Menanam Bibit Cabe Unggul Dari Benih part 2

Kualitas Benih

Pemilihan benih sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya cabai di lahan maupun di pot.  Untuk itu, benih cabe yang akan disemai sebaiknya berasal dari jenis atau varietas unggul.

Pastikan juga benih sesuai dengan daerah penanamannya.  Jika akan di tanam di daerah dataran rendah, pilihlan benih yang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

Benih yang akan ditanam harus memenuhi standar kualifikasi.  Standar mutunya

Bibit cabe rawit yang mulai tumbuh

Bibit cabe rawit yang mulai tumbuh

meliputi mutu fisik, mutu fisiologis, dan mutu genetik.

Mutu fisik adalah penampilan benih bersih, warnanya terang dan mengkilap, tidak cacat, bernas dan ukurannya normal.

Mutu fisiologis adalah daya kecambah tinggi.  idealnya 90% dan nilai minimal 85%.

Mutu genetik adalah keseragaman benih tinggi, berdasarkan kemurnian genetik dan standar hibridisasi dari jenis atau varietas yang digunakan.

Baca Juga : Mengenal Bibit Cabe Unggul Dari Benih part 1

Memilih Benih

Jika ingin menanam cabe berkualitas bagus, gunakan benih cabe yang dijual dalam kemasan, bersertifikat, dari produsen yang terpercaya, serta memiliki nama varietas yang jelas.  Jangan gunakan benih yang sudah kadaluarsa.

Perlakuan Benih

Sebelum disemai, benih sebaiknya direndam dalam larutan Atonik dosis 1g/L air.  Biji yang terapung dibuang, yang tenggelam bisa disemai.  Atonik berfungsi sebagai perangsang perkecambahan benih.  Selanjutnya bungkus benih dengan kain lembab sekitar 24 jam.  Setelah itu benih siap disemai.

Media Semai

Media tanam untuk menyemai benih sebaiknya remah, halus, tidak mudah memadat dan yang paling penting adalah kaya bahan organik.  Dengan syarat tersebut, kompos yang dicampur dengan tanah halus cukup baik dijadikan media semai benih cabe.

Selain dapat membuat sendiri, media semai benih juga dapat dibeli di toko alat pertanian.  Media semai yang dijual di toko alat pertanian biasanya berupa campuran dari berbagai bahan seperti tanah, pupuk kandang, cocopeat dan arang sekam.

Wadah Semai

Pada dasarnya, wadah untuk menyemai benih cabe dapat berupa bahan apa saja. Syaratnya wadah tersebut dapat menampung media semai dengan baik dan dibagian dasarnya berlubang sebagai tempat keluarnya air saat menyiram bibit yang mulai tumbuh.  Saat ini, wadah yang umum digunakan berupa tray yang banyak tersedia di toko pertanian.  Selain itu, plastik es dan polibag kecil dapat menjadi alternatif wadah penyemaian.

Menyemai Benih

Setelah benih, media semai dan wadah semai siap, langkah selanjutnya adalah menyemai benih.

  • Masukkan media tanam ke dalam wadah semai
  • Pastikan semua wadah semai yang akan ditanam terisi penuh media tanam
  • Buat lubang tanam di tengah setiap kotak wadah semai dengan menggunakan batang kayu kecil atau lidi sedalam 1 -1,5 cm
  • Masukkan benih satu persatu ke dalam lubang tanam
  • Taburkan tanah halus secara merata di atas permukaan tray untuk menutup benih
  • Lakukan penyiraman secara merata ke semua bagian tray. Tahap akhir, tempatkan tray tersebut di tempat teduh.

Memelihara Bibit

Benih yang telah disemai mulai berkecambah 7 hari berikutnya.  Jika ditemukan benih yang tidak tumbuh segera lakukan penyulaman.

Bibit yang mulai tumbuh perlu disiram secara rutin agar pertumbuhannya tidak terhambat.  Pemeliharaan bibit umumnya dilakukan sekitar 5 – 6 minggu setelah semai.  Pada umur tersebut, bibit sudah memiliki 6 – 8 helai daun.

Seleksi Bibit Yang Akan Ditanam

Pilih bibit yang berbatang kokoh, daun dan batangnya berwarna hijau serta tampak sehat untuk di tanam di lahan yang telah disiapkan.

 

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Rawit, Si Kecil Nan Pedas Nikmat

Cara menanam bibit tersebut untuk bibit cabe rawit, bibit cabe rawit jawa, cabe merah besar, dan cabe merah keriting sama.  Yang membedakan hanya di jenis benih yang digunakan saja.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *