Caisin

2 min read

Caisim

Sayur Caisim

Daun caisim atau caisin merupakan sayuran yang termasuk kedalam jenis sawi berwarna hijau dengan bentuk lebih pendek.

Sayuran caisim ini sering disebut dengan pak coy atau sawi hijau dengan bentuk seperti mahkota berlapis-lapis dan berwarna kehijauan.

Biasanya sayur caisim ini digunakan dalam berbagai masakan seperti sup, tumis mie dan lain sebagainya.

Tanaman ini mudah tumbuh di daerah yang dekat dengan pantai atau pegunungan dengan suhu yang sejuk.

Tahu tidak? Ternyata selain cantik karena berbentuk seperti mahkota, sayur caisim ini memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Dilihat dari beberapa kandungan nutrisi yang ada di dalamnya seperti vitamin K, vitamin A, asam folat, vitamin E, dan serat yang tinggi.

Tak heran lagi jika sayur caisim ini sangat baik untuk ibu hamil karena dapat menyuplai gizi pada janin.

Selain itu, daun caisim ini juga sangat cocok untuk anda yang sedang melakukan program diet karena memiliki kandungan serat yang tinggi.

Pada umumnya sayuran ini dihidangkan bersama dengan bakso. Namun bisa juga diolah menjadi campuran sup, tumisan cah dan sebagainya.

Anda dapat dengan mudah menemukan sayur ini di pasar tradisional atau pun swalayan.

Caisim
Caisim

Nama Latin Caisim

Sayur caisim merupakan tanaman yang populer di kalangan masyarakat terutama di indonesis.

Tanaman ini memiliki nama latin Brassica chinensis var. Parachinensis.

Tanaman yang termasuk ke dalam keluarga brokoli, kubis, dan lobak ini merupakan salah satu tanaman semusim yang hanya dapat satu kali panen.

Jenis Caisim

Caisim merupakan sekelompok tanaman dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai makanan baik dimakan secara segar maupun diolah menjadi berbagai macam makanan.

Di indonesia sendiri banyak jenis tanaman caisim yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Jenis caisim tersebut diantaranya yaitu:

  • Caisim atau sawi biasa

Sawi ini sering ditemukan di kehidupan sehari-hari, baik digunakan untuk tambahan bakso maupun olahan masakan lainnya.

Penyebutan caisim ini berasal transliterasi dari nama Choy sum dengan bunga sawi caisim juga ikut dimakan.

  • Sawi sendok

Sawi sendok lebih dikenal dengan nama Pakchoy. Nama pakchoy ini juga berasal dari transliterasi kata yang sama yaitu pak choy atau bok choy.

Tanaman ini terkenal dengan bentuknya yang besar atau montok pada bagian bawah.

  • Sawi india

Sawi india ini sangat mirip dengan sawi caisim bahkan sampai tidak dapat dibedakan oleh orang awam. Jenis sawi ini memiliki nama asli Gai Choy.

  • Sawi putih

Memiliki pangkal daun berwarna putih dengan daun berwarna hijau muda. Di luar negeri jenis sayur ini lebih terkenal dengan sebutan Napa.

  • Sawi pagoda

Sawi ini jarang ditemui dan banyak terdapat pada dataran tinggi. Bentuk dari tanaman jenis ini  menyerupai batu candi yang banyak sehingga menyerupai pagoda.

Cara Menanam Caisim

Tanaman caisim dapat tumbuh dan beradaptasi hampir di seluruh media tanam.

Kemasaman pH media yang optimum yaitu antara 5-6,5. Sedangkan untuk suhu optimum yang dianjurkan pada tanaman caisim yaitu 15-200 C.

Ada beberapa langkah untuk membudidayakan tanaman caisim ini diantaranya yaitu

  • persemaian,
  • pengolahan/persiapan media tanam,
  • penanaman,
  • pemupukan dan panen.

Untuk persemaian anda perlu merendam benih dengan propamokarb konsentrasi 0,1 % selama kurang lebih 2 jam.

Media semainya terbuat dari campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1.

Benih yang sudah disebar ditutup dengan daun pisang atau karung goni selama 2-3 hari dan setelah berumur 7-8 hari setelah semai maka bibit siap untuk dipindah ke lahan utama.

Tanaman caisim ditanam dengan menggunakan jarak tanam sekitar 20 x 20 cm.

Pada sela-sela pengolahan lahan diberikan pupuk kandang dengan dosis 10 ton/hektar, pupuk urea 187 kg/hektar, KCl 112 kg/hektar, SP36 300 kg/hektar.

Setelah itu pupuk selanjutnya juga perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

Bayam

ucihadiyanto
3 min read

Manfaat Terong

ucihadiyanto
3 min read

Sayur Terong

ucihadiyanto
3 min read