Kopi

Kopi – Sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai minuman ini.  Bagi mereka yang menggemari minuman ini akan merasakan bahwa meminumnya secangkir dapat meningkatkan semangat kerja.  Dan pecandu akan merasa ada yang kurang jika belum minumnya hari ini.

Secangkir Kopi

Baca Juga : Manfaat Kopi Luwak

Sebenarnya apa itu kopi?

Pengertian Kopi

Kopi adalah salah satu biji-bijian yang setelah mengalami proses pengolahan, bubuknya dapat dijadikan sebagai bahan dasar minuman.

Bubuk kopi

Nah, bubuk kopi yang diseduh dalam bentuk minuman inilah yang sering menjadikan orang kecanduan karena rasanya yang khas dan aromanya yang harum.

Sejarah Kopi Dunia

Sebenarnya bagaimana ceritanya, kenapa kopi bisa sampai setenar saat ini?

Cerita mengenai sejarah kopi ini ada banyak.  Salah satunya adalah yang menyebutkan bahwa ia ditemukan pertama kali oleh seseorang yang tengah menggembala dari daerah Abbessynia.

Tanaman ini semakin populer ketika seorang sufi bernama Ali Bin Omar dari Yaman menjadikan ia sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya.

Ada juga yang menyebutkan bahwa tanaman ini pertama kali tumbuh di daerah Kaffa (wilayah di Ethiopia, Afrika).  Dari nama daerah asalnya itulah kemudian nama “kopi” seperti yang saat ini dikenal.

Dari negeri asalnya, tanaman ini dibawa ke Yaman oleh tentara Persia.  Mereka telah meminumnya semenjak dari tahun 575 SM.

Bagaimana cara mengolah biji tanaman ini dengan cara di sangrai diperkenalkan pertama kali oleh orang Arab.  Cara ini ternyata membuat minuman ini lebih nikmat dan aromanya keluar lebih harum.

Dari Arab inilah kemudian bijinya mulai diperkenalkan ke Turki dan Eropa.

Pada abad X minuman ini telah sampai ke wilayah Italia.  Bertempat di kota Salerno, sebuah kedai kopi pertama kali di buat. Kedai yang pertama kali dibuka ini adalah kedai Bottega Del Caffe (1645).

Bottega Del Caffe

Bottega Del Caffe

Tidak berhenti disini, di London pun minuman ini mulai dikenal dan mulai bermunculan kedai-kedai kopi di sana.

Parispun tidak ketinggalan, di tahun 1671, kedai kopi pertama di buka di tempat ini.

Baca Juga : Kopitiam

Di Amerika Serikat, ia bahkan menjadi minuman nasional.  Minuman ini adalah menu utama sarapan pagi.

Sejarah Kopi Di Indonesia

Negara yang kemudian menjadikan kopi sebagai komoditi utamanya adalah Arab.  Melalui saudagar-saudagarnya yang berkelana ke seluruh penjuru dunia, mereka membawa kopi dalam bentuk telah disangrai.

Dari sinilah kemudian biji-bijian ini masuk ke Indonesia.

Melalui India, para pedagang Arab mengenalkan kopi ke masyarakat Indonesia.  Namun Belandalah yang pertama kali membawa bijinya ke Indonesia.

Jenis biji kopi yang di bawa oleh Belanda adalah biji jenis Arabika.

Biji tersebut kemudian di tanam di daerah di sebelah Timur Jatinegara.  Daerah tersebut kini di kenal dengan nama Pondok Kopi.

Tanaman pertama tersebut ternyata cocok dan tumbuh subur.  Melihat potensinya yang besar, kemudian perkebunan kopi pun mulai dikembangkan di daerah Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan.  Proses membangun perkebunan tersebut dilakukan dengan sistem tanam paksa.

Perkebunan Kopi

Setelah itu, mulaikan tanaman ini tersebar ke wilayah Indonesia yang lainnya seperti Sumatera, Sulawesi, Bali dan Timor.

Semenjak itulah kemudian Jawa menjadi penghasil kopi terbesar di dunia.

Akan tetapi di akhir abad XIX terjadi serangan penyakit karat yang menyebabkan produktifitas tanaman  ini menurun.  Serangan penyakit itu merusak pohon-pohon yang ada di perkebunan.  Sehingga posisi produsen   terbesarpun diambil alih oleh Brasil dan Kolumbia.

Upaya pun dilakukan.  Untuk mengembalikan posisi Indonesia dalam hal produksi kopi, maka dikenalkanlah jenis Robusta.  Robusta memiliki kelebihan lebih tahan terhadap karat. Serta memiliki tingkat produktifitas yang lebih tinggi.

Tanaman kopi

Biji kopi dihasilkan dari tanaman kopi.  Ia adalah buah yang didapatkan dari tanaman ini.  Sehingga untuk mendapatkan biji yang berkualitas baik, maka tanamannya perlu dipelihara dengan baik.

Tanaman Kopi

Baca juga : Budidaya Kopi Unggulan

Akar tanaman ini biasanya memiliki sistem perakaran  yang dangkal.  Karena itulah, kemampuannya mengambil unsur hara di dalam tanah, jangkauannya kurang luas.

Pada tanaman yang berasal dari biji, memiliki akar tunggang.  Akan tetapi untuk tanaman yang diperoleh dengan cara stek memiliki akar serabut.

Baca Juga : Tanaman Kopi

Buah kopi

Buah tanaman ini akan diperoleh dalam bentuk biji.  Biji ini diperoleh setelah tanaman mengalami proses pembungaan.

Tanaman yang memasuki proses pembungaan adalah tanaman yang telah berumur setidaknya 2 tahunan.  Bunga ini pertama kali akan muncul dari ketiak daun antara batang utama dengan cabang reproduksi.

Akan tetapi bunga yang muncul pertama kali tersebut tidak akan dapat menghasilkan buah.

Buah Kopi

Buah akan dihasilkan dari bunga yang muncul kemudian di cabang primer.  Bunga ini berasal dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang kemudian berubah fungsinya menjadi kuncup bunga.

Kuncup bunga ini kemudian berkembang menjadi bunga secara bersamaan dan mengumpul menjadi satu.

Bunga tanaman ini ukurannya kecil.  Mahkota bunganya berwarna putih dan baunya harum.  Kelopak bunganya berwarna hijau.  Di bagian pangkalnya menutupi bakal buah yang mengandung dua bakal biji.

Bunga yang telah dewasa, akan melakukan penyerbukan.  Hasil penyerbukan itulah yang kemudian akan menjadi berkembang menjadi buah.

Waktu yang dibutuhkan mulai dari pembungaan hingga buahnya matang adalah antara 6 – 11 bulan.

Jenis Tanaman Kopi

Jenis tanaman ini tidaklah terlalu banyak. Terdapat  4 jenis kopi yang dikenal.

Apa sajakah ke 4 jenisnya?

Berikut jenis yang di tanam di Indonesia :

  1. Arabica Coffee

Ini adalah jenis yang pertama kali masuk ke Indonesia.  Jenis ini juga yang pertama kali dikembangkan dalam bentuk perkebunan-perkebunan.

Arabica caffee

Arabica caffee

Akan tetapi, karena adanya serangan penyakit karat daun itulah maka tanaman ini banyak yang mengalami kerusakan.

  1. Liberica coffee

Adanya wabah penyakit karat daun yang menyerang jenis Arabika, menjadikan jenis ini masuk ke Indonesia.

Kopi Liberika diharapkan dapat menggantikan jenis Arabika yang rusak tersebut.

Liberica caffee

Liberica caffee

Tetapi ternyata, tanaman jenis Liberica inipun sama, tidak tahan terhadap penyakit karat daun.

Penyakit karat daun pada tanaman ini adalah penyakit yang banyak muncul karena tingginya tingkat kelembaban udara.  Udara yang lembab menjadikan jamur tumbuh dengan subur.  Nah, jamur inilah yang memicu penyakit ini.

  1. Robusta Caffee

Setelah Liberica juga gagal dikembangkan, kemudian Belanda membawa jenis Robusta.  Jenis Robusta ini ternyata lebih cocok untuk dikembangkan di Indonesia.

Robusta Caffee

Robusta Caffee

Tanaman jenis ini memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit karat daun.  Yang lebih menguntungkan lagi adalah tingkat produktifitasnya yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan 2 jenis di atas.

  1. Excelsa caffee

Jenis yang keempat ini juga memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun.  Ia bahkan dapat tumbuh di wilayah yang berbeda-beda.  Kebanyakan jenis ini di tanam di daerah dataran rendah yang basah.  Dimana wilayah tersebut tidak sesuai untuk jenis Robusta.  Dalam hal ini, ekselsa melengkapi kekurangan Robusta.

Excelsa coffee

Excelsa coffee

Kopi Indonesia

Ke empat jenis tanaman kopi yang ditanam di Indonesia tersebar di pulai Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali dan Timor.

Kebanyakan yang ditanam adalah jenis Robusta dan Arabika.

Yang menarik adalah, meskipun jenis yang ditanam sama, namun perbedaan tempat akan menghasilkan kopi dengan citarasa yang berbeda.

Kondisi tanah dan iklim ternyata mempengaruhi hasil biji yang di panen. Dari situlah kemudian dikenal berbagai kopi daerah dengan kekhasannya masing-masing.

Beberapa yang terkenal antara lain :

  1. Gayo(Gayo cofee)
  2. Mandeling (Mandheling cofee)
  3. Jawa (Java cofee)
  4. Toraja (Toraja cofee)
  5. Luwak (Luwak cofee) (Baca Juga : Kopi Luwak Halalkah?)
Java Coffee

Java Coffee

Baca Juga : Kopi Luwak Asli Indonesia

Kopi-kopi khas tersebut sangat di gemari di dunia Internasional dan di dalam negeri.  Hingga harganya pun sangat baik di pasaran.

Mungkin Anda juga menyukai