Klasifikasi Tanaman Paku

Klasifikasi Tanaman Paku – Sudah pernah dengar nama tanaman paku?  Hahaha tanaman paku ini bukan berarti bentuknya seperti paku.

Tanaman paku adalah tanaman yang memiliki sistem pembuluh sejati.  Meskipun memiliki sistem pembuluh sejati, namun tanaman ini tidak memproduksi biji dalam perkembangbiakannya seksualnya.

Perkembangbiakan Tanaman Paku

Kemudian bagaimana cara dia berkembangbiak?  Tanaman paku akan berkembang dengan caranya sendiri, yaitu dia akan menyebarkan spora ke seluruh tempat.  Dan spora inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Cara berkembang biak ini jika diperhatikan akan mirip dengan cara berkembang biak jamur dan lumut.

Perkembangbiakan tanaman paku didahului dengan persatuan gamet-gamet.  Sering juga disebut dengan reproduksi seksual.

Spora tanaman paku dihasilkan di dalam kotak spora yang disebut sporangium.

Sporangium mempunyai lapisan-lapisan dinding yang menyelubungi jaringan sporogen, dikenal dengan nama tapetum.

Tapetum ini berguna juga untuk memberikan asupan makanan bagi sel-sel sporogen.

Kumpulan sporangium pada daun paku disebut dengan sorus.

Baca Juga : Jenis Tanaman Paku-Pakuan Yang Paling Mempesona

Dimana tanaman paku ini hidup?

Tanaman paku-pakuan bisa hlo hidup di banyak tempat di seluruh dunia.  Baik tempat yang lembab, kering ataupun basah.  Asalkan bukan tempat bersalju dan gurun pasir dia akan bisa tumbuh.

Akar pada tanaman paku bersifat endogen.  Akar inilah yang menjadikan tanaman ini bisa tumbuh di banyak tempat.  Apa itu akar endogen?  Yaitu akar yang pertumbuhan menyamping atau horisontal.  Buka tumbuh ke dalam menembus tanah.

Pertumbuhan akarnya ketika menyamping juga akan mencengkeram tempat tumbuh sehingga dia bisa kuat tumbuh.  Jenis pertumbuhan akar ini disebut juga dengan homorizi.

Baca Juga : Tanaman Paku-Pakuan Untuk Mempercantik Rumah Anda

Berdasarkan pertumbuhan sel-selnya, tanaman paku dapat dibedakan menjadi

Pembagian Jenis Tanaman Paku

  1. Tanaman paku tingkat tinggi.

Tanaman paku tingkat tinggi ini disebut demikian karena memang sel-sel yang ada pada dirinya telah terdiferensiasi dengan baik.

Ketika sel tanaman terdiferensiasi dengan baik maka  jaringan yang ada padanya juga mirip dengan jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi.

Daun paku tingkat tinggi memiliki jaringan pembuluh yang berkembang dengan baik.  Tipe daun ini disebut juga dengan tipe daun megafil atau makrofil.

  1. Tanaman paku tingkat rendah

Tanaman paku tingkat rendah ini disebut demikian karena memang sel-sel di dalamnya belum terdiferensiasi.  Jadi masih sederhana.

Karena sederhana, maka tidak dapat dibedakan antara daging daun dan tulang daun.

Bagaimana dengan pengelompokan tumbuhan paku?  Karena ternyata di seluruh dunia ditemukan hampir 10.000 jenis tumbuhan paku.  Jika tidak dilakukan pengelompokan maka pasti akan sulit untuk mengenalinya.

Klasifikasi Tanaman Paku

Gambar Tanaman Paku-Pakuan

Gambar Tanaman Paku-Pakuan

Berikut ini adalah pengelompokan tentang tumbuhan paku :

  1. Divisi Psilophyta atau Paku Purba

Tumbuhan paku purba ini  disebut demikian karena memang banyak anggotanya yang telah punah.  Mereka banyak yang hidup di jaman purba.  Jenis Paku Purba yang saat ini tersisa tidaklah banyak.

Jenis paku purba yang saat ini dikenal adalah

  • Paku telanjang (Psilophytopsida). Di sebut demikian karena memang tidak memiliki daun.  Tanaman paku jenis ini banyak yang ditemukan dalam bentuk fosil saja.  Posisi fosilnya juga terletak pada permukaan bumi yang tua.

Kalau dilihat dari tingkat perkembangannya, maka tingkatnya adalah paling rendah.  Karena itu belum berdaun dan berakar.

Batangnya telah memiliki pembuluh angkut, makanya disebut juga dengan  Vascular Cryptogamae.

  • Paku berdaun kecil (mikrofil) dengan daun yang belum terdifferensiasi (Psilotopsida).

Jika Paku telanjang sering dijumpai dalam bentuk fosil.  Maka Psilotopsida ini masih bisa dijumpai saat ini.

Paku jenis ini tidak memiliki akar, namun mempunyai rizoid yang keluar dari batang di dalam tanah.

Batangnya tumbuh merayap dengan cabang-cabang yang tumbuh tegak.  Cabang yang tumbuh tegak ini akan mengeluarkan alat tambahan seperti sisik atau daun yang kecil.

Hampir semua tanaman paku purba ini masuk ke jenis paku homosfor.  Yaitu paku yang pertumbuhan akarnya kesamping.

  1. Lepidophyta / Lycophyta disebut juga Paku Kawat

Nah kalau jenis tanaman paku yang masuk ke divisi Lycophyta ini ada yang masih ada sampai sekarang.  Meskipun ada juga yang telah punah.  Biasanya Lycophyta banyak yang menyebutnya Paku Kawat.

Untuk Paku Kawat ini, sporofitnya batang, akar, dan daunnya sudah bisa dibedakan.

Batangnya dan akarnya bercabang seperti garpu.  Berkas pengangkutnya bertipe protostele atau sifonostele.

Daunnya mikrofil, tidak bertangkai dan hanya bertulang satu.

Sporangiumnya terletak pada ketiak daun.  Biasanya sporofil berkumpul di ujung batang atau cabang dan membentuk bangunan seperti kerucut.  Nama sporofil itu adalah strobilus.

Anggota divisi ini ada yang homospor tapi juga ada yang heterospor.  Gametofit yang heterospor dibentuk di dalam spora (endosporik). Sedangkan yang homospor gametofitnya dibentuk di luar spora (eksosporik).

Berdasarkan ada atau tidaknya ligula, Divisi Lycophyta dibagi menjadi 2 kelas. Yaitu :

Eligulopsida terdiri atas tanaman paku yang daunnya tidak memiliki ligula dan bersifat homosfor.  Contoh tanamannya adalah Lycopodium sp.

Lycopodium ini adalah tanaman paku yang hidup di tanah sebagai epifit.  Batang atau cabang-cabangnya tertutup oleh daun-daun.  Daunnya memiliki panjang paling hanya sekitar 2-10mm, namun ada juga yang lebih panjang hingga mencapai 2-3 cm.

  • Ligulopsida

Jenis Ligulopsida biasanya daunnya memiliki ligula dan bersifat heterospor.  Contoh tanaman paku kelas Ligulopsida ini msalnya adalah paku lumut.

Tanaman paku lumut ini tumbuh di tempat yang teduh dan sinar mataharinya sedikit.

Jenis lainnya adalah Isoetes sp..  Isoetes sp memiliki sporofit yang batangnya seperti umbi.  Pertumbuhan memanjangnya sangat lambat sehingga akan terlihat menebal dibandingkan menebal makanya terlihat seperti umbi.

Tanaman paku jenis ini satu-satunya yang memiliki kambium.

  1. Calamophyta (Arthrophyta) atau Paku Ekor Kuda

Tanaman paku di divisi ini juga sudah banyak yang punah.  Satu-satunya yang masih hidup adalah paku ekor kuda.

Paku ekor kuda bisa hidup di rawa-rawa atau di darat.  Sering juga dijadikan sebagai tanaman hias.

  1. Pterophyta (Filicophyta) di kenal juga dengan nama Paku Sejati

Tanaman paku yang masuk ke divisi ini seringjuga disebut dengan tanaman paku sejati.  Kata lainnya adalah, ketiga tanaman paku dari Divisi lainnya sering disebut dengan nama paku-pakuan.

Ciri khusus paku sejati adalah daunnya berupa makrofil dengan ukuran dan bentuk yang bermacam-macam serta pertulangan daun yang bercabang-cabang.

Kebanyakan bersifat homospor.  Hanya paku air yang bersifat heterospor.

Berdasarkan cara terbentuknya sporangium, Filocophyta dibagi menjadi 3 kelas.

  • Eusporangiopsida

Sporangium untuk Eusporangiopsida terbentuk dari beberapa sel inisial.  Pembelahan pertama berlangsung di dalam sel epidermis.  Sel yang luar membentuk dinding sporangium.  Sel yang di dalam membentuk jaringan sporogen.

  • Protoleptosporangiopsida

Cirinya adalah cara pembentukan sporangium tidak terbentuk dari satu sel epidermis saja. Sporangium letaknya tidak teraur di dalam sorus, tidak ada anulus, protalium tebal dan tidak pernah terdapat mikoriza.

Contoh tanaman yang masuk ke kelas ini adalah Osmunda, Leptopteris dan Todea.

  • Leptosporangiopsida

Sporangiumnya terbentuk dari satu sel permukaan.  Sel bagian dalam tidak ikut membentuk sporangium.  Ciri khusus lainnya adalah berumur panjang.

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *