Budidaya Tanaman Padi

Sebagai tanaman pokok, tanaman padi paling banyak ditanam oleh petani di Indonesia.  Jika kita ingin menanam padi kita bisa banyak belajar dari petani yang memang sudah selama puluhan tahun menanam padi.

Namun sebelum langsung bertanya kepada petani, tulisan ini juga bisa menjadi informasi awal sebagai bahan untuk membuka percakapan dengan pak tani nantinya.

Baca Juga : Tanaman Padi

Agar bisa menanam padi dengan baik, kita terlebih dahulu perlu untuk melakukan persiapan.  Apa saja persiapan yang diperlukan?

Persiapan Sebelum Tanam Padi

  1. Menyiapkan benih padi yang akan di tanam

Memilih benih padi yang baik sangatlah penting.  Karena hasil menanam padi kita akan sangat ditentukan oleh benih yang kita gunakan.  Jika menginginkan hasil yang optimal maka gunakan benih unggul untuk kita tanam.

Benih unggul adalah benih yang memiliki kualitas unggul seperti tahan terhadap serangan hama dan penyakit, memiliki waktu panen cepat dan jumlah produktifitas panennya tinggi.

gambar padi di sawah

gambar padi di sawah

Untuk lebih memahami seperti apa benih padi itu, kita perlu mengetahui bagian-bagian dari benih padi.

Bagian-bagian benih padi adalah :

  • Sekam : sekam adalah bagian luar benih yang membungkus benih padi. Karena berfungsi sebagai pelindung maka sekam padi memiliki kulit luar yang keras.
  • Putih lembaga terdiri atas pati, protein, gula dan lemak.  Ia memiliki fungsi sebagai persediaan makanan untuk lembaga.

Untuk dapat menjadi bibit, maka benih padi terlebih dahulu harus berkecambah.  Yang akan mempengaruhi perkecambahan benih adalah :

  • Suhu hangat diperlukan benih untuk meningkatkan aktivitas di dalam benih yang selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan.  Suhu terbaik untuk perkecambahan benih adalah 30 derajat celsius.
  • Ketersediaan air. Untuk mempercepat proses perkecambahan, kita bisa merendam benih padi di dalam air selama 24 jam.  Tujuan perendaman ini adalah agar air dapat masuk ke dalam benih dengan merata.  Benih yang sudah direndam kemudian di inkubasikan.  Menginkubasi benih yang telah direndam adalah dengan meletakkan di lantai dan ditutup di karung.  Waktu untuk menginkubasi adalah 24 jam.  Tujuan untuk menginkubasi benih adalah untuk mempertahankan agar benih tetap hangat, meningkatkan pertumbuhan lembaga dan menghasilkan perkecambahan yang seragam.
  • Kondisi udara. Benih yang sedang berkecambah membutuhkan udara untuk hidup. Untuk itu pada saat berkecambah sebaiknya benih tidak terendam air terlalu dalam.
  1. Mempersiapkan lahan padi yang yang akan digunakan untuk menanam

Lahan yang nantinya akan ditanami padi mesti sudah dioleh terlebih dahulu.  Proses pengolahan tanah meliputi pembajaka dan pemberian pupuk organik.

Kegiatan pengolahan tanah ini bertujuan untuk mempersiapkan lahan agar kondisinya siap di tanami.  Kondisi unsur hara dan kesuburan tanah sudah baik sehingga nanti pada saat bibit di tanam di lahan dapat langsung tumbuh dengan baik.

  1. Menanam benih untuk menghasilkan bibit

Benih yang berkecambah berarti siap menjadi bibit padi.

Bibit yang nanti dipilih untuk ditanam adalah bibit yang memiliki keadaan baik.  Ciri-ciri bibit yang baik adalah

  • bibit yang memiliki pertumbuhan tanaman yang seragam.
  • Memiliki pelepah daun yang pendek
  • Memiliki akar yang banyak

Penanaman Bibit Padi

Tahap berikutnya setelah persiapan selesai maka perlu dilakukan penanaman.  Bibit yang telah siap di tanam perlu di pindah ke lahan.

Jumlah bibit per lubang tanam bisa bervariasi namun sekarang terdapat teknik baru yang disebut dengan SRI (System Rice Intensification).  Dengan sistem SRI maka jumlah bibit padi per lubang tanam adalah 1 buah.

Penanaman bibit dilahan perlu diperhatikan kedalaman tanamnya.  Kedalaman tanam yang paling baik untuk bibit padi adalah 2-3 cm.  Menanam bibit padi terlalu dalam akan memperlambat pertumbuhan tanaman.

Pemeliharaan Tanaman

Jika bibit mulai tumbuh, maka perlu dilakukan pemeliharaan tanaman meliputi :

  1. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman padi bertujuan untuk memberikan kebutuhan unsur hara untuk tanaman.  Seringkali hanya mengandalkan jumlah unsur hara di dalam tanah saja tidak cukup.  Itu sebabnya pemupukan perlu diberikan.

Kebutuhan unsur hara untuk tanaman padi ada yang terdiri atas unsur hara mikro ada pula yang merupakan  unsur hara makro.   Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun tetap perlu di penuhi.  Apabila kebutuhannya yang sedikit ini tidak terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Sedangkan unsur hara makro adalah unsur hara yang kebutuhannya banyak.  Unsur hara makro ini terdiri atas nitrogen, fosfor dan kalium.

Baca Juga : Pupuk

  1. Penyiangan

Seringkali lahan tanaman padi tidak hanya ditumbuhi padi saja.  Ada banyak tanaman-tanaman lain yang ikut tumbuh karena mungkin di dalam tanah masih terdapat akar atau bijinya.  Bisa juga karena adanya biji yang dibawa oleh burung dan jatuh ke dalam lahan.

Tanaman-tanaman selain padi yang tumbuh di lahan padi juga membutuhkan makanan untuk dapat tumbuh.  Karena jumlah makanan di lahan terbatas maka akan terjadi persaingan antara tanaman padi dengan tanaman lain.

Tanaman padi yang kita tanam perlu di cegah dari kekurangan unsur hara makanan.  Sehingga persaingan dengan tanaman lain ini perlu dicegah dengan kegiatan penyiangan.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Palawija Yang Memiliki Nilai Komersial Tinggi

  1. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman

Hama dan penyakit tanaman seringkali datang mengganggu pertumbuhan tanaman.  Ada banyak faktor yang menyebabkan adanya serangan hama dan penyakit tanaman padi ini.  Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi serangan.  Dan upaya pengobatan apabila tanaman padi sudah terlanjut diserang hama dan penyakit tanaman ini.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *