Budidaya Maggot


Apa Itu Maggot?

Apakah anda tahu apa itu maggot?

Maggot merupakan istilah dalam bahasa inggris yang berarti larva. Larva tersebut bukan belatung karena maggot berbeda dengan belatung.

Belatung itu sendiri hidup dalam daging busuk sedangkan maggot hidup dari bungkil kelapa sawit.

Dalam pengembangan maggot dilakukan dengan bantuan lalat bunga yang disebut dengan “Black Soldier” (Hermetia illucens).

Lalat bunga tersebut berwarna hitam tetapi berbeda dengan lalat lainnya yang terkenal jorok.

Lalat BSF

Lalat BSF

Jenis lalat ini merupakan jenis lalat yang memiliki sifat menghisap madu bunga serta mengkonsumsi bungkil kelapa secara bergerombol.

Maggot mengalami beberapa tahapan selama siklus hidupnya.

Siklus tersebut diawali dengan telur yang dihasilkan oleh black soldier dan kemudian telur tersebut menetas menjadi larva. Setelah itu larva berkembang menjadi pupa dan akhirnya menjadi black soldier dewasa.

Apa Manfaat Maggot?

Sampah merupakan suatu bahan yang biasanya dibuang dari berbagai sumber aktivitas sehari-hari.

Tentunya semua orang tahu bahwa berdasarkan asalnya sampah dibedakan menjadi dua jenis yaitu sampah organic dan sampah anorganik.

Sampah organic sendiri merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan alami dan mudah untuk diurai.

Sedangkan untuk sampah anorganik merupakan sampah yang berkaitan dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

Maggot itu sendiri merupakan hewan yang rakus dalam hal makan dengan pakan maggot berupa sampah organic dapat mencapai 1 kg satu hari.

Pakan maggot ini sangat mudah didapatkan dan harganya pun relative murah sekali sehingga potensi keuntungannya pun bisa terus meningkat.

Lalu apa saja manfaat dari maggot tersebut?

Manfaat dari maggot ini dapat digunakan untuk :

  1. Pakan ternak seperti ayam, bebek, burung,
  2. Bisa juga digunakan untuk pakan ikan.
Maggot Bisa Untuk Pakan Ternak

Maggot Bisa Untuk Pakan Ternak

Pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak ini memiliki keuntungan secara langsung maupun tidak langsung.

Larva BSF (Black Soldier Fly) dapat mengurai limbah organic termasuk limbah kotoran ternak secara efektif.

Hal itu karena larva termasuk pada golongan detrivora yang merupakan organisme pemakan tumbuhan serta hewan yang telah mengalami pembusukan.

Dalam proses penguraian limbah organic, larva tidak menimbulkan bau yang menyengat sehingga dapat diproduksi di rumah atau pun permukiman penduduk.

Ternak Maggot

Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier yang kemudian mengalami metamorphosis setelah fase telur dan sebelum fase pupa sampai berubah menjadi lalat dewasa.

Pada umumnya maggot dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya yang mengkonsumsi bahan-bahan organic.

Peternakan BSF

Peternakan BSF

Maggot dapat tumbuh pada bahan organic yang membusuk pada wilayah temperate dan iklim.

Maggot yang sudah dewasa tidak makan, karena maggot dewasa hanya saja membutuhkan air karena nutrisi hanya diperlukan untuk reproduksi selama fase lava.

Mungkin di Indonesia sendiri belum banyak orang yang membudidayakan maggot ini.

Padahal budidaya maggot memiliki potensi yang sangat besar karena bagi sebagian masyarakat maggot atau larva atau belatung merupakan hewan yang menjijikan.

Namun hewan tersebut merupakan makanan yang bagus untuk ternak seperti ikan, unggas dan reptile. Ternak memerlukan makanan yang berkualitas agar peternakan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Maka dari itu maggot memiliki potensi yang baik karena maggot memiliki kandungan sesuai dengan apa yang dimakan ketika pertumbuhan.

Banyak peternak yang menyukai maggot karena kandungan protein maggot dapat mencapai 56% kadar tinggi protein.

Kadar tinggi protein tersebut sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan ternak ikan dan juga lainnya.

Selain itu kandungan dalam maggot juga dibutuhkan untuk meninngkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap serangan penyakit.

Maggot mudah untuk dibudidayakan dan media yang digunakan banyak tersedia di lingkungan sekitar. Bahkan biaya yang dikeluarkan nyaris gratis karena dapat menggunakan sampah organic, limbah dan kotoran ternak.

Langkah Budidaya Maggot

Maggot merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly atau yang disebut dengan lalat tentara hitam. Kandungan protein hewani yang ada dalam maggot sangat tinggi dan dapat mencapai 43 %.

Ketika sudah diolah menjadi pellet kadar proteinnya berkisar antara 30 – 40 %. Sehingga sangat bagus untuk digunakan sebagai pakan begi ternak, bahkan di beberapa negara seperti Chinna sudah banyak diternakkan.

Nah untuk itu kami berikan langkah-langkah budidaya maggot yang dapat anda coba sendiri di rumah.

Budidaya maggot BSF sebenarnya terdiri dari dua kegiatan atau langkah utama sekaligus yaitu kegiatan budidaya BSF (lalat) dan kegiatan budidaya maggot BSF.

  • Kegiatan budidaya BSF (lalat)

Budidaya ini dilakukan didalam sebuah wadah dengan tujuan supaya menghasilkan telur-telur yang akan ditetaskan menjadi larva atau maggot.

Kegiatan pembudidayaan ini dilakukan dengan memasukkan bibit pupa kedalam kandang sampai menetas.

Kondisi yang basah, lembab, panas, sangat mendukung budidaya ini karena aktifitasnya sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari yang masuk kedalam tempat budidaya.

  • Kegiatan budidaya maggot bsf

Budidaya maggot bsf ini diawali dengan tahap penetasan telur-telur yang dihasilkan dari kandang yang kemudian menetas sampai kurang lebih 2 hari baru dipindah ke dalam biopond untuk media pembesaran.

Ada beberapa fase dalam tahap ini yaitu fase larva muda berkisar 1-18 hari, fase prepupa sejak hari ke 19 selama 1 minggu dan normalnya 3-7 hari, kemudian kembali menjadi lalat.

Sejak hari pertama sampai menjelang fase prepupa, maggot memiliki aktifitas makan yang cukup tinggi.

Rata-rata dalam 10.000 larva/maggot dapat menghabiskan 1 kg makanan organic sekitar 24 jam.

Bahan organic tersebut bisa kita dapatkan berupa limbah seperti limbah pasar (buah dan sayuran), limbah rumah tangga, limbah restoran dan lain sebagainya.

Cara Budidaya Maggot

Sekarang ini maggot mulai berkembang dan dikenal oleh banyak orang, mungkin banyak juga yang belum tahu bagaimana cara budidaya maggot.

Nah apakah anda ingin tahu bagaimana cara membudidayakan maggot tersebut?

Tetapi sebelum mulai membuatnya anda perlu menyiapkan peralatan dan bahan-bahannya terlebih dahulu.

Bahan-bahan yang digunakan:

  • 5 kg dedak atau bekatul
  • 1 liter air
  • 5 sdm gula pasir
  • EM4 (jika tidak ada maka bisa diganti dengan 1 botol yakult)
  • 1 bungkus bumbu penyedap rasa

Peralatan:

  • Ember besar dan ember kecil
  • Kantong plastic bening
  • Karet atau tali raffia
  • Daun pisang atau kertas pembungkus nasi

Cara membuat atau budidaya maggot:

Larutan pertama:

  • Siapkan ember kecil dengan air 1 liter kemudian masukkan 5 sdm gula
  • Tambahkan 1 tutup EM4 jika ada, tetapi jika tidak dapat menggunakan 1 botol susu fermentasi yakult dan kemudian aduk sampai rata

Larutan kedua:

  • Masukkan dedak atau bekatul kedalam ember besar kemudian tambahkan 1 bungkus bumbu penyedap rasa agar aromanya lebih menyengat. Aduk sampai semuanya rata
  • Setelah itu campurkan larutan pertama kedalam larutan kedua sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai menjadi adonan. Usahakan adonan tersebut tidak terlalu kering atau pun terlalu basah
  • Masukkan adonan tersebut kedalam kantong plastic tetapi jangan terlalu penuh, sisakan untuk ruang udara. Dalam proses fermentasi ini dedak akan menghasilkan gas.
  • Ikat ujung kantong dengan tali yang sudah kita siapkan kemudian simpan di tempat yang sejuk selama 4-5 hari. Plastic akan mengembang ketika proses fermentasi
  • Ketika sudah 4 atau 5 hari buka kantong plastic dan tuang ke dalam ember. Tetapi anda perlu perhatikan aromanya. Jika tercium aroma seperti tape atau pun roti yang baru keluar dari oven itu berarti fermentasi yang dilakukan berhasil
  • Setelah itu tutup hasil fermentasi tersebut dengan daun pisang atau kertas minyak dengan bbagian plastic di bawah. Untuk menghindari gangguan dari hewan lain dapat ditutup dengan kawat ram atau jarring
  • Setelah dibiarkan selama 1-3 hari, lalat BSF akan muncul dan bertelur kemudian setelah 2-3 hari kemudian telur akan menetas dan larvanya akan bergerak menuju dedak fermentasi sebagai sumber makanan maggot.
  • Ketika penetasan 1 minggu maggot sudah terlihat jelas dan setelah berumur 2-3 minggu maggot sudah terlihat besar dan siap untuk dipanen.

Budidaya Maggot Tanpa Bau

Dalam membudidayakan maggot sebenarnya mudah.

Apabila media sudah tercium seperti tape itu berarti sudah jadi dan dapat digunakan untuk memikat lalat BSF agar bertelur dan menjadi maggot disekitar media yang anda buat.

Tentunya anda ingin membudidaya maggot tanpa bau bukan?

Berikut kami berikan beberapa cara membudidayakan maggot tanpa bau.

Bahan-bahan yang digunakan:

  • Bekatul halus atau pun kasar
  • Buah-buahan
  • Sayur-sayuran
  • Gula merah
  • Air beras

Cara pembuatannya:

  • Siapkan semua bahan-bahan dan wadah yang diperlukan.
  • Kemudian concang atau blender buah-buahan dan sayuran yang tersedia. Setelah buah dan sayur diblender campurkan dengan bekatul, gula dan air beras (dengan ukuran secukupnya).
  • Aduk semua bahan yang telah dicampur sampai rata lalu masukkan kedalam wadah tertutup dan simpan di tempat yang teduh.
  • Setelah itu tunggu beberapa hari sampai aromanya menjadi bau tape. Ketika sudah tercium aroma bau tape maka bahan tersebut sudah siap untuk digunakan sebagai pengikat lalat BSF.

Jual Maggot Bsf

Bisnis budidaya maggot atau jual maggot BSF yang merupakan larva bagi sebagian masyarakat di Indonesia mungkin masih merupakan hal yang tidak lumrah.

Karena larva atau belatung dianggap hewan yang menjijikan. Namun, di luar negeri usaha maggot BSF ini sudah dijalankan sejal lama bahkan puluhan tahun yang lalu.

Ketika anda mencoba ingin membeli bibit maggot BSF maka anda perlu mencermati kualitas peternaknya dan anda harus mengecek dulu sebelum membeli maggot BSF.

Bagi mereka yang belum mengenal dan tahu bagaimana tata cara dalam membudidayakan maggot BSF pasti akan berfikiran jika hal tersebut jorok, kotor dan bau.

Jika dalam budidaya maggot benar maka hanya lalat hitam atau BSF saja yang ada di dalam peternakan tersebut dan hasilnya pun bersih, tidak bau dan biayanya pun sangat murah.

Modal yang dibutuhkan untuk memproduksi maggot relative kecil, bahkan untuk operasional atau biaya media kultur juga sangat murah bahkan nyaris gratis.

Karena bahan utama yang digunakan menggunakan sampah organic, kotoran ternak dan limbah yang banyak tersedia di lingkungan.

Harga dari maggot ini dujial dengan berbagai macam harga sesuai dengan kualitasnya, anda dapat menjual prepupa, bibit BSF, serta telur BSF.

Maggot BSF dapat anda jual dengan harga berkisar antara Rp 6.000 – Rp 8.000 per kg, untuk prepupa berkisar antara Rp 75.000 – Rp 100.000 per kg. Sedangkan untuk bibit maggot berkisar Rp 150.000 per kg, dan telur BSF berkisar antara Rp 35.000 – Rp 50.000 per gram.

Mungkin Anda juga menyukai