Jenis dan Kategori Tanaman Paku

Tanaman paku atau Pteridophyta menjadi salah satu jenis flora yang kerap dijumpai di Indonesia.

Tanaman paku merupakan sekelompok tumbuhan yang memiliki pembuluh sejati. Namun, tanaman jenis ini tidak menghasilkan biji yang biasanya dimiliki oleh tumbuhan untuk bereproduksi.

Tanaman paku-pakuan bisa dipastikan dapat ditemukan dengan mudah di berbagai belahan dunia, kecuali di wilayah yang tertutup salju abadi dan lautan.

Berbagai jenis tanaman paku bisa dijumpai dengan karakteristik masing-masing. Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang tanaman ini, silahkan simak ulasan berikut ini.

Baca Juga : Jenis Tanaman Paku Yang Paling Mempesona

4 Jenis dan Kategori Tanaman Paku

Tumbuhan paku pteridophyta memiliki bebepa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori, seperti tanaman paku berdasarkan ukurannya, fungsinya dan jenis sporanya.

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai paku-pakuan menurut jenis spora dan morfologinya.

tumbuhan paku heterospora. tumbuhan paku homospora, tumbuhan paku pteridophyta, tumbuhan paku purba, tanaman paku ekor kuda

Gambar Jenis Tanaman Paku

1.Tumbuhan Paku Homospora

Tumbuhan paku homospora disebut juga isospora, yaitu tanaman paku yang hanya dapat menghasilkan satu macam saja ukuran spora yang digunakan untuk berkembang biak atau bereproduksi.

Jenis paku seperti ini memiliki warna tumbuhan yang hijau segar karena menjadi bagian dari kelompok plantae yang daunnya dapat melakukam fotosintesis.

Di bagian daun tanaman paku homospora terdapat alat reproduksi bernama spora yang letaknya berada tepat di bagian bawah daun.

Salah satu spesies yang masuk kategori tanaman paku ini adalah Lycopodium Sternum atau paku kawat.

Baca Juga : Klasifikasi Tanaman Paku

2. Tumbuhan Paku Heterospora

Kebalikan dari jenis paku homospora, tumbuhan paku heterospora disebut juga dengan anisospora yang memiliki dua jenis spora dengan ukuran yang berbeda.

Jenis pertama adalah spora dengan ukuran kecil atau mikrospora yang menjadi penanda kelamin jantan.

Sementara yang satunya merupakan makrospora yaitu spora yang memiliki ukuran besar yang merupakan kelamin betina. Jenis tanaman paku ini terbilang langka dan sulit ditemukan.

Contoh tanaman paku jenis heterospora yaitu Selaginella atau paku rane dan Marsilea Crenata atau tanaman semanggi.

3. Tumbuhan Paku Purba

Tumbuhan paku purba merupakan jenis yang paling langka dan populasinya sudah sangat sulit ditemukan, makanya diberinama paku purba.

Tanaman ini memiliki struktur yang terbilang sederhana karena  tidak memiliki daun dan juga akar. Bentuknya jika dilihat memang cukup unik. Pada bagian batangnya bercabang-cabang menggarpu dan memiliki berkas pengangkut.

Tanaman paku purba ini hanya terdiri dari dua genus saja yang tumbuh pada daerah beriklim tropis dan subtropis.

Jenis yang masuk dalam keluarga paku purba misalnya Psilotum Nudum.

4. Tanaman Paku Ekor Kuda

Tanaman paku ekor kuda atau Arthrophita memiliki penampakan yang mirip seperti ekor kuda karena batangnya memiliki cabang-cabang yang khas dan berbentuk lingkaran. Lebih umum ditemukan pada daerah subtropis yang memiliki suhu cukup dingin.

Paku jenis ini bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai 4 meter lebih. Pada bagian batang akan mudah terlihat rongga yang beruas-ruas sementara pada bagian daun mengandung silika yang terlihat seperti sisik, ukuran daunnya sendiri tidak terlalu besar. Salah satu contoh tanaman paku jenis ekor kuda ini adalah Equisetum Debile.

Sekarang Anda sudah mengetahui beberapa jenis tanaman paku yang biasa dijumpai. Ternyata tanaman ini memang sangat beraneka ragam.

Tentu saja dengan ragam yang banyak dan unik membuat tanaman paku bisa dijadikan sebagai hiasan yang dapat mempercantik rumah dan membuat suasan menjadi lebih sejuk. Demikianlah informasi ini, semoga dapat menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi Anda.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *