Jenis-Jenis Penyakit Ikan Gurami Yang Merugikan

Penyakit yang menyerang ikan adalah semua yang menimbulkan gangguan pada ikan.  Gangguan itu bisa dilihat baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor, yaitu :

  1. Kondisi lingkungan (air)
  2. Kondisi Inang (ikan budidaya)
  3. Adanya jazad patogen (jazad penyakit)

Dengan kata lain, adanya serangan penyakit pada ikan ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan di ketiga faktor tersebut di atas.

Adanya ketidakharmonisan di ketiga faktor tersebut kemudian menimbulkan tekanan atau stres pada ikan yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh ikan.  Penurunan daya tahan tubuh itu kemudian menjadikan ikan mudah terserang penyakit.

Gambar Ikan Gurami Yang sehat

Gambar Ikan Gurami Yang sehat

Adanya serangan penyakit ini akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.  Berapa besarnya kerugian akibat serangan penyakit pada ikan yang dipelihara akan tergantung pada

  1. Umur ikan
  2. Jumlah ikan
  3. Jumlah yang terserang penyakit
  4. Tingkat keparahan penyakit
  5. Ada atau tidak adanya serangan lanjutan

Untuk menghindari kerugian akibat serangan penyakit pada ikan yang sedang kita budidayakan maka perlu melakukan tindakan pencegahan.

Baca Juga : Mengenal Jenis Ikan Mas Konsumsi Di Indonesia

Melakukan tindakan pencegahan akan menurunkan biaya karena lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan ikan yang terserang penyakit.

Beberapa teknik yang dapat mencegah terjadinya serangan penyakit pada ikan

  1. Membersihkan kolam

Kolam yang bersih akan menjadikan ikan tumbuh lebih sehat.  Membersihkan kolam juga akan menghilangkan organisme parasit, virus, jamur, dan bakteri yang bisa saja menyerang ikan.

Pembersihan kolam juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia.  Bahan kimia yang dapat digunakan untuk membersihkan kolam adalah kalium permanganat (PK) dan metilin biru (Methylene blue).

  1. Membersihkan peralatan

Peralatan yang digunakan untuk alat bantu dalam budidaya ikan gurami perlu dibersihkan dan didisinfektan juga.  Alat-alat seperti baskom, ember, seser, kantong plastik, dan lain-lain bisa menjadi sarana perpindahan penyakit dari satu tempat ke tempat lain.

Untuk mencegah terjadinya hal itu maka perlu didisinfektan atau dibersihkan.  Bahan kimia yang digunakan sama dengan yang digunakan untuk mendisinfektan kolam, yaitu PK.

Cara membersihkan peralatan dengan PK ini adalah dengan mencelupkan peralatan-peralatan tersebut dalam air yang telah dilarukan PK dosis rendah (3-20 ppm selama 30 menit).  Selain menggunkan PK, pembersihan juga bisa menggunakan klorin.

  1. Pembersihan Ikan Yang Dipelihara

Ikan yang akan dipelihara sebelumnya bisa dikarantina dalam kurun waktu tertentu.  Karantikan dilakukan dalam rangka melihat apakah ikan bersih atau mengandung organisme tertentu yang bisa menjadi potensi penyakit.

Apabila ternyata ikan mengandung organisme penyakit yang berpotensi menjadi penyakit maka lebih baik dilakukan penanganan ditempat karantina terlebih dahulu sehingga tidak menyebar ke ikan-ikan lainnya yang sehat.

Cara lainnya adalah dengan merendam ikan di dalam air garam dapur sebanyak 10g/L air selama 15 – 30 menit.  Dengan cara ini maka bakteri dan patogen penyakit bisa dibersihkan.

  1. Meningkatkan kekebalan ikan

Kekebalan tubuh ikan bisa dilakukan dengan melakukan imunisasi.  Imunisasi pada ikan adalah menyuntikkan antibodi ke dalam tubuh ikan agar kebal terhadap infekti penyakit tertentu.

Selain dilakukan dengan cara menyuntikkan, pemberian imunisasi pada ikan juga dapat dilakukan dengan teknik perendaman, pencelupan, penyemprotan atau melalui pakan ikan yang dicampur.

Pemberian vitamin C pada ikan juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.  Dosis yang dianjurkan adalah 250 – 500 mg/kg berat tubuh ikan gurami.  Pemberian vitamin ini perlu dilakukan selama beberapa hari untuk mempertahankan stamina ikan.

Baca Juga : Budidaya Ikan Gurami Kolam Terpal

Penyakit pada ikan ada yang non infeksi dan ada yang infeksi

Penyakit Ikan Karena Non Infeksi

  1. Stres dan keracunan

Stres dan keracunan ini disebabkan oleh menurunnya kualitas air kolam tempat hidup ikan.  Cara menanggulangi bisa dilakukan dengan memperbaiki kualitas air kolam.  Pada saat kegiatan ini dilakukan, ikan perlu di evakuasi atau bisa sudah tiba saatnya bisa dipanen.

  1. Pertumbuhan lambat atau mudah terserang penyakit.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pakan yang kurang tercukupi kandungan gizinya.  Karena kekurangan gizi, maka pertumbuhan ikan menjadi lambat dan mudah terserang penyakit atau hama.  Untuk mengatasi kondisi ini, maka ikan perlu diberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya dalam jumlah yang cukup.

  1. Stres & kematian

Stres dan kematian pada ikan gurami bisa juga disebabkan oleh kondisi air yang beracun.  Perlu di cek juga pakan yang diberikan, apakan beracun ataukah tidak.  Untuk mengatasi kolam ikan gurami yang mengalami kejadian ini adalah memanen ikan dengan cepat jika sudah bisa dipanen.  Atau evakuasi ikan ke tempat lain selagi kolam ikan di bersihkan dari air yang beracun tersebut.  Memberi pakan ikan  yang bebas dari racun juga menjadi langkah berikutnya supaya ikan bisa sembuh.

  1. Kerdil, organ tidak lengkap, tidak mudah bersaing dengan ikan-ikan lain

Kondisi ini terjadi biasanya karena faktor keturunan atau memang dari saat benih memang sudah tidak normal.  Itu sebabnya menggunakan benih yang berkualitas akan menjadi kebutuhan penting untuk menghindari terjadinya hal seperti ini.

  1. Stres dan mudah terserang penyakit.

Kondisi ini bisa terjadi ketika iklim dan cuaca sedang mengalami perubahan.  Perubahan ini kadangkala tidak dapat dihadapi oleh ikan yang dipelihara sehingga akan menyebabkan serangan penyakit.  Jika kondisi ini dialami langkah terbaik adalah melakukan pemanenan cepat atau mengevakuasi ikan ke tempat yang lebih sesuai.

Kelima hal tersebut di atas adalah penyakit-penyakit yang terjadi karena non infeksi.

Bagaimana dengan penyakit infeksi?  Berikut ini adalah keterangannya.

Penyakit Infeksi Pada Ikan Gurami

Penyakit infeksi disebabkan oleh adanya parasit seperti jamur, virus, bakteri dan parasit itu sendiri.  Karena bersifat infektif maka penyakit ini menular.

Jenis – jenis penyakit yang sering menyerang ikan air tawar.

  1. Bintik Putih

Tanda-tandanya adalah adanya bintik-bintik putih pada sirip, tutup insang, permukaan tubuh dan ekor ikan.  Penyebabnya adalah Ichthyophthitius multifiliis.

  1. Trichodiniasis

Tanda-tanda penyakit ini adalah adanya bintih-bintih putih pada kepala dan punggung.  Nafsu makan ikan berkurang, produksi lendir bertambah sehingga tampak mengkilat.  Pada tubuh bagian luar terdapat pendarahan.  Warna tubuh kusam dan ikan suka menggosok-gosokkan tubuhnya pada benda disekitarnya.  Karena kegiatan ini maka kulit ikan menjadi rusak dan akan menimbulkan infeksi sekunder.

  1. Lerneasis

Tanda-tandanya : adanya luka pada tubuh ikan yang terlihat dengan jelas.  Terdapat cacing jangkar yang menempel dengan kuat di bagian badan, sirip, insang dan mata.  Urat daging menjadi hyperaemic dan bengkak.  Sisik akan terkelupas hingga akhirnya nekrosis.

  1. Kutu Ikan

Tanda-tanda kutu ikan adalah adanya iritasi.  Ikan juga akan kehilangan keseimbangan serta suka melompat-lompat keluar air.  Badan menjadi kurus bahkan bisa sampai mati karena dihisap darahnya.  Sisi terkuak dan kadang lepas.  Muncul titik-titik darah pada kulit disekitar bekas gigitan kutu.  Rongga tubuh berisi cairan kekuningan, ,kulit pecah dan borok.  Ikan juga akan menggosok-gosokkan badannya ke benda-benda keras di sekelilingnya.

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *