Penyakit Tanaman Cabe

Cabe merupakan komoditas yang menguntungkan namun memiliki banyak penyakit yang dapat merusak dan menyebabkan gagal panen.

Untuk mencegah kerugian yang besar, maka kita perlu mengenal jenis penyakit pada tanaman cabe yang merugikan ini.

Berikut adalah penjelasan tentang penyakit tanaman cabe dan cara pengendaliannya.

Baca Juga : Cara Mengatasi Hama Tanaman Cabe

8 Jenis Penyakit Pada Tanaman Cabe Yang Banyak di Indonesia

  1. Layu Bakteri

Layu bakteri merupakan penyakit utama tanaman cabe.  Layu bakteri menyerang sistem perakaran tanaman cabe.  Jika batang diiris, jaringan bagian dalamnya tampak membusuk, kecoklatan dan berlendir.

Gejalanya berupa tanaman layu mulai dari bagian pucuk kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman.  Daun menguning kemudian mengering dan akhirnya rontok.

Penyebaran penyakit melalui benih, bibit, residu tanaman, air, nematoda, serangga dan alat-alat pertanian.

Baca Juga : Budidaya Tanaman Cabe Di Indonesia

  1. Bercak Daun

Gejala serangan bercak cabai berawal dari daun.  Daun cabe yang terkena bercak daun akan dipenuhi bercak-bercak putih yang awalnya kecil kemudian membesar.

Pada bagian tepi daun terdapat bercak berwarna lebih tua daripada warna bercak pada bagian tengah (coklat).

Serangan yang berat akan mengakibatkan daun menguning dan gugur atau langsung gugur tanpa didahului dengan menguningnya daun.

Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Cabe

Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Cabe

  1. Busuk Buah

Penyakit busuk buat terjadi karena adanya serangan jamur Phytoptora capsici.  Busuk buah menginfeksi daun dan buah sehingga menjadi busuk dan berguguran.

Serangan terjadi mulai dari pucuk tanaman yang kemudian meluas ke daun dan buah.  Akibatnya daun dan buah yang diserang akan layu, membusuk akhirnya gugur.

  1. Antraknosa

Penyakit Antrak pada tanaman cabe biasanya menyerang pada musim hujan.  Gejala serangan ditandai dengan bintik-bintik kecil kehitaman dan berlekuk, serta tepi bintik berwarna kuning.

Di bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang yang bagian tengahnya berwarna gelap.

Jika menyerang bagian lain dari tanaman gejalanya akan tampak mulai dari bagian ujung atau pucuk tanaman.  Pada buah yang terserang akan tampak bercak-bercak yang semakin melebar sampai akhirnya buah penuh dengan bercak.

Selanjutnya menjadi mengerut dan mengering kehitaman.

Baca Juga : Mengenal 7 Hama Pada Tanaman Cabe

  1. Layu Fusarium

Penyakit Layu Fusarium pada tanaman cabe di sebabkan oleh Fusarium oxysporum var.vasinfectum Shyder dan Hausen.  Gejala serangannya yaitu daun bagian bawah layu lalu menjalar ke ranting muda.

Akibatnya batang dan daun mati.  Fusarium adalah sejenis jamur yang berada di pembuluh kayu.  Serangan lebih lanjut akan mengakibatkan seluruh tanaman menjadi layu dalam waktu 14-90 hari setelah terinfeksi.

 Layu Fusarium juga di sebut dengan penyakit tanaman cabe di musim hujan.

  1. Penyakit Mosaik virus

Penyakit pada tanaman cabe yang disebabkan oleh virus adalah Cucumber Mosaic Virus, Tobacco Mosaic Virus dan virus Gemini.

Serangan virus menyebabkan kerusakan klorofil  yang ditandai dengan munculnya bercak kekuningan di daun.

Penampakan daun menjadi belang hijau dan kuning, bentuk daun menjadi mengeriting, cekung atau mamanjang karena jaringan rusak.

Keadaan tersebut terjadi karena perubahan tekanan turgor pada daun.

Tanaman cabe yang terserang virus mampu bertahan hidup namun tidak menghasilkan buah.

Baca Juga : Peluang Usaha Menguntungkan Dengan Menjalankan Pertanian Cabe

  1. Gugur Bunga

Penyakit gugur bunga disebabkan oleh jamur Oidium sp.  Serangan biasanya terjadi sejak daun masih muda sehingga banyak daun yang gugur sebelum waktunya.  Gejala serangan yang paling mencolok yaitu tampak semacam tepung yang memenuhi permukaan daun.

Baca Juga : Rahasia Khasiat Dan Budidaya Tanaman Cabe Jawa

  1. Penyakit Daun Keriting Kuning

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Begomovirus yang di bawa oleh kutu kebul.  Gejala yang ditimbulkannya yaitu daun muda yang tulang daunnya lebih jernih,  penebalan tulang daun, dan penggulungan daun.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *