Khasiat Dan Budidaya Tanaman Cabe Jawa

Cabe Jawa termasuk tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.  Dan saat ini kebutuhan industri kesehatan akan cabe jawa sangat tinggi, namun belum dapat dipenuhi kebutuhannya.

Tentu saja bisa dipahami karena memang tanaman cabe jawa belum banyak dibudidayakan oleh petani.

Baca Juga : Menanam Bibit Cabe Unggul Dari Benih

Dalam dunia kesehatan cabe jawa ini dapat menjadi bahan campuran obat-obatan atau menjadi campuran jamu-jamuan.

Tanaman Cabe Jawa

Tanaman Cabe Jawa

Tanaman asli dari Indonesia ini memilik beberapa khasiat di seluruh bagian tubuhnya.  Mulai dari akar, batang, daun hingga buahnya.  Mari kital lihat apa sajakah khasiat tanaman cabe jawa ini :

Khasiat Tanaman Cabe Jawa Untuk Kesehatan Dan Ramuannya

  1. Obat Kuat Lelaki

Cabe jawa bisa digunakan untuk obat kuat lelaki.  Ramuan untuk manfaat ini menggunakan 3g akar cabe jawa kering yang ditumbuh halus kemudian diseduh dengan air panas.  Airnya diminum sehari sekali sebanyak 1 gelas.

  1. Masuk Angin, perut kembung dan pegal-pegal

Ramuan yang diperlukan untuk keluhan kesehatan jenis ini adalah Buah cabe jawa 3 butir, daun mint ¼ genggam, daun kesumba keling ¼ genggam, gula aren 3 jari.

Cuci bersih semua bahan tersebut kemudian rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa dua seperempat gelas.  Ramuan diminum 3 kali ¾ gelas sehari sebelum makan.

Baca Juga : Tanaman Karet Kebo Untuk Kesehatan

  1. Penambah nafsu makan dan badan lemah

Untuk dapat menambah nafsu makan, capur 2 buah cabe jawa dengan lempuyang emprit 2 jari.  Cuci bersih keduanya, kemudian memarkan.

Setelah itu rebus 2 gelas air menggunakan api kecil hingga tersisa menjadi 1 gelas.  Dan dinginkan rebusan herbal tersebut.  Setelah dingin air disaring dan diminum sekali 1 gelas sehari selama 7 hari.

  1. Penghangat badan

Penghangat badan sering dibutuhkan di dataran tinggi yang cuacanya dingin.  Untuk mendapatkan khasiat cabe jawa untuk menghangatkan tubuh, gunakan 6 gram cabe jawa mentah kering.

Tumbuk hingga halus, dan seduh menggunakan air panas.  Minum setiap hari segelas.

  1. Obat kumur

Gunakan 3 lembar daun cabe jawa yang ditumbuh halus dan diseduh dengan 1 gelas air panas.  Gunakan air tersebut untuk obat kumur alami.

  1. Urat syaraf lemah

Urat syaraf yang lemah bisa di bantu dengan ramuan cabe jawa 6 buah, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang ¾ jari, daun sambiloto ¾ jari, dan gula enau ¾ jari.

Cuci dan potong bahan-bahan tersebut, tambahkan rebusan gula enau 4 gelas ke dalam campuran bahan tersebut.  Rebus hingga tersisa 3 gelas.

Setelah mendidih, biarkan air rebusan dingin terlebih dahulu baru kemudian saring.  Minum sebanyak ¾ gelas ramuan sebanyak 3x sehari untuk mendapatkan manfaat.

  1. Obat sakit gigi dan gigi berlubang

Jika mengalami sakit gigi karena gigi berlubang, bisa dibantu dengan 5 butir cengkih dan ¼ gram akar cabe jawa yang kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus.

Setelah itu, haluskan dan masukkan ke dalam gigi yang berlubang, tutup dengan kapas.

  1. Obat kumur untuk mengatasi bau mulut

Cara memanfaatkan cabe jawa untuk mengatasi bau mulut adalah dengan merebus 3 daun cabe jawa, 5 lembar daun sirih segar ke dalam 2 gelas air.

Rebus hingga diperoleh 1 gelas air ramuan, kemudian dinginkan.  Setelah air menjadi dingin, gunakan air tersebut untuk berkumur.

  1. Luka baru

Luka yang masih baru bisa dipercepat pengeringannya menggunakan daun cabe jawa 3 lembar, dicampur dengan akar trengguli 1 genggang yang dicincang halus.

Setelahnya rebus dengan air sebanyak  6 gelas selama ½ jam.  Gunakan air tersebut untuk mencuci luka.  Awalnya akan terasa nyeri dan panas, namun khasiatnya luka akan lebih cepat sembuh.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe Rawit, Si Kecil Nan Pedas Nikmat

Cara Budidaya Cabe Jawa Agar Hasil Tanaman Berlimpah

Untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang optimal, tanaman cabe jawa perlu didukung dengan teknologi budidaya yang baik.

Pengembangan budidaya tanaman cabe jawa meliputi kegiatan pokok penyiapan benih atau bibit, penyiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman.

  1. Pembibitan Cabe Jawa

Budidaya cabai jawa ini akan dimulai dari proses awal yaitu memperoleh bibit.  Pada umumnya tanaman cabe jawa dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik generatif (biji) atau vegetatif (stek batang).

Perbanyakan tanaman cabe jawa dengan menggunakan benih atau biji biasanya menghasilkan tanaman yang tidak seragam dan berbunga lebih lambat.

Cara lain agar hasil yang diperoleh seragam dan cepat berbunga adalah dengan cara stek batang.  Hasil bibit stek akan memiliki karakter yang sama seperti induknya.  Sehingga apabila induk yang dipilih adalah induk yang berbuah lebat, maka anakannya juga akan memiliki sifat yang sama.

Keunggulan lain stek batang adalah pada akhirnya batang akan dapat membentuk akar dan tunas baru.

Cabang yang akan dijadikan sebagai indukan stek dipilih dengan persyaratan sebagai berikut :

  • Telah mencapai usia 6 bulan – 3 tahun, terawat baik, tidak terserang hama dan penyakit tanaman.
  • Dipilih cabang yang sudah tua, pertumbuhannya subur, lurus, sehat dan sudah setengah mengayu
  • Umur fisiologis tanaman stek sebaiknya 6 bulan yang ditandai dengan daun-daunnya berwarna hijau tua, tidak menunjukkan gejala-gejala abnormal dan tanda-tanda terserang hama dan penyakit. Cabang berwarna hijau kecoklat-coklatan, tidak terlalu tua ataupun muda.  Diameter cabang sekitar 0,6 cm – 1,2 cm.

Cara melakukan stek :

  • Ambil batang yang akan dijadikan stek (telah memenuhi syarat di atas)
  • Cabang terpilih di potong dengan gunting pangkas atau pisau yang tajam sepanjang 30 cm – 40 cm atau mengandung 3 -4 ruas
  • Bagian ujung cabang yang terlalu muda dibuang dan daun-daun penumpu pada bagian pangkal stek dibuang dengan hati-hati. Tujuan pembuangan daun ini adalah untuk mengurangi penguapan yang berlebihan
  • Sebelum stek disemai, bekas potongan diberi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Contoh ZPT misalnya Rootone F 0,7% atau direndam dalam air kelapa 25% selama 12 jam.
  • Tancapkan stek di media semai yang telah disediakan sedalam 4 – 5 cm atau ditimbun 1 ruas. Setiap polibag isi dengan 1 stek.
  • Letakkan polibag yang telah ditanami batang stek di dalam sungkup plastik
  • Sirami stek yang telah di tanam tersebut hingga tanah cukup basah.
  1. Penanaman bibit

Bibit stek cabe jawa yang telah tumbuh dapat ditanam ke lahan ketika memenuhi syarat :

  • Umur bibit 3-4 bulan sejak di semai
  • Pertumbuhannya sehat dan kuat
  • Tinggi tanaman telah mencapai 5 – 7 ruas, berwarna hijau dan ruasnya gemuk-gemuk
  • Bibit bebas dari serangan hama dan penyakit

Tanam bibit yang telah memenuhi syarat tersebut di atas di lahan yang telah disiapkan dengan jarak tanam 1 x 2 m.

  1. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan memiliki tujuan :

  • untuk memperbaiki struktur tanah,
  • memperbesar persediaan air tanah,
  • memperbaiki peresapan tanah,
  • mempercepat pelapukan,
  • memperbaiki aerasi dan kehidupan mikroba tanah serta
  • mempermudah perkembangan akar

Waktu pengolahan tanah yang tepat adalah 2 minggu sebelum tanam bibit.  Caranya, mula-mula tanah dicangkul sedalam 30 cm – 40 cm, kemudian dikeringanginkan selama 15 hari.

Gali lubang tanah yang akan ditanami stek sedalam 50 x 50 x 60 cm, masukkan pupuk kandang sebagai persiapan tanam.

  1. Penanaman Bibit

Waktu tanam yang baik adalah awal musim hujan.  Namun untuk daerah yang memiliki persediaan air cukup, bibit dapat ditanam kapan saja.  Proses penanaman bibit adalah sebagai berikut :

  • Siram tanah di dalam polybag pembibitan hingga basah
  • Keluarkan bibit dari polybag hati-hati bersama dengan akar dan tanahnya. Lebih mudah jika polybag di sobek bagian sampingnya
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan
  • Urug dan padatkan dengan tanah hingga posisi batang tegak lurus
  • Siram air di sekitar pangkal batang atau perakaran tanaman agar dapat langsung kontak dengan air tanah

Baca Juga : Menanam Cabe Unggul Dari Benih

  1. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman meliputi proses :

  1. Pengairan / penyiraman

Penyiraman atau pengairan dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah dan menghindari kekurangan air oleh tanaman yang dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu.

Untuk awal penyiraman, gunakan gayung atau gembor.  Lakukan penyiraman di sekitar batang tanaman hingga tanah cukup lembab dan basah.  Lakukan 1 – 2 sehari sesuai dengan kondisi tanah dan lingkungan.

  1. Penyulaman

Bibit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya kerdil segera ganti dengan tanaman yang sehat.  Tujuannya adalah jumlah tanaman per satuan luas tetap.

  1. Penyiangan

Bibit yang berusia 15 – 30 hari setelah tanam biasanya masih rentan dengan persaingan melawan gulma atau rumput liar. Oleh karenanya perlu dilakukan penyiangan supaya pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Penyiangan dilakukan dengan mencabut tanaman rumput liar yang tumbuh di sekeliling bibit cabe jawa

  1. Pemupukan

Bibit yang telah berumur sebulan mulai membutuhkan pupuk untuk mempercepat pertumbuhannya.  Pupuk yang dibutuhkan adalah urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 1 : 1 : 1 sebanyak 1.500 g/ tanaman.  Lakukan pemupukan 4 bulan sekali untuk hasil yang optimal.

  1. Pemasangan mulsa

Pemasangan mulsa memiliki tujuan untuk mengurangi laju penguapan tanah terutama pada musim kemarau.  Manfaat lainnya adalah untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma.

Jika mulsa yang digunakan akan tanaman memberi unsur N maka dapat menambah ketersediaan unsur tersebut untuk tanaman.

  1. Pemasangan tanaman panjat

Tanaman cabe jawa termasuk tanaman yang merambat, oleh karenanya memerlukan tempat untuk tumbuh dalam bentuk vertikal.  Tanaman yang dapat dijadikan sebagai tanaman panjat cabe jawa antara lain dadap duri.

  1. Pemangkasan

Agar tanaman bisa menghasilkan buah cabe jawa yang banyak, maka perlu dilakukan pemangkasan sebanyak 3 kali setahun.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman perlu di tanggulangi agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

  1. Panen

Cabe jawa dapat dipanen sepanjang tahun.  Buah yang dipanen adalah buah yang telah tua.  Ciri-cirinya adalah berwarna kekuning-kuningan hingga agak kemerah-merahan.  Petik tangkai buah satu persatu dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *