Mengenal Bibit Cabe Unggul Dari Benih part 1

Permintaan akan hasil panen cabe tidak pernah menurun, namun persediaan cabe seringkali tidak memenuhi permintaan.  Beberapa hal yang menyebabkan penurunan hasil panen cabe adalah adanya faktor cuaca – iklim dan adanya serangan hama dan penyakit.  Dua penyebab itu seringkali menurunkan produksi cabe atau bahkan menyebabkan gagal panen.

Ketika gagal panen terjadi, biasanya akan menyebabkan harga cabe melonjak tinggi bahkan harganya bisa melebihi harga daging sapi sekalipun.  Dan bagi penggemar makanan pedas, berapapun harga yang harus dibayar, maka akan tetap dibeli.  Daripada makan tapi tidak nikmat, begitu seringkali jawaban yang mereka berikan.

Dari sisi produsen cabe, tentu saja ini menjadi peluang yang bagus.  Karena jika kita berhasil menanam cabe ketika harga sedang membumbung tinggi, maka kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Rawit, Si Kecil Nan Pedas Nikmat

Namun, apa siy yang dapat kita lakukan agar hasil panen cabe kita tetap bagus di kondisi cuaca yang berubah-ubah?

Jawabannya adalah sistem budidaya yang terkendali dalam ruangan tertutup dan penggunaan benih cabe yang berkualitas dan unggul.

Sebenarnya seperti apa kah ciri-ciri benih unggul cabe itu ?

Ciri-ciri benih yang unggul adalah :

  1. Produktivitasnya tinggi
  2. Umum panen genjah atau cepat
  3. Tahan serangan haa dan penyakit
  4. Daya simpan lebih lama
  5. Memiliki daya kepedasan tertentu
  6. Kualitas buah sesuai dengan selera konsumen

Nama-Nama Benih cabe unggul

Beberapa benih cabe unggul yang dapat menghasilkan bibit cabe unggul antara lain :

  1. Wibawa F1.

  • memiliki tinggi tanaman 80 cm
  • panen pertama 95 – 100 hst
  • panjang buah 17cm
  • diameter buah 2 cm
  • warna buah saat muda hijau sedangkan saat masak merah cerah
  • kulit buah mulus mengkilap
  • produksi 1 – 1,6 kg / tanaman
  1. Senopati F1

  • Tinggi tanaman 75 cm
  • Panen pertama 90 hari setelah tanam
  • Panjang buah 16 cm
  • Diameter buah 1,6 cm
  • Warna buah muda hijau dan menjadi merah cerah saat mulai tua
  • Kulit buah mulus mengkilap
  • Produktivitas 20 ton/ha
  1. CH3 IPB

  • Tinggi tanaman 97,37 cm
  • Panen pertama 75 hari setelah tanam
  • Panjang buah 13,88 cm
  • Diameter buah 1,3 – 1,5 cm
  • Warna buah hijau muda
  • Warna mahkota bunga putih
  • Bentuk buah elongate
  • Produktivitas 17,21 ton/ha
  1. Prabu F1

  • Tinggi tanaman 90 cm
  • Panen pertaa 95 – 100 hari setelah tanam
  • Panjang buah 17 cm
  • Diameter buah 1,3 cm
  • Produktivitas 20 ton/ha
  • Warna buah saat muda hijau tua dan setelah masak menjadi merah tua
  • Kulit buah mulus mengkilap
  1. Hot Beauty

  • Tinggi tanaman 87 – 90 cm
  • Umur mulai berbunga 44 – 50 hari setelah tanam
  • Panen pertama 75 hari setelah tanam (di dataran rendah) dan 90 – 100 hari setelah tanam ( di dataran tinggi)
  • Panjang buah 13 cm
  • Diameter tengah buah 1,4 cm
  • Berat buah 7,5 g
  • Bentuk buah lurus dan halus
  • Warna buah merah
  1. TM 999

  • Tinggi tanaman 110 – 140 cm
  • Ukuran buah 12,5 x 0,8 cm
  • Berat buah 5 – 6 g
  • Potensi produktivitas 0,8 – 1,2 kg / tanaman
  • Tanaman sangat kuat dan kokoh
  • Rasanya sangat pedas
  • Pembungaan terus menerus sehingga dipanen dala waktu yang relatif panjang
  1. Taruna

  • Tinggi tanaman 100 cm
  • Panen pertama 130 hari setelah tanam
  • Ukuran buah 4 cm x 1,1 cm
  • Produksi 0,5 kg/tanaman
  • Sosok tanaman tegak
  • Rasanya aromatik
  1. Bara

  • Tinggi tanaman 55 cm
  • Panen pertama 100 hari setelah tanam
  • Panjang buah 4 cm
  • Diameter buah 0,7 cm
  • Produksi 0,5 kg/ tanaman
  • Tingkat kepedasan sangat pedas

Benih cabe di atas yang merupakan benih cabe rawit unggul adalah Taruna dan Bara.  Sedangkan sisanya adalah benih cabe merah besar.

Seringkali untuk mendapatkan sifat-sifat unggul cabe, bisa dilakukan persilangan sehingga menghasilkan benih cabe hibrida.  Untuk mendapatkan hasl persilangan yang sesuai dengan kebutuhan, maka dibutuhkan tetua yang susunan genetiknya berbeda.

Baca Juga : Tanaman Cabe Merah, Teman Makan Yang Bikin Lidah Bergoyang

Dari persilangan tersebut nantinya akan dihasilkan cabe varietas baru yang memiliki sifat lebih unggul dibandingkan dengan induknya.

Untuk dapat menghasilkan bibit cabe rawit unggul maka diperlukan benih cabe rawit unggul yang bisa didapatkan dengan melakukan teknik persilangan atau hibridisasi.  Hasilnya nanti adalah bibit cabe rawit hibrida dari benih cabe rawit hibrida.

bibit cabe yang siap di tanam

bibit cabe yang siap di tanam

Bibit tanaman cabe adalah benih yang ditanam dan mulai tumbuh dengan usia sekitar  7 hari setelah tanam.  Bibit ini nantikan akan di pindahkan ke lokasi tanam dan dirawat menjadi tanaman dewasa dan diambil hasilnya.

Cara mendapatkan bibit cabe cukup dengan menanam benih cabe yang diinginkan.  Apabila benih yang ditanam adalah benih unggul, hasil bibitnya juga bibit unggul.  Teknis cara menanam benih cabe agar mendapatkan bibit cabe unggul akan di bahas di tulisan bagian 2.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *