Budidaya Kopi Unggulan

Apa saja kah rahasia menanam kopi yang bisa memberikan hasil panen berlimpah?

Kita akan ulas satu persatu.

Tanaman Kopi Di Perkebunan

Tanaman Kopi Di Perkebunan

Sebelumnya memulai budidaya, sebelumnya kita harus melakukan persiapan terlebih dahulu.  Persiapan penting untuk budidaya tanaman kopi adalah tanahnya dan tanamannya.

Untuk mempersiapkan tanaman maka kita perlu :

  • Menyiapkan benih untuk bibit atau batang bawah
  • Menyemai benih
  • Membuat bibit

Kemudian tanah yang bisa digunakan untuk perkebunan kopi ini bisa dengan cara :

  • Membuka tanah baru (hutan cadangan)
  • Menggunaan tanah bukaan ulang (dari kopi ke kopi)
  • Memanfaatkan tanah rotasi (dari tanaman lain ke kopi bergantian)
  • Menggunakan tanah konversi (dari tanaman lain di ganti menjadi tanaman kopi)

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Tanaman Kopi : Si Hitam Yang Nikmat

Setelah menentukan tanah yang akan digunakan barulah kita mulai melakukan proses persiapan yang terdiri atas :

  • Membuka tanah
  • Mengilah tanah
  • Membuat teras dll.
  • Menanam tanaman naungan
  • Membuat lubang tanam

Menyiapkan Benih Kopi Untuk Ditanam

Untuk mendapatkan benih yang baik maka kita perlu memilih biji kopi yang berasal dari tanaman yang baik.   Tanaman yang bijinya akan digunakan sebagai benih haruslah tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul seperti produktifitasnya tinggi, tidak terkena hama dan penyakit, serta buahnya sehat.

Biji kopi yang digunakan adalah biji kopi yang telah kering serta masak.  Jika menemukan biji yang berlubang atau rusak terserang bubuk sebaiknya tidak digunakan untuk benih.  Biji yang bentuknya tidak normal juga tidak layak digunakan sebagai benih.

Kupas biji yang akan dijadikan benih.  Cara mengupas biji ini bisa dengan tangan atau kaki, dan jangan sampai kulit tanduk biji kopi rusak.

Bersihkan lendir yang ada dikulit tanduk menggunakan abu dapur, kemudian cuci dengan air bersih.  Biji yang telah bersih tersebut kemudian di kering anginkan selama 3 hari (jangan jemur di bawah sinar matahari).

Setelah kering, sortir kembali biji tersebut.  Pilih yang baik, bentuknya bagus, ukurannya standar, dan tidak rusak.  Biji pilihan inilah yang nantikan akan menjadi benih yang ditanam di persemaian.

Jika belum saatnya menyemai, benih kopi tadi juga bisa disimpan dengan metode penyimpanan yang menjaga kualitasnya.  Benih yang akan disimpan sebaiknya didisinfektan terlebih dahulu agar tidak terkena hama penyebab bubuk.

Baca Juga : Mengenal dan Menikmati  Kopitiam Yang Tersohor

Persiapan Persemaian Tanaman Kopi

Lokasi yang tepat untuk persemaian kopi adalah lokasi yang memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Tidak mengandung nematoda atua cendawan akar
  • Mempunyai drainase yang baik
  • Dekat sumber air untuk penyiraman
  • Terlindung dari gangguan hewan (bekicot, ternak, dll)
  • Dekat ke tempat pembibitan
  • Mudah diawasi

Setelah menemukan tempat yang tepat sebagai tempat persemaian benih, maka kita bisa melanjutkan dengan tahapan sebagai berikut :

  • Tanah yang akan dijadikan persemaian perlu dicangkul terlebih dahulu sedalam kurang lebih 30 cm untuk membersihkan tanah dari kerikil ataupun sisa akar yang ada.
  • Tanah yang telah dicangkul dibuat bedengan dengan lebar 80 cm
  • Taburkan pasir setinggi 5 cm di tanah bagian atas bedengan
  • Pasang atap di atas bedengan untuk melindungi tanaman dari sinar matahari dan hujan
  • Siram bedengan dengan air hingga basah
  • Tanam benih yang telah kita siapkan dengan permukaan mendatar
  • Siram bedengan benih setiap hari dengan air secukupnya
  • Setelah 5-6 minggu benih akan mencapai stasium serdadu, yaitu stadium dimana hypocotyl telah tegak lurus panjangnya 8 cm dengan daun lembaga masih terbungkus sisa-sisa endosperma dan kulit tanduk (namun semuanya telah retak). Pada stadium ini, akar akan bertambah panjang akan tetapi hypocotyl tetap
  • Benih yang telah 4-6 minggu setelah stadium serdadu akan masuk ke stadium kepelan. Stadium kepelan adalah stadium dimana daun lembaga mulai terbuka.  Pada saat inilah bibit perlu untuk segera dipindahkan ke pembibitan.

Proses Pembibitan Tanaman Kopi Unggul

Tempat yang digunakan untuk pembibitan adalah tempat yang subur, tidak berbatu, memiliki banyak humus dan tanahnya datar.  Proses pembibitannya adalah sebagai berikut :

  • Siapkan tanah untuk pembibitan dengan kedalaman cangkul 60cm. Bibit akan lebih lama di tempat pembibitan sehingga memerlukan kedalaman tanah olah yang lebih dalam supaya pertumbuhan akarnya tidak terganggu.
  • Buat bedengan dengan lebar bedengan 100 – 120 cm dan tinggi bedengan 10 – 15 cm. Panjang bedengan menyesuaikan tempatnya saja.
  • Buat naungan di atas bedengan untuk menjaga benih yang baru dipindah agar tidak rusak oleh hujan dan sinar matahari berlebih.
  • Ambil bibit kapelan yang masih di tempat persemaian dengan menggunakan solet bambu untuk mencegah kerusakan akar.
  • Tanam di lokasi pembibitan dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau 20 x 30 cm. Lubang tanam untuk bibit ini cukup dengan kedalaman 10 cm dan diameter 5 cm.
  • Siram tempat pembibitan setiap hari, apabila tumbuh rumput perlu disiangi dan perlu dilakukan pendangiran jika memang diperlukan.
  • Untuk menghindari tumbuhnya rumput, bisa juga kita beri mulsa di permukaan tanah. Mulsa yang digunakan bisa berupa jerami atau potongan daun-daun alang-alang.
  • Beri pupuk setiap dua bulan sekali dengan pupuk ZA sebanyak 20 gr per m2.
  • Siram bibit yang telah diberi pupuk untuk membantu penyerapan hara oleh akar tanaman.
  • Setelah beberapa minggu, sebelum dipindah ke lokasi tanam, naungan di atas bedangan pembibitan perlu dikurangi sedikit demi sedikit untuk mulai melatih tanaman agar tidak kaget ketika dipindah ke lahan tanam.
  • Bibit yang telah berusia 6 bulan di pembibitan atau telah memiliki batang primer sudah dapat di pindah ke lokasi penamanan.

Proses Penanaman Tanaman Kopi

  • Pembuatan lubang tanaman kopi. Lubang tanam untuk tanaman kopi dibuat 6 bulan sebelum proses penanaman.  Ukuran lubang tanam bisa menggunaan jarak 1 x 1 x 1 m (tergantung dari luas lahan dan struktur tanahnya).  Berikan pupuk kandang di lubang tanam agar nanti pada saat ditanam tanah sudah kaya akan unsur hara.
  • Bibit kopi sebaiknya di tanam di lahan pada musim hujan supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik.  Jika musim hujan belum tiba maka lebih baik menunggu daripada dipaksakan namun justru membuat bibit banyak yang mati.

Jika tanaman kopi tumbuh dengan baik, maka kita sudah akan memiliki perkebunan kopi.  Ingin tahu tentang seputar bisnis perkebunan?  Langsung aja ya ke artikel ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *