Apabila ir sudah berubah menjadi hitam maka kandungan KCl sudah larut. Kemudian air tersebut dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman

Baca Juga : Pupuk Kompos

Cara mengaplikasikan pupuk KCL organik ke tanaman:

  • Ambil air dalam drum kemudian siramkan ke tanaman
  • Penyiraman pupuk dapat dilakukan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan
  • Jika air dalam drum sudah habis Anda dapat menuangkan air lagi dengan serabut dan cara yang sama. Apabila warna air menjadi jernih maka serabut diganti dengan yang baru

Baca Juga : Pupuk Organik Cair

Pupuk KCL cair

Pupuk KCl cair merupakan pupuk tunggal yang tinggi kalium dan berbentuk cair. Kandungan kalium yang berada dalam pupuk ini akan membuat buah memiliki citarasa yang manis.

Selain itu penggunaan pupuk jenin ini juga akan membuat tanaman lebih kuat, berbunga dan berbuah lebat.

Hara yang terkandung dalam pupuk jenis KCl cair yaitu hara kalium yang dapat diserap oleh tanaman sebagai senyawa K2O.

Sebelum diserap ia akan terurai terlebih dahulu menjadi senyawa K2O yang bermanfaat untuk pertumbuhan serta penguat daya tahan tumbuhan pada penyakit.

Dan ion Cl++ yang merugikan tumbuhan jika diberikan dengan jumlah yang berlebihan.

Indikasi dari pupuk jenis KCl cair ini yaitu menghambat perpanjangan buku batang sehingga makanan atau energi yang ada digunakan untuk memperbesar dan meningkatkan kualitas hasil tanaman, merangsang pembentukan dan memperbanyak bunga, dan mencegah kerontokan bunga buah.

Baca Juga : Pupuk Hidroponik

Cara Penggunaan Pupuk KCL

Tumbuhan memiliki dua fase yang dapat dilalui yaitu fase generative dan fase vegetative. Pada fase generative tanaman mulai berbunga dan menghasilkan buah. Disini tumbuhan memerlukan unsur kalium yang lebih banyak dibandingkan dengan fase vegetative.

Cara pengapikasian dari penggunaan pupuk ini bisa dengan system tabur atau dikocor dan dapat digunakan sebagai pupuk dasar ataupun pupuk susulan. Anda dapat menaburkan pupuk dengan dosis dan waktu atau jadwal yang sudah ditentukan atau sesuai rekomendasi.

Untuk lahan pertanian atau sawah dengan kadar kalium yang rendah dapat menggunakan dosis pupuk ini untuk tanaman padi sebanyak 100 kg/ha.

Sedangkan untuk lahan dengan kadar kalium yang sedang sampai tinggi dapat menggunakan dosis pupuk ini untuk tanaman padi sebanyak 50 kg/ha. Dengan pemberian pupuk 2 kali pada umur 21 HST dan pada umur 42 HST.

Tidak semua jenis tumbuhan dapat menggunakan pupuk ini karena bisa saja kandungan Chlor yang ada dalam pupuk ini tidak dibutuhkan di beberapa tumbuhan.

Jenis yang dapat menggunakan pupuk ini yaitu padi, jagung, kedelai, kacang-kacangan, karet, tebu, lada, cengkeh, dan sawit.

Baca Juga : Pupuk Untuk Durian

Harga Pupuk KCL

Pupuk jenis KCl ini dibagi menjadi pupuk bersubsidi, non subsidi, serbuk dan cair. Harga dari beberapa jenis pupuk ini dipasaran berbeda-beda.

Untuk harga pupuk bersubsidi ini berlaku sejak tahun 2016 dan masih digunakan sampai sekarang. Harganya mencapai sekitar Rp 3.900,- per kilogram. Untuk harga pupuk KCl atau MOP Rusia dikontrol harganya sekitar Rp 5.000,- per kilogram.

Untuk harga non subsidi ditentukan oleh para penjual sendiri. Biasanya kualitas dari pupuk non subsidi ini lebih bagus daripada pupuk bersubsidi.

Merk pupuk jenis ini yang terkenal yaitu Mahkota dan Kanada yang memiliki kandungan kalium yang tinggi. Harga pupuk ini sekitar Rp 5.500,- per kilogram, namun jika membeli dalam jumlah banyak misalkan 50 kg maka harganya sekitar Rp 270.000,-.

Sedangkan untuk harga pupuk jenis cair di pasaran sekitar Rp 23.000,- untuk pembelian 500 ml pupuk cair. Untuk menggunakannya cukup mudah cukup dengan mancampurkan 1 sampai 2 ml pupuk cair ini dengan 1 liter air.

Harga Pupuk

ucihadiyanto
2 min read

Pupuk ZA

ucihadiyanto
3 min read

Pupuk Urea

ucihadiyanto
3 min read