Pupuk Cair Organik

Mengharapkan tanaman tumbuh dengan subur tentu keinginan siapapun yang bercocok tanam.  Agar tanaman dapat tumbuh subur, maka memerlukan nutrisi yang diberikan dalam bentuk pupuk.  Salah satunya adalah pupuk organik cair.

Pupuk organik cair adalah ekstrak dari pembusukan bahan-bahan organik.  Bahan-bahan organik ini dapat berasal dari daun-daunan, kotoran hewan dan manusia ataupun sisa-sisa tanaman yang mengandung unsur hara lebih dari satu unsur. Dengan mengekstrak sampah organik tersebut, kita bisa mengambil seluruh nutrisi yang terkandung pada sampah organik tersebut.

Selain nutrisi, kita juga sekaligus mikroorganisme baik seperti bakteri, jamur, protozoa dan nematoda.

Baca Juga : Tahu Lebih Banyak Tentang Pupuk Kompos

Kandungan Hara Yang Ada Di Dalam Pupuk Cair

Pupuk cair organik mengandung unsur Kalium yang berperan penting dalam setiap proses metabolisme tanaman, yaitu dalam sintesis asam amino dan protein dari ion-ion amunium.  Sekaligus juga berperan dalam menjaga tekanan turgor dengan baik sehingga memungkinan lancarnya proses-proses metabolisme yang terjadi di dalam tanaman.

Kandungan nitrogen dalam pupuk organik cair, akan membantu proses menyusun protein di dalam tanaman.  Ada juga unsur-unsur mikro seperti Mn, Zn, Fe, S, B, Ca, dan Mg akan menjadi katalisator dalam proses sintesa protein dan pembentukan klorofil.

Pembuatan Pupuk Organik Cair Dengan EM4

EM4 atau Effective Mikroorganisme adalah sejenis bakteri yang dapat membantu proses penguraian sampah menjadi pupuk organik.  Pupuk EM4 adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri EM4.

Bakteri-bakteri yang ada dalam EM4 biasanya terdiri dari mikroorganisme Lactobacillus sp., bakteri penghasil asam laktat serta bakteri Streptomyces dan ragi dalam jumlah sedikit.

Pupuk organik cair untuk tanaman cabe, pupuk organik cair untuk hidroponik, dan pupuk organik cair untuk aquascape pada umumnya hampir sama, tinggal merubah komposisi bahan yang difermentasi untuk menyesuaikan kebutuhan tanaman.

Ember Untuk Membuat Pupuk Organik Cair

Ember Untuk Membuat Pupuk Organik Cair

Untuk membuat pupuk cair dengan EM4 maka kita perlu mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, antara lain EM4 1 L, molase 1 L, Pupuk Kandang, dedak dan air secukupnya.
  2. Persiapkan juga peralatan yang diperlukan yaitu drum atau ember plastik dengan kapasitas 12 L.
  3. Isi drum dengan air sebanyak setengah drum
  4. Pada tempat terpisah, larutkan molase sebanyak 250g ke dalam 1 L air. Molase adalah cairan dari sari tetes tebu.  Bisa juga dibuat secara manual dengan melarutkan gula merah atau putih ke dalam air bersih dengan perbandingan 1 : 1
  5. Masukkan molase dan EM4 ke dalam drum dan aduk hingga rata secara perlahan-lahan
  6. Masukkan pupuk kandang dan aduk perlahan agar larutan terserap oleh pupuk kandang
  7. Tambahkan air sampai penuh, tutup drum dengan rapat
  8. Lakukan pengadukan setiap pagi selama 4 hari (5 putaran). Setelah 4 hari pupuk siap digunakan

Cara Pemakaian Pupuk Organik Cair Untuk Tanaman Cabe

Pupuk organik cair pada tanaman cabe, diberikan dengan cara disemprot.  Kegunaannya adalah agar daun, batang, bunga dan buah dapat lebih leluasa dalam mencerna makanan ini.

tanaman cabe rawit

tanaman cabe rawit

Pupuk organik cair sebagai pupuk dasar, pada tanaman cabe, tanah disiram dengan pupuk organik cair 2 hari sebelum tanam.  Selanjutnya minimal 2 kali sehari.

Untuk yang disemprot, lakukan 3-7 hari sekali.

Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair Untuk Hidroponik

Larutkan cairan pupuk organik cair pada wadah air yang menjadi media hidroponik.  Untuk dosis dan jumlahnya, tergantung pada jenis tanaman yang di tanam.

Cabe Hidroponik

Cabe Hidroponik

Baca Juga : Pupuk Untuk Hidroponik

Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair Untuk Aquascape

Untuk menjaga kesuburan tanaman aquascape, kita bisa menggunakan pupuk organik cair untuk aquascape.  Caranya tinggal dimasukkan saja sejumlah pupuk cair organik ke dalam akuarium.

Tanaman Aquascape di akuarium

Tanaman Aquascape di akuarium

Dosisnya tergantung pada jenis tanaman yang kita miliki.  Pemberiannya bisa setiap hari atau seminggu sekali tergantung kebutuhan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *