Jenis Tanaman Palawija Untuk Agribisnis Pertanian

Tanaman palawija dibudidayakan oleh petani sebagai tanaman antara.

Ditanam sebagai tanaman selingan antara satu musim tanaman utama dengan tanaman utama di musim berikutnya.

Tujuan penanamannya adalah untuk rotasi tanah sekaligus  manfaatkan waktu antar musim tanam tanaman utama.

Jenis tanaman palawija ini ada banyak, namun biasanya berupa tanaman yang berumur pendek.

Sebagai tanaman antara, palawija akan meberikan pemasukan tambahan pada petani.

Ada juga yang menyebutkan bahwa palawija adalah tanaman yang ditanam pada musim kemarau.  Sembari menunggu datangnya musim hujan, maka petani menanami lahannya dengan tanaman palawija.

Akan tetapi dalam perkembangannya ternyata tanaman palawija tidak hanya di tanam pada musim kemarau.  Ada juga yang menanamnya di lahan tadah hujan atau di lahan pasang surut yang di olah dengan sistem surjan.

Secara ekonomis, tanaman palawija berperan penting dalam kehidupan manusia.  Selain sebagai sumber bahan pangan, tanaman palawija juga dapat menjadi sumber bahan pakan ternak dan bahan baku industri.

Dalam konteks ketahanan pangan, beberapa jenis tanaman palawija dapat menjadi bahan pangan pengganti bahan pangan pokok yaitu beras.  Sehingga palawija ini juga memiliki fungsi diversifikasi makanan utama.

Pada musim paceklik, palawija penghasil karbohidrat seperti jagung dan umbi-umbian sering dijadikan makanan pokok di daerah pedesaan.

Baca Juga : Ragam Jenis Tanaman Palawija Di Indonesia

Penggunaan palawija di bidang industri sangat luas.  Berikut ini adalah aneka jenis tanaman palawija yang menguntungkan dijadikan sebagai pilihan agribisnis pertanian :

4 jenis palawija yang menguntungkan

Jagung

Jagung adalah tanaman palawija yang memiliki kegunaan sangat penting dalam bidang industri.

Selain dapat diproduksi sebagai tepung jagung, tanaman palawija ini juga banyak  digunakan untuk industri makanan ternak.

Kebutuhan jagung untuk industri makanan ternak ini sangat tinggi.

Saking tingginya, apabila kebutuhannya tidak terpenuhi dari dalam negeri, maka seringkali impor jagung dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak

Ubi Kayu

Ubi kayu digunakan untuk industri tepung.

Tepung singkong atau aci banyak digunakan untuk industri makanan.  Ada begitu banyak  olahan makanan yang menggunakan aci sebagai bahan dasarnya.

Cilok, cireng, tahu aci, dll adalah sedikit dari pemanfaatan tepung aci untuk olahan makanan.

Selain untuk menghasilkan aci, singkong juga banyak dimanfaatkan untuk pembuatan alkohol.

Etanol yang dihasilkan dari singkong melalui proses fermentasi ini akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kesehatan.

Tanaman singkong

Tanaman singkong

Kacang Tanah

Kacang tanah untuk industri minyak. Minyak nabati banyak dibutuhkan dalam bidang kecantikan, kesehatan dan makanan.

Margarin dan mayonaise adalah beberapa makanan yang memanfaatkan minyak nabati dari kacang tanah.

Dalam bidang kesehatan, minyak nabati dari kacang tanah banyak digunakan untuk campuran membuat obat asma dan adrenalin.

Kedelai

Kedelai untuk industri susu dan tahu. Seperti yang kita ketahui, ada beberapa anak yang alergi minum susu sapi.  Akan tetapi kebutuhan akan nutrisi yang ada dalam susu tetap dibutuhkan.

Nah, kedelai ini dapat menjadi alternatif pilihan bagi anak yang alergi dengan susu sapi. Pembuatan susu dari kedelai kian hari kian diminati oleh masyarakat.

Dari yang tadinya membuat sendiri di rumah, hingga akhirnya saat ini banyak perusahaan besar yang memproduksi susu kedelai dalam bentuk pabrikasi.

Artinya skala produksinya massal dan banyak. Tidak hanya untuk pembuatan susu, kedelai juga menjadi bahan baku penting dalam pembuatan kecap.

Bumbu penyedap rasa ini terlibat dalam banyak olehan makanan. Bukan hanya itu, tahu dan tempe yang menjadi lauk pauk kegemaran masyarakat juga terbuat dari kedelai.

Kebutuhannya setiap hari sangat banyak.  Karena seringkali tidak terpenuhi oleh produksi dalam negeri, maka kedelai ini termasuk komoditi pertanian yang kecukupannya dipenuhi oleh impor.

Baca Juga : Mengenal Aneka Macam Tanaman Palawija Dengan Harga Jual Tinggi

Peluang adanya kebutuhan masyarakat yang tinggi dan adanya fenomena import untuk mencukupinya menjadi sinyal tingginya prospek budidaya 4 jenis palawija di atas dalam bidang agribisnis pertanian.

Potensi pasar yang tinggi tentu menjadi salah satu indikator peluang yang menguntungkan untuk dikembangkan dan dibudidayakan.

Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya dan mengembangkannya.  Semoga artikel jenis tanaman palawija yang menguntungkan ini bisa menjadi inspirasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *