Cara Budidaya Tanaman Palawija Yang Memiliki Nilai Komersial Tinggi

Cara budidaya tanaman palawija yang memiliki nilai komersial tinggi sebenarnya sudah banyak dikupas oleh banyak artikel.  Tanaman palawija apa saja siy yang memiliki nilai komersial tinggi?

Mari kita kupas bersama-sama.

5 Tanaman Palawija Yang Cocok di Musim Hujan dan Memiliki Nilai Jual Tinggi

  1. Kacang Tanah

Kacang tanah berasal dari Brasil.  Tanaman ini dperkenalkan pertama kali di Indonesia antara tahun 1421 – 1457 oleh bangsa Spanyol.  Namun tanaman ini baru dibudidayakan pada abad 18.  Saat ini, kacang tanah hampir dijumpai di seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kacang tanah banyak dikonsumsi secara langsung dalam bentuk kacang rebus, kacang goreng, kacang atom, kacang telur, bumbu dan berbagai macam kue.

Selain itu, kacang tanah juga dimanfaatkan untuk pakan ternak dan penghasil minyak nabati.  Bagian kacang tanah yang digunakan untuk pakan ternak adalah brangkasnya yaitu bagian batang dan daun.

Kacang tanah adalah tanaman palawija yang cocok di daerah  dengan ketinggian antara 0 – 500 dpl.  Untuk dapat tumbuh dengan baik, kacang tanah memerlukan tanah yang gembur dengan pH antara 6 – 6,5, agak lembab dan berdrainase baik.

Tanaman kacang tanah juga memerlukan sinar matahari langsung  agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan polong yang banyak.

Tahapan untuk budidaya kacang tanah adalah :

  • Memilih benih. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka perlu memilih benih yang bagus dan memiliki pertumbuhan seragam.  Benih unggul ini biasanya berproduksi tinggi, berkualitas baik, serta tahan terhadap penyakit layu, karat daun dan bercak daun.
  • Mengolah tanah. Persiapkan tanah yang akan di tanami kacang tanah dengan mencangkulnya hingga gembur.  Buat guludan/bedengan untuk drainase air kemudian ukur pH tanah.
  • Tanam benih kacang tanah yang telah dipersiapkan dengan jarak tanam 30 x 15 cm.  Penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan tugal.
  • Penyulaman dilakukan dengan mengganti benih yang tidak tumbuh dan diletakkan pada lubang tanam yang sama.
  • Penyiangan di lakukan dengan mencabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman. Peyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 5-7 hari setelah tanam.  Dilakukan bersamaan dengan penyulaman.
  • Pengendalian hama dan penyakit. Amati pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah yang kita tanam.  Apabila ditemuai adanya hewan pengganggu dan penyakit, maka lakukan tindakan-tindakan untuk pengobatan atau pencegahannya.
  • Lakukan pemanenan dengan tepat waktu sesuai kebutuhan.  Waktu panen kacang tanah adalah 70 – 95 hari setelah tanam tergantung varietas dan peruntukannya.  Cara memanennya adalah dengan mencabut batangnya.
  1. Kedelai

Kedelai mulai di tanam di Indonesia pada tahun 1750.  Saat ini, komoditi yang kaya akan protein ini sangat akrab dengan sebagian besar masyarakat.  Penggunaannya sangat beragam, mulai dari untuk membuat tempe, tahu, tauco, kecap, susu sampai untuk pakan ternak.

gambar tanaman kedelai

gambar tanaman kedelai

Supaya tanaman kedelai yang kita tanam memiliki hasil yang bagus, maka kita perlu mempersiapkan cara budidayanya dengan baik.

  • Memilih benih. Benih kedelai yang baik adalah benih yang dapat memberikan  hasil tinggi dan tahan terhadap serangan penyakit.
  • Pengolahan tanah. Siapkan tanah yang akan digunakan untuk menanam kedelai.  Tanah yang cocok untuk kedelai adalah tanah yang gembur dengan pH 6 – 6,8 dan memiliki drainase baik.  Sama seperti tanaman kacang tanah, buat bedengan-bedengan untuk menjaga agar tanah tidak tergenang air.
  • Lakukan penanaman benih kedelai pada saat tanah dalam kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah.  Apabila tanah kering, kedelai tidak dapat tumbuh, apabila terlalu basah maka benih akan membusuk.
  • Pemeliharaan tanaman. Lakukan pemeliharaan dengan memberikan pupuk, menyiangi tanaman, pengendalian hama dan penyakit tanaman serta penyulaman.
  • Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun telah menguning (tetapi bukan karena hama dan penyakit tanaman hlo ya).  Panen dilakukan pada saat tidak hujan agar dapat segera dilakukan penjemuran.
  1. Kacang Hijau

Kacang hijau memanglah tidak sepopuler kacang tanah dan kedelai.  Namun, kacang-kacangan jenis ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kacang tanah dan kedelai.  Penggunaannya kacang hijau antara lain untuk konsumsi dan pakan ternak.

Berikut ini cara budidaya kacang hijau:

  • Pemilihan benih. Pilih benih yang akan ditanam.  Usahakan benih yang bersertifikat dan termasuk varietas unggul agar hasil yang didapatkan banyak.
  • Pengolahan tanah. Kacang hijau membutuhkan tanah dengan pH 5,8 – 6,5 agar dapat tumbuh dengan baik.  Olah tanah hingga gembur agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan buat saluran drainase pada setiap jarak 5-6m.
  • Tanam benih dengan jarak 40 x 15 cm agar tidak terlalu rapat.  Jumlah benih per lubang tanam adalah 2 butir.
  • Pemeliharaan tanaman. Beri pupuk yang sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman kacang hijau.  Apabila terdapat benih yang tidak tumbuh maka segera lakukan penyulaman.  Lakukan penyiangan terhadap gulma yang tumbuh dan mengganggu pertumbuhan tanaman.  Dan kendalikan hama dan penyakit tanamaan yang menyerang tanaman kacang hijau.
  • Kacang hijau di panen secara bertahap dengan umur panen sekitar 58 – 65 hari setelah tanam (tergantung jenis varietas yang di tanam).  Polong yang dipanen adalah polong yang telah betul-betul matang.  Tandanya adalah warna polong berwana coklat atau hitam.
  1. Jagung

Di Indonesia, jagung merupakan bahan pangan kedua setelah padi.  Selain sebagai bahan pangan, jagung juga menjadi sumber pakan ternak dan bahan baku industri.

Nah, keterangan di bawah adalah cara budidaya jagung secara singkat.

  • Pemilihan benih dan varietas. Pilih benih yang memiliki daya tumbuh besar agar nantinya tanaman memberikan hasil panen yang berlimpah.  Sifat benih unggul jagung adalah memiliki umur pendek, hasil tinggi dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman jagung.
  • Pengolahan tanah. Jagung dapat tumbuh dengan baik di tanah yang subur dan gembur dengan pH 5,6 – 7,2.  Olah tanah hingga menjadi gembur dan sesuai untuk pertumbuhan jagung.
  • Lahan untuk menanam jagung sebaiknya adalah lahan yang terbuka dan mendapatkan sinar matahari langsung. Pada saat menanam, pastikan tanah dalam kondisi lembab untuk membantu perkecambahan benih. Masukkan 2 butir benih per lubang tanam.
  • Pemeliharaan tanaman. Benih jagung yang mulai tumbuh mulai dipantau dan di amati pertumbuhannya.  Lakukakan proses pemeliharaan tanaman agar pertumbuhannya teta optimal sesuai fase-fasenya.  Kegiatannya adalah penyulaman, pemupukan, penyiraman/pengairan, penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung.  Lakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Tanaman jagung bisa dipanen sesuai dengan kebutuhannya.  Apakah untuk konsumsi sehingga di panen muda, ataukah untuk keperluan lain sehingga dipanen matang/tua.  Cara memanennya adalah dengan memutar tongkol dan kelobotnya bersamaan.

Baca Juga : 5 Cara Menanam Jagung Yang Baik dan Benar

  1. Singkong

Singkong atau ubi kaya atau ketela pohon ternyata berasal dari brasil.  Sudah dari sejak abad ke 17 tanaman ini mulai di tanam oleh petani.  Singkong ini mudah ditanam bahkan di tanah tanduspun dia dapat hidup.  Karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi maka singkong juga termasuk tanaman pangan pengganti beras.

Pemanfaatan singkong dalam kehidupan sehari-hari selain sebagai pengganti makanan pokok, juga banyak dijadikan bahan makanan cemilan dan campuran kue.

Untuk keperluan industri, singkong banyak di gunakan untuk pakan ternak, dijadikan sebagai tepung tapioka, bahan baku pembuatan etanol dan gula cair.

 

Cara budidaya tanaman singkong :

  • Pilih bibit singkong dengan cara memilih batang bawah tanaman yang akan distek.   Tanaman yang dapat dijadikan sebagai bibit stek adalah tanaman yang telah berumur minimal 7 bulan.
  • Pengolahan tanah. Singkong membutuhkan tanah yang gembur agar dapat tumbuh dengan baik.  Beri pupuk organik untuk menambah kesuburan tanah.
  • Tanam stek singkong dengan jarak tanam 100 x 40 cm.  Tancapkan stek dengan kedalaman 10cm dengan posisi tegak.
  • Pemeliharaan tanaman. Tanaman singkong yang mulai tumbuh tunas mulai di amati pertumbuhannya.  Buang tunas daun yang terlalu banyak agar tidak mengganggu pertumbuhan umbi.  Lakukan juga pemupukan dan pengendalian hama/penyakit tanaman apabila mulai dijumpai adanya serangan.
  • Lakukan pemanenan singkong sesuai dengan kebutuhan dan permintaan.  Tanaman singkong yang belum dibutuhkan masih dapat dibiarkan tumbuh di lahan.  Lakukan pemanenan dengan mencabut akar tanaman.

Baca Juga : Aneka Jenis Tanaman Palawija Yang Prospek Untuk Usaha Agribisnis Pertanian

Tanaman akan tumbuh dengan baik jika kita memeliharanya dengan tepat.  Untuk dapat memelihara dengan tepat, kita juga perlu memahami syarat tumbuh tanaman dan lahan yang akan kita gunakan sebagai tempat menanam tanaman palawija ini.  Karena masing-masing tanaman akan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *