Ikan Gurami

Ikan Gurami – Siapa siy yang tidak kenal dengan ikan gurami?  Ikan berukuran cukup besar dengan daging yang empuk dan tebal ….hmm rasanya yummy jika telah siap saji.

Memang ikan jenis yang satu ini termasuk ikan kegemaran banyak orang.  Karena rasanya enak dan bergizi tinggi.

Asal Usul Ikan Gurami

Sebenarnya darimanakah asal ikan lezat ini?

Ternyata ikan ini memang berasal dari Indonesia, asli ikan Indonesia.  Dan karena rasanya memiliki rasa yang enak, maka memiliki banyak penggemar.

Seperti biasa, apabila sebuah komoditi memiliki banyak penggemar maka penyebarannya akan semakin luas.

Demikian pula dengan ikan yang satu ini, saat ini dia sudah mulai menyebar ke wilayah Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Thailand, bahkan hingga ke Australia.

Bahkan tidak memungkinkan bahwa kedepannya negara-negara tropis lainnya akan membudidayakan ikan jenis ini.  Mengingat karena permintaannya yang tinggi di masyarakat.

Ciri-ciri ikan gurami

Jika kita selama ini sering menikmatinya, sekarang kita perlu juga  mengetahui dengan lebih jelas, sebetulnya seperti apa ikan gurami itu?

Mari kita lihat lebih lanjut di ciri-cirinya.

Penasaran kan, sebenarnya bagaimana siy ciri-ciri ikan gurami itu?  Supaya kita tidak tertukar dengan jenis ikan lainnya, terutama saat membeli ikan tersebut di pasar.

Jangan sampai maksud hati membeli ikan gurami, apa daya ikan tawes yang didapatkan ….hihi…

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat, apa saja sebetulnya ciri-ciri dari ikan ini :

  1. Memiliki badan yang pipih namun lonjong dengan daging yang tebal.
  2. Mulut yang dimilikinya kecil namun dapat di moncongkan
  3. Sisik di tubuhnya besar-besar dengan kepala sisik yang memiliki tekstur agak kasar di bagian tepinya
  4. Gigi yang terletak di rahangnya berukuran kecil-kecil. Namun untuk gigi yang terletak di luar ukurannya lebih besar
  5. Sirip punggung dan sirip duburnya memiliki duri. Dan semakin tua umur ikan gurami ini, maka durinya akan semakin besar.  (Duri yang makin besar ini justru bagus karena memudahkan kita memilih daging gurami ketika mengkonsumsinya)
  6. Bagian perutnya memiliki benang yang panjang yang berfungsi untuk indera peraba
  7. Sirip ekornya memiliki warna kuning atau perak yang terdapat di tepian siripnya
  8. Untuk sirip atas dan bawah, memiliki bintik hitam di pangkal siripnya

Delapan ciri tersebut akan semakin mudah kita pahami apabila kita sering melihatnya secara langsung.

Perbedaan ikan gurami jantan dan betina

Lantas bagaimana jika kita ingin membedakan ikan jantan dan betina?  Terutama jika kita ingin membudidayakannya?

Untuk dapat membedakan jantan dan betina kita bisa melihat dari perilaku atau sifatnya.  Bisa juga dengan melihat wujud nyatanya.

Ciri-ciri ikan Gurami Jantan

Dengan melihat langsung wujud nyatanya, maka bisa diuraikan bahwa ikan jantan memiliki ciri-ciri :

  1. Tubuh yang dimilikinya berbentuk ramping
  2. Gerakan badannya lebih lincah dan gesit bila dibandingkan dengan ikan betina
  3. Kepala dan dahinya sedikit menonjol seperti nonong
  4. Bagian perutnya lebih runcing
  5. Susunan sisik yang dimiliki normal
  6. Siripnya berwarna kehitaman namun lebih terang
  7. Bagian tubuh reproduksinya runcing dan kelihatan

Bagaimana dengan yang berjenis kelamin betina?

Berikut ini penjelasan tentang ciri-ciri ikan betina

Ciri-Ciri Ikan Gurami Betina

  1. Badannya lebih tebal dan bundar bila dibandingkan dengan ikan jantan
  2. Ketika bergerak akan lebih lambat dan slow
  3. Kepala serta dahinya tidak memiliki tonjolan
  4. Bagian tubuh bawahnya (perut) bulat
  5. Sisik yang dimilikinya memiliki susunan yang terbuka
  6. Memiliki sirip dengan warna krem atau warna putih
  7. Organ reproduksinya bentuknya oval dan kelihatan.

Tidak sulit bukan membedakannya.

Sekarang kita menuju ke jenis-jenis ikan ini.  Ada apa sajakan sebetulkan jenisnya?

Jenis Ikan gurami

Ternyata jenis ikan ini bisa dibedakan berdasarkan bentuknya dan warnanya.

Jenisnya berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi :

  1. Ikan Gurami Jepang

Panjangnya biasanya berkisar 45cm-an saja sehingga tubuhnya cenderung lebih pendek.  Berat tubuh yang dimiliki maksimal 3,5kg saja.

Ikan Gurami Jepang

Ikan Gurami Jepang

  1. Ikan Gurami Angsa

Berbeda dengan ikan gurami Jepang, ikan jenis angsa ini memiliki bentuk tubuh yang lebih panjang.  Panjang maksimal yang bisa dicapainya adalah 65cm-an dengan berat tubuh bisa diangka 8kg per ekor (wow, ini bisa menjadi ikan gurami terbesar yang ada).

Ikan Gurami Angsa

Ikan Gurami Angsa

  1. Ikan Gurami Porselen

Karena namanya porselen maka ikan ini memiliki warna yang unik, yaitu merah muda.  Bagian tubuh bawahnya berwarna putih cerah.

Ukuran tubuhnya tidaklah terlalu besar dengan bobot maksimal mencapai 2 kg.

Ikan Gurami Porselen

Ikan Gurami Porselen

Ikan jenis porselen ini bisa tumbuh dengan cepat sehingga memang menguntungkan.

  1. Ikan Gurami Blue Safir

Secara kasat mata ikan jenis ini indah di pandang.  Warnanya hitam kemerahan  dengan panjang maksimal tubuhnya adalah 35cm dan bobot tubuhnya bisa mencapai 4 kg.  Sehingga termasuk ke dalam ikan berukuran besar.

Ikan Gurami Blue Safir

Ikan Gurami Blue Safir

  1. Ikan Gurami Batu

Warna tubuh ikan jenis batu adalah hitam di seluruh tubuhnya.  Sisik-sisiknya besar-besar dan kasar.  Bobot tubuhnya kecil dan pertumbuhannya lambat.

Mungkin ini sebabnya ikan jenis ini termasuk yang paling jarang dipelihara oleh petani.

Bagi petani dengan pertumbuhan lambat dan bobot tubuh yang ringan, tidaklah menguntungkan.

  1. Ikan Gurami Bastar

Kepala berwarna putih dan badannya berwarna abu kehitaman.  Sisiknya lebar dan kasar serta memiliki tingkat pertumbuhan badan yang lumayan cepat

Ikan Gurami Bastar

Ikan Gurami Bastar

  1. Ikan Gurami Kapas

Sama seperti namanya, jenis ikan ini berwarna putih kemerahan di sepanjang tepian sisiknya.  Karena warnanya putih maka disebut dengan nama ikan jenis kapas.  Dalam tingkat pertumbuhannya termasuk agak cepat.  Maksimal bobot tubuhnya adalah 1,5kg.

Ikan Gurami Kapas

Ikan Gurami Kapas

  1. Ikan Gurami Paris

Bisa dikatakan ini adalah yang warnanya paling indah.  Maka bisa saja dijadikan sebagai ikan hias.  Aslinya, ikan ini memiliki warna dasar merah  akan tetapi karena bertemu dengan sisik yang berwarna putih maka dia terlihat berwarna oranye. Bobot badannya maksimal bisa mencapai 1,5kg.

 

Ikan Gurami Paris

Ikan Gurami Paris

Itu tadi adalah ciri-ciri dan jenis ikan ini. Jika ingin tahu bagaimana cara budidayanya bisa ke Budidaya Ikan Gurami.

Ada juga kemungkinan serangan penyakit pada ikan jenis ini.  Ingin tahu lebih banyak tentang penyakit-penyakit yang menyerang ikan tersebut?  Silakan klik ke link berikut ini (Penyakit Ikan)

Makanan Ikan Gurami

Ikan ini dapat menerima makanan yang berasal dari tumbuhan dan hewan-hewan kecil. Apa saja makanan itu?

Sebelum menyebutkan jenis-jenis tanaman yang bisa dimakan oleh gurami ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa yang menjadi ketentuan dalam memberi makanan untuk ikan gurami ini.

Ketentuan makanan ikan Gurami

  • Memiliki kandungan protein yang tinggi.  Untuk mendukung pertumbuhan gurami yang optimal maka diperlukan makanan dengan kandungan protein tinggi.
  • Diberikan dengan frekuensi yang sering atau berulang kali akan memberikan efek yang lebih baik daripada langsung memberikannya dalam jumlah banyak.
  • Berikan makanan dalam ukuran yang bisa dimakan oleh ikan.  Apabila daun-daunan yang ingin diberikan berukuran lebar maka perlu dilakukan pencacahan terlebih dahulu.  Tujuannya untuk memperkecil ukuran daun tersebut sehingga bisa dimakan.
  • Berikan makanan dalam jumlah yang sesuai, terlalu banyak memberi pakan ke dalam kolam juga tidak baik untuk ikan dan kebersihan kolam.

Setelah kita mengetahui ketentuan dalam memberikan makanan ikan untuk gurami sekarang tinggal kita cari tahu apa saja jenis-jenis pakan yang bisa diberikan kepadanya.

Jenis-jenis makanan ikan gurami

  • Pelet atau makanan pabrikan

Makanan jenis ini baik untuk gurami.  Namun perlu diketahui bahwa untuk mempercepat pertumbuhannya maka diperlukan pelet dengan komposisi protein 25% – 30%.

Komposisi protein  yang tinggi akan dapat mempercepat pertumbuhan ikan gurami

  • Makanan berprotein lainnya seperti bekatul, ampas tahu, ampas kelapa, ampas kedelai juga baik untuk pertumbuhan gurami
  • Daun lamtoro, azzola, daun tanaman kacang-kacangan termasuk tanaman berprotein tinggi juga dan cocok untuk gurami
Azolla

Azolla

  • Daun-daun lainnya seperti daun pepaya, daun singkong, daun daun talas, daun pisang masih bisa dijadikan sebagai pakan ikan gurami
  • Berikan juga jagung rebus untuk gurami yang sedang dalam proses pemijahan untuk mempercepat waktu pemijahan.
  • Ikan teri, bekicot, siput, keong, limbah udang, dan limbah ikan lainnya juga digemari oleh gurami.  Masih ada kroto atau telur semut juga yang tidak kalah enaknya bagi gurami

Cara membuat pakan gurami

Apakah pakan gurami ini bisa dibuat sendiri?

Ternyata jawabannya adalah bisa dan mudah.  Dengan membuat pakan ikan gurami sendiri maka kita bisa menghemat biaya produksi sekaligus memberikan makanan yang berkualitas pada gurami ini.

Bagaimana cara membuat pakan untuk gurami ini?

Ikuti langkah berikut ini :

  • Yang pertama kali perlu disediakan adalah wadah besar yang tertutup.  Bisa menggunakan drum bekas atau ember besar yang bekas juga.  Wadah ini nantinya akan digunakan untuk memproses bahan baku makanan gurami
  • Bahan-bahan berupa daun-daunan perlu di potong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil untuk kemudian dikering anginkan hingga menjadi layu.  Apabila menggunakan ampas tahu dan bahan hewani lainnya juga perlu untuk dikeringkan terlebih dahulu dengan cara di jemur di bawah terik matahari.
  • Setelah kering dan layu maka campur bahan-bahan itu semua menjadi satu, dan perlu untuk diaduk hingga tercampur merata
  • Untuk membantu proses fermentasinya, tambahkan EM4 yang telah dicampur dengan air gula.  Pastikan semua bagian basah oleh EM4 supaya proses penguraiannya bisa berjalan dengan baik dan merata
EM4

EM4

  • Setelah tercampur dengan rata masukkan semuanya ke dalam wadah besar yang telah disiapkan.  Tekan dan padatkan semua bahan tersebut sehingga benar-benar padat tanpa ada rongga udara di dalamnya
  • Tutup wadah tersebut dengan rapat untuk menghindari masuknya udara dari luar masuk dan mengganggu proses fermentasi.  Untuk menjaga agar bakteri pengurai tidak mati maka perlu dilakukan pengecekan 2 hari sekali dengan cara membuka tutup wadah
  • Jalankan proses tersebut selama 10 hari maka pakan telah siap untuk diberikan kepada ikan di kolam.  Caranya cukup dengan menaburkan merata ke dalam kolam sesuai kebutuhan.  Jangan lupa untuk menutup wadah kembali setelah mengambil pakan untuk ikan

Nah, mudah dan sederhana bukan.  Bahan-bahannya juga dapat kita temui di sekitar kita.  Kecuali EM4 yang bisa kita dapatkan di toko-toko pertanian, bahan-bahan lainnya tersebar di sekitar kita.

Semoga dengan cara tersebut ikan gurami yang kita pelihara bisa tumbuh dengan baik dan memberikan hasil panen yang memuaskan.

Mungkin Anda juga menyukai